Momen Bersejarah, Dua Pesawat Mendarat Mulus di SIlangit

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Momen Bersejarah, Dua Pesawat Mendarat Mulus di SIlangit

adv - detikTravel
Senin, 30 Okt 2017 16:08 WIB
Momen Bersejarah, Dua Pesawat Mendarat Mulus di SIlangit
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menyaksikan pendaratan dua pesawat di Bandara Silangit (Foto: dok. Kemenpar)
Silangit - Komitmen Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam membuat berbagai destinasi wisata Indonesia mendunia terus terlihat. Kali ini kabar baik datang dari pariwisata Danau Toba. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10/2017), rute penerbangan Jakarta-Silangit resmi dibuka.

Maskapai Citilink Indonesia menorehkan sejarah pada dunia pariwisata. Sebab, maskapai ini terbanG perdara dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Bandara Silangit, Danau Toba. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut momen ini sebagai kelengkapan akses dalam pengembangan desinasi prioritas Danau Toba.

Bandara Silangit yang menjadi gerbang masuk Danau Toba melalui jalur udara ini secara sempurna menyandang status bandara internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, penerbangan internasional Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA8510 dari Singapura juga berhasil mendarat di Bandara Silangit, Sabtu (28/10/2017). Garuda Indonesia lepas landas dari Bandara Changi pukul 12.55 waktu setempat. Pesawat Explore Jet Bombardier CRJ-1000 berkapasitas 96 penumpang itu kemudian tiba di Silangit pada pukul 13.10 WIB.

Hadir pada penerbangan perdana ini antara lain Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Sumatera Utara, Direktur Badan Otorita Danau Toba Arie Prasetyo, Director of Engineering & Operator Angkasa Pura II Joko Muratmodjo, serta Direktur Kargo Garuda Indonesia Sigit Muhartono.

Pada kesempatan itu, Menko Luhut dan Menpar Arief Yahya berkesempatan memberikan ulos sebagai tanda selamat datang kepada para penumpang penerbangan perdana Singapura-Silangit setelah sebelumnya lebih dulu disambut Tarian Tortor.

Dalam sambutannya, Luhut mengatakan penerbangan ini tentunya akan memudahkan akses wisatawan mancanegara (wisman) menuju objek wisata Danau Toba. Sekaligus mengembangkan wilayah tersebut sebagai tujuan wisman. Ia pun optimistis perkembangan wisata Danau Toba akan semakin meningkat.

"Penerbangan ini sangat menarik. Wisatawan internasional dari Singapura hanya butuh 50 menit," ujar Luhut.

Dengan semakin mudahnya wisatawan datang, tentu akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Untuk itu ia berpesan kepada pemerintah provinsi dan daerah untuk terus kompak dalam membangun Sumatera Utara, khususnya Danau Toba.

"Pesan Presiden jelas agar wilayah Toba ini jangan asal membangun saja. Utamakan juga kearifan lokal. Gubernur dan bupati perlu terus menjaga kekompakan dan rakyat perlu membantu dan mendukung," katanya.

Menpar Arief Yahya mengungkapkan mungkin banyak orang yang tidak pernah membayangkan sebelumnya jika kawasan Danau Toba bisa memiliki Bandara Internasional.

"It's happening. Sekarang wisatawan dan masyarakat dapat menikmati sensasi penerbangan langsung antara Singapura dan Silangit yang hanya memakan waktu lebih kurang 55 menit. Kita akan semakin sadar bahwa ternyata kawasan Danau Toba yang indah ini tidak jauh dari Singapura," ujarnya.

Ia menjelaskan, Danau Toba sudah dicanangkan sebagai salah satu dari 10 Destinasi Prioritas dengan target kunjungan wisman mencapai 1 juta pada 2019. Untuk mencapai angka tersebut, kebutuhan bandara internasional di Danau Toba sangat penting.

"Hal ini sebagaimana telah disampaikan Presiden Jokowi sebelumnya, sebuah destinasi pariwisata kelas dunia membutuhkan bandara internasional," lanjutnya.

Sejak ditetapkan sebagai bandara internasional pada 8 September 2017, kesiapan bandara ini memang langsung menjadi fokus pemerintah. Bandara Silangit melalui Angkasa Pura II dan AirNav Indonesia telah melakukan berbagai pembenahan dalam beberapa bulan terakhir.

Sampai saat ini, runway bandara sudah memiliki panjang 2.650x30 meter dengan nilai PCN (kekerasan landasan) sebesar 40, dan akan ditingkatkan menjadi 52 pada Maret 2018. Di akhir tahun ini, runway Bandara Internasional Silangit juga akan memiliki lebar 45 meter.

"Sehingga dapat mengakomodasi pesawat narrow body sekelas Airbus A320 dan Boeing 737-800," jelasnya.

Sebagai bandara internasional, Bandara Silangit saat ini telah dilengkapi dengan fasilitas CIQ (Custom, Immigration, Quarantine). Kementerian Keuangan melalui Ditjen Bea Cukai telah menetapkan area kepabeanan di Bandara Silangit. Sementara Kementerian Hukum dan HAM melalui Ditjen Imigrasi telah menetapkan Bandara Silangit sebagai tempat pemeriksaan imigrasi (TPI).

Demikian juga dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ketiganya telah melengkapi Bandara Silangit dengan fasilitas karantina yang sudah beroperasi mulai Sabtu (28/10/2017).

Untuk meningkatkan palayanan terhadap pengguna, Bandara Internasional Silangit saat ini juga sudah dilengkapi dengan fitur digital, yakni Smart Airport. Fitur ini sudah terpasang dan beroperasi dan dilengkapi akses internet WiFi gratis, display jadwal bus dan penerbangan, e-payment, bus ticketing, vending machine, tourism info, e-kiosk, self check-in, dan fitur digital lainnya.

"Bandara Internasional Silangit ini walaupun kelasnya medium airport, tetapi sudah memiliki fasilitas yang lengkap serta termasuk kategori smart airport. Semoga Bandara Silangit akan menjadi pintu gerbang yang nyaman bagi kedatangan wisatawan mancanegara ke Danau Toba," harapnya. (adv/adv)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads