Dua Kapal Layar Tiang Tinggi Ikuti Ekspedisi Sail Sabang 2017

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dua Kapal Layar Tiang Tinggi Ikuti Ekspedisi Sail Sabang 2017

Advertorial - detikTravel
Selasa, 21 Nov 2017 16:39 WIB
Dua Kapal Layar Tiang Tinggi Ikuti Ekspedisi Sail Sabang 2017
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan resmi melepas dua kapal. Pertama KRI Dewaruci dan satu lagi KRI Bima Suci. Dua-duanya dilepas menuju Pulau Weh Sabang bersama 768 peserta ekspedisi Sail Sabang dari Dermaga Terminal JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (20/11/2017).

"Pelaksanaan sail tahun ini saya rasa cukup unik. Karena ada dua kapal layar tiang tinggi yang ikut dalam misi pelayaran menuju ke Sabang," ujar Menkomar Luhut usai melepas KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci di Jakarta.

Luhut juga ingin para peserta yang berjumlah 768 orang ini bisa berbangga dengan keindahan alam yang ada di Indonesia. "Berbanggalah kalian pada negara kalian yang besar dan indah ini. Jagalah negerimu. Sepulang kau dari perjalanan pelayaranmu, ambillah pelajaran dari sana. Apa yang bisa kau lakukan untuk menjaga dan membangun negerimu ini. Lakukan hal yang positif. Jangan ikut larut dalam kegiatan yang tidak bermanfaat," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi infrastruktur, Menkomar ingin agar Indonesia bisa dibangun dari pinggiran dengan cara memperkuat daerah-daerah dan desa di pinggiran. Dengan demikian, di masa mendatang tidak ada lagi kesenjangan yang terjadi.

"Manisnya buah pembangunan tidak boleh lagi hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di Jawa namun harus pula dibagi adil dengan masyarakat di seluruh Indonesia," jelas Luhut.

Acara itu juga dihadiri Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar RI, Indroyono Soesilo. Dari sisi ekonomi, Menko Luhut ingin mengarahkan Indonesia memanfaatkan potensi pariwisata sebagai kepulauan terbesar di dunia. Estimasinya, ada U$D 1,33 triliun yang bisa digapai dari sektor pariwisata maritim.

Hal yang dirasa sangat masuk akal mengingat capaian devisa dari Pariwisata sudah ada di posisi nomor dua setelah sektor Minyak Sawit. Sektor ini diperkirakan akan menjadi penghasil devisa nomor 1 pada 2019.

"Indonesia pastinya memiliki banyak potensi wisata maritim yang amat potensial. Keindahan khas tropis yang memukau, kekayaan budaya, dan beragamnya aset bahari di negara kita jika dikelola dengan baik pasti akan memberikan efek positif yang sangat luar biasa besarnya," jelasnya.

Seirama dengan Menko Luhut, Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut menyambut baik dua kapal KRI yang berlayar langsung ke Sabang. Event yang digelar 28 November-5 Desember 2017 itu diyakini bakal heboh.

"Kehadiran dua KRI Indonesia itu tentunya akan menjadi atraksi tersendiri di sana. Terlebih ada ratusan kapal yang hadir di sana. Jadi tunggu apalagi. Ayo ke Sabang," kata Arief.

Arief sendiri direncanakan akan memantau langsung persiapan Sail Sabang, Selasa (21/11/2017). Dari mulai Pelabuhan Balohan, Bandara Iskandar Muda, Pelabuhan Ulee Lheue, hingga rakor yang akan dilakoni secara maraton selama dua dua hari ke depan.
"Saya akan pastikan semuanya berjalan baik. Akan terus dikawal. Even inilah yang menjadi penabuh dimulainya jalur Sabang-Phuket-Langkawi. Arahnya ke percepatan," ujar Arief.

Persis H-7 Sail Sabang 2017, Arief bakal meninjau persiapan fisik Sail Sabang itu. Arief akan melihat CT-3, terminal cruise yang akan dijadikan lokasi utama sail. Termasuk merasakan penyeberangan dari Banda Aceh ke Pulau Weh.

Sesmenpar Ukus Kuswara bahkan sudah berada di Banda Aceh dan langsung ke Sabang. "Saya akan menghitung waktu tempuh, kapasitas akomodasi, sampai run down acara puncak," kata Ukus Kuswara. (adv/adv)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads