Ratusan umbul-umbul dan banner telah terpasang di sepanjang jalan raya Kota. Itu belum termasuk baliho besar yang tegak terpasang di setiap sudut jalan protokol.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparterian Pariwisata (Kemenpar), Esthy Reko Astuti, mengatakan Lima negara dipastikan hadir pada event yang ikut didukung kementeriannya tersebut. Segala persiapan dilakukan secara serius guna menyambut acara istimewa itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, serangkaian acara berupa kegiatan budaya yang sangat menarik juga sudah disiapkan jauh hari. Dari mulai tari-tarian, musik, dan kesenian lainnya yang menjadi kesenian khas negara peserta, dipastikan siap menyapa setia tamu yang datang. Semuanya, akan dibalut dengan tema besar Kenduri Seni Melayu.
"Kebetulan kan budaya masing-masing negara sedikit mirip ya. Jadi balutan acaranya bisa ikut diset dengan kesenian khas negara peserta," ujar Esthy.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Pebrialin mengungkapkan, kegiatan KSM selain bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batam, juga sekaligus upaya untuk melestarikan seni dan budaya Melayu Provinsi Kepulauan Riau.
"Mari kita jaga dan pelihara nilai-nilai budaya yang terkait dengan nilai etika, moral dan adab. Yang merupakan inti adat istiadat kebiasaan masyarakat tempatan, sehingga dapat teraktualisasi dalam kehidupan dan kehidupan seluruh masyarakat," terang Pebrialin.
sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, event ini jadi salah satu magnet untuk menarik wisman negara tetangga. Apalagi letak Pulau Batam yang relatif sangat dekat dengan negara-negara tetangga.
"Pertama, Batam punya proximity. Lokasi yang strategis, berdekatan dengan negara tetangga Malaysia, Singapore, Thailand Selatan. Dekat secara geografis atau dekat dalam jarak, dan dekat secara kultural, budaya Melayu," ungkap Arief.
Dia menyebut, persiapan matang acara KSM tersebut tak lepas dari komitmen kepala daerah untuk mendukung program peningkatan pariwisata atau yang biasa disebutnya CEO Commitment. Dimana hal tersebut berkontribusi 50% pada kesuksesan sebuah acara pendulang pariwisata.
"Pemkotnya sudah support. Ke depannya, hal ini harus dibuktikan dengan alokasi anggaran di sektor Pariwisata yang lebih tinggi, lebih konkret untuk membangun destinasi dan infrastruktur dasar pariwisata," pungkas Arief. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Struk Belanja Taiwan Bisa Bikin Turis Jadi Orang Kaya Mendadak!