Pulau Biak dan pulau-pulau sekitarnya berada di tengah perairan Teluk Cendrawasih yang dalam. Sering disebut-sebut sebagai teluk terluas di Indonesia, Teluk Cendrawasih menghadirkan sensasi tersendiri bagi penyelam yang rela bersusah payah menyambanginya.
Contohnya, sepanjang pesisir selatan pulau ini dijaga oleh sebuah wall dan drop off yang memanjang dari barat hingga ke timur. Wall menembus kedalaman hingga ratusan meter, walau tentu saja belum ada yang pernah membuktikannya. Hari ini 13 Oktober 2010, tim Unyu Penyu Papua 1 menyaksikan sendiri air biru gelap tak berkesudahan membentuk dasar laut imajiner di bawah wall di perairan lepas Desa Opiaref. Entah berapa dalam dasar wall ini. Walau visibility mencapai 30m, mata kami tak mampu menembusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kedalaman 5 meter, dasar laut berubah menjadi wall tegak lurus sembilan puluh derajat. Lima meter pertama diisi soft coral seperti dendryonephtya, crinoid dan anemone berwarna-warni. Tunicate kuning biru mengisi sela-selanya. Black coral terlihat di beberapa tempat. Turun lima meter lagi, seafan berukuran seluas dua lembaran koran melambai-lambai mengikuti arus pelan yang menyenangkan. Barrel sponge dan whip coral banyak ditemukan.
Lebih dalam lima meter lagi, 'toko' makin berwarna. Bahkan di beberapa titik terdapat underwater cave yang terlihat menantang untuk dimasuki. Sayang, hari sudah cukup sore dan kami tak membawa senter bawah laut. Padahal, konon di dlamanya banyak hewan-hewan besar seperti ikan Napoleon beristirahat.
Tak terasa, tujuh puluh lima menit kami berada di dalam air. Udara di tank tinggal lima puluh bar. Kami harus pelan-pelan naik walau berat rasanya meninggalkan etalase toko yang nampaknya makin dalam makin menawarkan barang edisi khusus.
Sebuah pengalaman tak tergantikan. Cuci mata dan tanpa harus membawa barang belanjaan - selain foto - pulang ke rumah. Saat safety stop di kedalaman lima meter, tiga ekor ikan Napoleon menyelinap keluar dari ceruk di bawah kami, berenang ke laut biru. Ketiganya sempat melirik nakal, menggoda kami agar kembali turun ke bawah dan kembali bermain bersama mereka.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5