Berbicara tentang pariwisata, Kemenpar Pariwisata (Kemenpar) tidak hanya fokus dalam melestarikan alam saja. Namun juga berkomitmen melestarikan budaya Indonesia. Salah satunya adalah adat tradisi dan budaya keraton yang bernilai luhur.
Karena itu, Kemenpar turut mendukung Festival Keraton Nusantara (FKN) XI yang digelar di Cirebon. Festival yang digelar pada 15 hingga 20 September 2017 ini akan dimeriahkan oleh 50 keraton se-Indonesia dan 100 peninjau dari 150 keraton. Keraton Kasepuhan Cirebon yang menjadi tuan rumah FKN XI ini siap menerima tamu yang diperkiran mencapai 10 ribu orang.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan tahun ini Kota Cirebon menjadi tuan rumah FKN yang kedua kalinya. Sebelumnya, Cirebon pernah menjadi tuan rumah pada FKN II tahun 1997 yang dibuka Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, festival ini digelar dengan tujuan mengenalkan adat tradisi dan budaya keraton dan melestarikan benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala sebagai aset.
"Jadi bukan hanya pada bangunan. Pengembangan dan pemanfaatan budaya juga ikut disentuh sehingga ada nilai-nilai yang bermanfaat," lanjutnya.
Faktanya, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan pariwisata kesultanan. Misalnya Yogyakarta, Solo, dan Palembang yang memiliki kesultanan. Bahkan ada museum yang memamerkan barang peninggalan serta sejarah masing-masing kesultanan.
"Peninggalan bangunan kesultanan atau keraton menjadi bagian dari atraksi dan menjadi tarik bagi wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia serta untuk dikenalkan kembali sejarah dan budaya kita," paparnya.
Kabid Wisata Budaya Wawan Gunawan yakin festival ini akan sangat menghibur. Ada beberapa pergelaran seni dan budaya bernuansa keraton seperti kirab agung prajurit keraton, pergelaran kesenian keraton, pergelaran upacara adat keraton, pergelaran busana keraton, pameran benda-benda pusaka keraton, hinga pertemuan raja/sultan nusantara.
"Ada juga peresmian Museum Pusaka Keraton Kasepuhan yang rencananya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Untuk lokasi acara dipusatkan di berbagai tempat seperti Goa Sunyaragi, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan beberapa hotel di Cirebon," jelasnya.
Cirebon dinilai sangat sangat strategis. Potensi wisatanya lengkap. Begitu pula dengan budaya, alam, religi, kuliner, dan sejarahnya yang juga kuat. Maka Kemenpar berkomitmen untuk mengangkat kekayaan Cirebon.
Apalagi akses menuju Cirebon mudah dilalui. Jalur daratnya sudah bisa dilalui Tol Cipali HINGGA ada akses rel kereta double track Jakarta-Cirebon, Yogyakarta-Cirebon, dan Semarang-Cirebon. Setidaknya ada 200 perjalanan kereta yang melintasi Kota Cirebon.
"Karenanya targetnya pun harus tinggi, saya yakin festival ini bisa menggiring banyak wisatawan ke Cirebon," ujarnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya turut menyambut gembira rencana FKN 2017. Menurutnya, penguatan cultural value dari Kesultanan Kasepuhan Cirebon akan memberikan dampak terhadap commercial value.
"Cirebon itu sudah kuat di budaya. Sudah tidak perlu diragukan lagi atraksi dari sisi ini, tetapi budaya saja tidak cukup, harus ditemukan commercial value-nya sehingga menghasilkan kombinasi yang serasi dan menjadikan Cirebon sebagai salah satu destinasi baik. Apalagi jaraknya dengan ibu kota yang merupakan pusat market pariwisata sangat dekat," ucapnya.
Untuk mengetahui agenda dan lokasi acara Festival Keraton Nusantara 2017, klik di sini. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru