Cuci Mata di Bawah Laut Desa Opiaref
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Endro Catur Nugroho|5772|PAPUA 1|27

Cuci Mata di Bawah Laut Desa Opiaref

- detikTravel
Kamis, 26 Mei 2011 11:00 WIB
Papua - Pernahkah Anda terbayang cuci mata di bawah laut? Melihat barang-barang indah tanpa bisa memilikinya? Di perairan selatan Pulau Biak, Anda bisa melakukannnya. Bukan saja karena 'barang-barang' indah terpajang di depan mata, tapi juga karena kontur alam bawah lautnya.

Pulau Biak dan pulau-pulau sekitarnya berada di tengah perairan Teluk Cendrawasih yang dalam. Sering disebut-sebut sebagai teluk terluas di Indonesia, Teluk Cendrawasih menghadirkan sensasi tersendiri bagi penyelam yang rela bersusah payah menyambanginya.

Contohnya, sepanjang pesisir selatan pulau ini dijaga oleh sebuah wall dan drop off yang memanjang dari barat hingga ke timur. Wall menembus kedalaman hingga ratusan meter, walau tentu saja belum ada yang pernah membuktikannya. Hari ini 13 Oktober 2010, tim Unyu Penyu Papua 1 menyaksikan sendiri air biru gelap tak berkesudahan membentuk dasar laut imajiner di bawah wall di perairan lepas Desa Opiaref. Entah berapa dalam dasar wall ini. Walau visibility mencapai 30m, mata kami tak mampu menembusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untunglah, bukan itu yang kami cari. Yang di depan mata kami lah yang justru lebih menarik. Wall sepanjang dive spot ini bentuknya unik. Ia terlihat 'halus' tanpa banyak bongkahan karang menutupinya. Banyak terumbu yang menutupi wall ini, namun dilihat dari jauh ia lebih mirip sebuah dinding bata yang ditumbuhi jamur-jamur raksasa berwarna-warni. Itulah yang membuat kami terasa seperti window shopping di sebuah toko serba ada.

Di kedalaman 5 meter, dasar laut berubah menjadi wall tegak lurus sembilan puluh derajat. Lima meter pertama diisi soft coral seperti dendryonephtya, crinoid dan anemone berwarna-warni. Tunicate kuning biru mengisi sela-selanya. Black coral terlihat di beberapa tempat. Turun lima meter lagi, seafan berukuran seluas dua lembaran koran melambai-lambai mengikuti arus pelan yang menyenangkan. Barrel sponge dan whip coral banyak ditemukan.

Lebih dalam lima meter lagi, 'toko' makin berwarna. Bahkan di beberapa titik terdapat underwater cave yang terlihat menantang untuk dimasuki. Sayang, hari sudah cukup sore dan kami tak membawa senter bawah laut. Padahal, konon di dlamanya banyak hewan-hewan besar seperti ikan Napoleon beristirahat.

Tak terasa, tujuh puluh lima menit kami berada di dalam air. Udara di tank tinggal lima puluh bar. Kami harus pelan-pelan naik walau berat rasanya meninggalkan etalase toko yang nampaknya makin dalam makin menawarkan barang edisi khusus.

Sebuah pengalaman tak tergantikan. Cuci mata dan tanpa harus membawa barang belanjaan - selain foto - pulang ke rumah. Saat safety stop di kedalaman lima meter, tiga ekor ikan Napoleon menyelinap keluar dari ceruk di bawah kami, berenang ke laut biru. Ketiganya sempat melirik nakal, menggoda kami agar kembali turun ke bawah dan kembali bermain bersama mereka.
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads