Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 14 Agu 2017 14:56 WIB

ADVERTORIAL

Musisi Asal Austria dan Belanda Tampilkan Lagu Batak di Samosir

Advertorial
detikTravel
Jakarta - Festival Musik Tobatak 2017 berjalan dengan meriah di Tuk Siadong, Pulau Samosir. Festival ini menghadirkan penampilan musik yang memukau. Ditambah lagi keramahan kelompok legendaris etnis Batak yang makin memeriahkan acara yang digelar di salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yakni Danau Toba.

Project Manager Tobatak Music Festival 2017, Henry Manik mengucapkan terima kasih kepada semua penonton dan seniman yang tampil dan menghibur para pengunjung pada Sabtu (12/8/2017).

"Kami sangat bangga mendapat dukungan dari semua seniman yang terlibat. Para pemain ini disatukan oleh semangat persahabatan dan tujuan bersama untuk lebih menyebar keindahan musik batak ke seluruh nusantara dan dunia. Imbas positifnya menyebar ke mana-mana termasuk pariwisata, wisatawan juga sangat happy dengan pertunjukan ini," ujarnya.

Festival yang telah menginjak tahun ketiga ini menampilkan Finalis Eurovision Song Contest 2011 Nadine Beller dan soprano dari Belanda Bernadeta Astari. Kedua artis internasional tersebut mempersembahkan lagu tradisional Batak, sementara Nadine Belier berkolaborasi dengan bintang Batak populer Tongam Sirait.

Festival musik juga disorot dengan penampilan seniman dan musisi Indonesia yang populer termasuk Tongam Sirait, Hermann Delago, The J.B.'s Band, Viky Sianipar, Jajabi Band, Supra Purba Tambak, Punxgoaran, dan The Samisara Band.

"Selain bertujuan untuk menjadi acara musik tahunan terbaik di dalam negeri serta menyebarkan musik merdu Batak yang unik. Acara ini juga dimaksudkan untuk menarik lebih banyak wisatawan untuk menikmati kemegahan di sekitar Pulau Samosir dan di Danau Toba. Acara ini didukung sepenuhnya oleh Kabupaten Samosir serta komunitas etnis Batak yang tinggal di daerah tersebut. Sekali lagi terima kasih," ucapnya.

Ia juga bangga karena Samosir punya acara musik kelas dunia. Bisa dikatakan festival ini setingkat dengan Java Jazz di Jakarta, The Lowland Fest di Belanda, dan Rainforest World Music Fest di Malaysia.

Festival ini lebih menonjolkan penampilan lagu-lagu Batak lama sebagai upaya menampilkan hal-hal baru bagi pengunjung. Lagu Batak lama yang dimaksud berupa lagu-lagu Batak yang sudah jarang ditampillkan di panggung seperti Rura Silindung, Ro Ho Saonari, dan lagu-lagu ciptaan Nahum Situmorang. Seluruh lagu batak yang ditampilkan di Open Stage Tuktut Siadong ini dibawakan musisi asal Eropa.

"Para artis sangat profesional, kemampuan musisi Eropa menyanyikan lagu Batak langsung dapat beradaptasi baik irama dan notasi dengan cepat," paparnya.

Sementara itu, salah seorang musisi asal Austria Hermann Delago mengatakan dirinya sudah tidak asing lagi dengan lagu-lagu Batak.

"Irama lagu Batak itu banyak persamaan dengan lagu Barat. Misalnya lagu Di Dia Ronkaphi sama seperti lagu Don't Cry for Me Argentina," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat dan sukses atas antusiasme dan suksesnya acara. Sebab dengan festival musik dengan skala internasional maka akan semakin meningkatkan promosi dan keindahan Danau Toba ke seluruh dunia.

Ia juga mengatakan, kelompok etnis Batak telah lama dikenal karena bakat musik mereka dan juga kemampuan menyanyi yang luar biasa.

"Sumatera Utara adalah tempat untuk musik dan tidak akan pernah ketinggalan oleh penyanyi hebat, baik dalam genre tradisional maupun modern dengan pertunjukan level internasional maka destinasi kita juga akan mendunia," ujarnya. (adv/adv)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA