Dari keindahan yang diberikan, masyarakat sekitar Danau pun dapat hidup dan beraktivitas. Baik memanfatkan sisi pariwisata, pertanian, nelayan, potensi wisata danau, budaya, sejarah dan sebagainnya. Berdasarkan pengalaman selama berada si Pulau Samosir maupun di sekitaran Danau Toba, tim ACI Sumatra Utara 2 merasakan aura keindahan dan kedamaian bila sedang termenung memandangi Danau Toba, khusunya pada pagi hari. Suasana pagi membuat kami selalu merindukan, menginginkan untuk berlama-lama di tepi Danau memandang serta merasakan betapa indahnya tempat ini.
Udara dan suasana. Ya, kedua hal ini yang membuat kami akan selalu ingin kembali untuk merasakannya. Kedua hal diatas juga tidak mungkin kita dapatkan di kota-kota besar, yang selalu padat dengan semua aktivitas masing-masing orang yang ada didalamnya. Vegatasi yang masih alami, hewan-hewan yang ada didalamnya membuat cirri khas tersendiri bagi Danau Toba. Seperti ketika tim mendarat di Prapat dan harus menuju Batu Gantung dengan menggunakan speed boat menyusuri Danau dan merasakan hempasan angin diwajah kami, semakin menegaskan bahwa kami telah jatuh cinta kepada Danau Toba. Pagi hari di Tuk-Tuk pun tidak kalah indahnya, dilihat dari Tabo Cottage Danau Toba mempunyai sisi indahnya tersendiri dengan banyaknya bukit dipinggir dan penginapan bagi tamu yang berkunjung. Begitu pula pada saat tim berada di Pangruruan dan Balige yang masing-masing dapat menampilkan sisi indah dari Danau Toba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran