Salah satu cara Menpar Arief Yahya untuk menaikkan indeks daya saing pariwisata Indonesia adalah memperbaiki pilar environment sustainability. Oleh karena itu, mantan Dirut PT Telkom itu mendorong industri yang bergerak di sektor pariwisata untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari.
"Mari kita bangun Indonesia dengan tetap melestarikan alam dan budaya kita. Prinsipnya, semakin dilestarikan semakin mensejahterakan," kata Arief.
Karena itu, Arief Yahya mengapresiasi masyarakat dan daerah yang terus menjaga environment sustainability. Salah satunya upaya mengokohkan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia dilakukan oleh komunitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tema yang diusung adalah 'Eco Culture Tourism Jogja Kota Batik Dunia'. Sebelum pelaksanaan pameran OGH, pada 8 November 2017 KOI mengadakan seminar Eco Culture Tourism Jogja Kota Batik Dunia bertempat di Aula Telkom Yogyakarta. Dalam seminar tersebut akan dilakukan bedah buku Resonansi Filosofi Batik Zat Pewarna Alam. Seminar ini terbatas untuk 100 peserta.
Menurut Ketua KOI DIY-Jateng Agung Saputra kegiatan ini akan menjadi kesempatan baik bagi masyarakat untuk mendapatkan produk-produk organik mulai dari makanan sehat hingga pakaian yang ramah lingkungan.
Agung menegaskan, berbicara tentang organik selama ini pemahaman masyarakat hanya terbatas pada makanan saja.
"Padahal sebenarnya konsep organik pengertiannya lebih luas mencakup aspek kesehatan (healthy), ramah lingkungan (green) dan organik itu sendiri. Konsep ini disingkat menjadi OGH (Organic and Green Healthy)," terang Agung.
Penyelenggaraan OGH Istimewa III sengaja digelar di area terbuka Embung Langensari yang berada di tengah Kota Yogyakarta. Ide pemilihan tempat ini terbilang unik karena belum pernah ada event yang digelar di sebuah embung.
Dipilihnya Embung Langensari sebagai tempat penyelenggaraan acara, menurut Agung, dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa produk organik tidak selalu mahal dan ekslusif.
Semua kalangan masyarakat dapat menikmati produk organik baik makanan maupun pakaian yang ramah lingkungan.
Bazar produk organik di Embung Langensari diisi 80 booth dengan peserta anggota KOI yang berasal dari Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Jakarta, dan kota-kota lain.
Acara OGH terbuka untuk umum di area Embung Langensari mulai pukul 09.00-21.00WIB. Masyarakat diharapkan datang meramaikan acara ini karena OGH merupakan ajang istimewa dan langka.
"Saatnya makin mengenal batik pewarna alam atau batik organik. Kita tunjukkan Yogya benar-benar menjadi Kota Batik Dunia," tandas Agung.
Ada sejumlah agenda yang bisa diikuti baik yang berbayar maupun gratis, misalnya lomba membatik (tingkat SD), talkshow 'Mengungkap Rahasia Dibalik Filosofi dan Resonansi Batik Zat Pewarna Alam', Shibori Basic Workshop Using Natural Dyes, workshop Eco Print, hingga fashion show Baju Daur Ulang maupun fashion show Batik Pewarna Alam.
Lalu ada pula workshop Healthy Cullinary, talkshow Aquaponic dan Apa yang Dimaksud Beras Hidup (Live Rice). Acara juga diisi dengan sesi Go Digital gratis berupa talkshow 'Membangun Market Place Product' yang menghadirkan Sebastian Saragih dan Erna Wiyati dari Telkom Indonesia. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru