Tema acara yang berlangsung 14-23 Agustus 2017 ini adalah 'Tourism and Motoring'. "Konsepnya memadukan kecintaan pada mobil kuno ke pariwisata karena bagaimanapun mobil- mobil kuno jadi saksi perkembangan pariwisata di Bali," kata Ketua Panitia BMCS 2 Gde Agus Mahendra Pendit dalam keterangan tertulis, Kamis (22/6/2017).
Pada BMCS sebelumnya, animo wisatawan cukup tinggi. Agus mengatakan hal itu karena mobil klasik punya pasar tersendiri di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep BMCS tahun ini akan disesuaikan dengan konsep pariwisata. Misalnya konsep pantai, gunung, atau desa adat. Di tahun ini, panitia BMCS akan lebih ketat menyeleksi peserta pameran. Jika tahun 2016 diikuti 110 mobil dan 54 sepeda motor klasik, maka tahun 2017 dibatasi masing-masing 50.
Hal ini untuk menjaga kualitas pameran. Panitia juga membatasi usia kendaraan maksimal keluaran tahun 1970. Untuk BMCS akan menampilkan kendaraan prewar yaitu kendaraan keluaran tahun 1908, tahun 1920-an sampai keluaran 1940-an. Juga kendaraan keluaran pascaperang yang diproduksi antara tahun 1950 sampai dengan 1970.
"Panitianya melakukan seleksi ketat mulai dari usia, keaslian spare part sampai nilai sejarahnya juga," tukas Agus.
Sementara Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi panitia BCMS yang memanfaatkan pariwisata dalam pameran mobil klasik. Menurutnya pameran mobil klasik turut menggerakkan wisatawan nusantara (wisnus) dan mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman).
"Komunitas otomotif selama ini turut andil dalam menggerakkan sektor pariwisata. Mereka kerap kali melakukan touring ke destinasi-destinasi wisata. Pameran otomotif juga kerap mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara," kata Arief.
Dia menilai destinasi ekowisata di Bali bisa menjadi lokasi touring untuk pecinta otomotif.
"Banyak destinasi wisata sengaja infrastrukturnya kami jaga apa adanya, ada yang jalannya tetap tanah di tengah hutan karena memang kami ingin menjaga konsep adventure. Inilah yang dilirik oleh penghobi wisata adventure otomotif," tukas Arief.
Lebih lanjut, Menpar mengajak para pemudik untuk berpartisipasi dalam #MudikPenuh Pesona. Siapapun yang tengah mudik bisa membagikan foto mereka di media sosial dengan hashtag #WisataJalurMudik. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama