Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Des 2019 00:00 WIB

ADVERTORIAL

Awas! Ini Risiko Menggunakan PayLater Traveloka di Zaman Sekarang

Advertorial
detikTravel
Foto: Shutterstock
Jakarta - Hadirnya fitur PayLater dalam kehidupan tentu akan memudahkan kita bertransaksi online. Mengapa demikian? Karena fitur PayLater mengizinkan kita untuk membeli atau menggunakan jasa tanpa membayarnya dulu.

Oleh karena itu, fitur ini dinamakan PayLater yang berarti bayar kemudian. Jika kita pikir-pikir, fitur ini sangat menguntungkan, karena kita bisa membeli tiket pesawat, pesan hotel dan lain-lain tanpa bayar dahulu seperti pada fitur Traveloka PayLater.

Namun, banyak pro dan kontra yang hadir disebabkan oleh fitur ini. Beberapa masalah Traveloka PayLater juga sempat timbul dari masyarakat. Padahal itu bisa kamu hindari jika kamu mengerti dan pahami terlebih dahulu tentang risiko penggunaan fitur PayLater.

Berikut adalah risiko menggunakan PayLater yang harus diketahui:

1. Orang Semakin Konsumtif

Tentu saja dengan fitur ini akan mendorong perilaku konsumtif karena kemudahannya untuk bertransaksi dan pembayarannya belakangan. Karena bisa bayar belakangan, sering sekali kita membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan karena sedang diskon atau harga normal. Itu yang mendorong perilaku konsumtif bagi pengguna.

Tapi kamu tidak perlu khawatir, di PayLater Traveloka, Limit PayLater kamu ditentukan dari transaksi dan aktivitas pembayaran kamu di Traveloka. Jika kamu melakukan lebih banyak transaksi dan melakukan pembayaran PayLater tepat waktu, ada kemungkinan limit PayLater kamu akan dinaikkan hingga Rp 50.000.000.

Jadi nggak perlu takut, karena limit disesuaikan dengan pengeluaran kamu selama ini dan dipastikan tidak akan melebihi dari kapasitas yang bisa kamu bayar.

2. Biaya Tambahan yang Tak Terduga

Untuk pengguna baru fitur PayLater, banyak orang yang tidak menyadari adanya biaya tambahan yang dapat timbul. Biaya tersebut biasanya meliputi biaya subscription, biaya cicilan dan biaya keterlambatan. Oleh karena itu, orang kerap menyesali adanya biaya ini ketika tagihan datang.

Biaya yang tidak disadari itu bisa kamu hindari ketika menggunakan Traveloka PayLater. Karena semua biaya tambahan dari penggunaan fitur PayLater Traveloka sudah tertera secara transparan dan detail di website Traveloka sendiri. Ditambah di Traveloka hanya ada dua biaya tambahan yaitu biaya keterlambatan dan biaya cicilan.

Untuk biaya keterlambatan dikenakan ketika kamu telah melewati batas waktu pembayaran sebesar 5% dari total jumlah yang belum kamu bayar. Sedangkan untuk biaya cicilannya adalah 2.14%-4.78% per bulan (flat) jika kamu membagi pembayaran kamu hingga maksimum 12 bulan. Pada masa promosi, diskon untuk biaya cicilan mungkin tersedia (Syarat & Ketentuan berlaku).

3. Arus Kas Terganggu

Seperti yang disebutkan sebelumnya, menggunakan PayLater akan timbul adanya biaya tambahan seperti biaya keterlambatan dan biaya cicilan. Selain itu, budgeting yang sudah kamu atur sebelumnya terpakai untuk bayar tagihan PayLater. Hal itu juga dapat menimbulkan risiko gagal bayar yang tinggi.

Untuk menanggapi hal di atas, arus kas kamu dapat terbantu dengan adanya cicilan PayLater di Traveloka. Dengan itu, budget kamu tidak akan terkuras di satu bulan saja. Selain itu, Traveloka pun juga menyediakan beberapa promo potongan bunga cicilan PayLater. Ditambah adanya fitur pengingat di PayLater dan kamu juga bisa reschedule waktu pembayaran kamu dengan mudah di Traveloka.

4. Tunggakan PayLater Dapat Mengganggu Reputasi Kredit

Jika kamu mempunyai riwayat telat bayar PayLater Traveloka, tentu saja akan berdampak kepada BI checking. Karena macet atau tidaknya pembayaran kamu akan terlihat jelas di BI checking. Hal itu akan mempengaruhi reputasi kredit kamu. Akibatnya kamu akan lebih susah untuk mengajukan kredit lainnya seperti untuk rumah atau kendaraan.

Untuk menghindari hal itu, pastikan kamu selalu membayar tagihan PayLater kamu tepat waktu dengan memanfaatkan adanya fitur pengingat dan cicilan di Traveloka PayLater. Hal itu dapat mempertahankan reputasi kredit kamu yang bagus.

5. Adanya Gestun atau Gesek Tunai

Tidak terlepas dari kasus Traveloka PayLater tentang adanya peretasan identitas yang terjadi pada pengguna, ketika melakukan transaksi online, sudah pasti akan menimbulkan risiko gestun.

Gestun adalah usaha untuk mencairkan dana atas pembelian yang dilakukan dengan PayLater. Aktivitas ini sudah pasti dilarang oleh Bank Indonesia dan OJK karena sering berujung pada pinjaman bermasalah dan kerugian materiil.

Tidak perlu khawatir, karena hal tersebut tidak perlu menjadi masalah Traveloka dan pengguna, karena Traveloka sendiri telah menerapkan keamanan berlapis seperti:

- Notifikasi login
- Autentikasi dua faktor
- Autentikasi biometrik
- Verifikasi KTP
- Dan Traveloka Secret Code.

Setelah memahami risiko penggunaan PayLater di atas serta cara untuk menghindarinya, kamu sudah nggak perlu takut untuk menggunakan PayLater Traveloka.

Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya kepuasan pengguna lewat testimoni PayLater Traveloka di website Traveloka. Setelah merasakan keuntungannya, kamu bisa meninggalkan review Traveloka PayLater juga, lho! Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Traveloka lewat sini. (adv/adv)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA