Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus fokus mencetak SDM pariwisata kelas dunia. Kali ini giliran Lombok, Nusa Tenggara Barat yang menjadi sasarannya. Hal tersebut dilakukan dengan membangun Gedung Politeknik Negeri Pariwisata (Poltekpar) Lombok.
"Iya. Groundbreakingnya sudah dilakukan Senin 2 Oktober lalu," ujar Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar Ahman Sya.
Sebelumnya, Kemenpar telah memiliki lima lembaga pendidikan. Di antaranya STP Bandung, STP Nusa Dua Bali, Akpar Medan, Poltekpar Makassar, dan Poltekpar Palembang. Untuk Poltekpar Lombok, konsentrasinya difokuskan ke pembanguan Gedung Kuliah I dan II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendirian Poltekpar ini telah dimasukkan dalam kerangka pembangunan sejak 2010. Hukum pendirian dianggarkan dan telah tersusun dalam RPJN.
"Dan pembagunannya juga dapat dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat," jelasnya.
Tujuan akhir dari pembangunan Poltekpar di Lombok mengarah ke pemenuhan kebutuhan SDM kepariwisataan. Kemudian penyelenggaraan kegiatan akademik di Poltekpar Negeri Lombok sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata RI Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata serta Peraturan Menteri Pariwisata RI Nomor 17 Tahun 2016 Tanggal 14 Oktober 2016 Tentang Statuta Politeknik Pariwisata Lombok.
"Total mahasiswa hinga saat ini mencapai 118 orang dengan jumlah tenaga pengajar sejumlah 25 orang. Target 2017/2018 adalah 400 orang mahasiswa baru," paparnya.
Poltekpar Lombok juga sudah menjalankan 4 program studi (prodi). Mulai jenjang Diploma III hingga Diploma IV. Dari Prodi Pengaturan Perjalanan (D IV), Prodi Seni Kuliner (D III), Prodi Tata Hidangan (D III), serta Prodi Divisi Kamar (D III).
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku bangga dengan pembangunan Poltekpar yang berada di Lombok dapat terealisasi.
"Ini sangat penting untuk win the future customers. Karena itu, sekolah perguruan tinggi pariwisata sudah sangat relevan. Kita harus memperkuat dan memperbanyak tenaga kerja di sektor pariwisata sekaligus menaikkan level kapasitas SDM pariwisata Indonesia yang siap bersaing di global standard," tegasnya. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru