Bayangan kami pertama kali mendengar akan menginap di cottage saya kira akan seperti bungalow yang ada di Pulau Bangkaru atau lebih indah dari itu tapi ternyata tidak. Pulau Palambak selepas tsunami tidak lagi terurus bangunannya hanya tinggal tiga buah cottage yang tersisa, satu untuk kami menginap satu buat restoran dan satu lagi untuk Pak John dan istrinya yang menjaga dan mengoperasikan pulau ini. Tak ada listrik disini tapi sinyal telpon masih bisa karena jarak pulau ini dengan Pulau Balai lumayan dekat. Tapi tak apalah kami tak memikirkan itu yang penting pantai ini sepi tak ada orang lain selain kami jadi berasa di pulau pribadi.
Ketika malam menjelang tak ada aktifitas lain yang bisa kami lakukan hanya bisa berdoa agar besok harinya tidak hujan dan bisa menikmati pasir putih sambil bermain kayak dan snorkeling dipinggir pantainya. Untuk mengantisipasi nyamuk tempat tidur kami ditutup kelambu membuat malam kami semakin romantis alias kami semakin cepat tidur karena tidak sabar menunggu esok hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal