Ditemani Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Arief melakukan peninjauan pada Selasa (21/11/2017). Pertama ia melakukan inspeksi di Bandara Iskandar Muda dengan didampingi Kepala Bandara Yos Suwagiyono. Ia melihat langsung kesiapan Bandara dan segala fasilitas pendukungnya sebagai pintu masuk bagi pendukung dan wisatawan Sail Sabang 2017.
Ukus mengungkapkan site visit ke bandara juga dilakukan demi memastikan penambahan frekuensi penerbangan dari airlines selain Garuda Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Arief juga melakukan kunjungan ke Pelabuhan Ulee Lheue dan selanjutnya ke Pelabuhan Balohan. Kedua pelabuhan ini menjadi bagian penting karena dua akan banyak berperan dalam kesuksesan Sail Sabang 2017, yakni menjadi lokasi tambat peserta reli maupun kapal-kapal lainnya.
"Menpar akan memastikan berbagai fasilitas sarana tambat (mooring buoy) dan penyediaan fasilitas mobile lavatory untuk yachties di Teluk Sabang di posisi yang berdekatan dengan lokasi tambat/mooring kapal yacht," jelasnya.
Kemenpar juga memastikan mekanisme refueling BBM dan air bersih pada saat yacht tambat di Teluk Sabang. Selain itu, memastikan solusi perpanjangan izin tinggal dapat dilakukan lebih dari 14 hari sebelum visa habis.
"Ketentuan batas waktu perpanjangan izin tinggal paling cepat 14 hari sebelum visa habis, tentu menjadi kendala bagi wisatawan mengingat aktivitas mereka di laut," lanjutnya.
Hal ini tentunya diharapkan untuk dapat terus disosialisasikan bersama dengan Ditjen Imigrasi. Terkait kemudahan penanganan wisatawan yacht di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) di Sabang.
Setelah meninjau dua pelabuhan, Arief dan rombongan akan bergerak menuju Teluk Sabang atau Pelabuhan CT3 yang menjadi lokasi puncak penyelenggaraan Sail Sabang 2017. Di sini Kemenpar memastikan segala persiapan dan loading peralatan serta instalasi hal pendukung lainnya untuk sudah mulai dipasang.
"Menpar juga akan memastikan seat capacity melalui transportasi laut dan juga akomodasi. Serta yang tidak kalah penting adalah untuk promosi, publikasi, dan dokumentasi," katanya.
Bagi Arief, pelaksanaan Sail Sabang 2017 sangat penting karena menjadi pintu masuk dalam mewujudkan mimpi besar Sabang sebagai destinasi yacht kelas dunia.
"Saya akan pastikan semuanya berjalan baik, akan terus dikawal. Event inilah yang menjadi penabuh dimulainya jalur Sabang-Phuket-Langkawi, yang saya sebut Golden Triangle SaPhuLa," ujarnya.
Ia mengatakan Sabang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena potensi alam dan lokasinya yang strategis. Sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise) maupun kapal yacht dari mancanegara.
"Di kalangan wisatawan penggemar marine tourism, Sabang dikenal sebagai destinasi favorit karena para traveler bisa melakukan berbagai aktivitas, antara lain diving, snorkeling, fishing, sun-beaching, dan kegiatan wisata bahari lainnya dengan spot-spot yang menarik," katanya. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh