Memanjakan Diri dengan Pijat Belerang di Pancuran 7

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Muh Heri Suryono|401|JATENG & KEP. KARIMUN JAWA|46

Memanjakan Diri dengan Pijat Belerang di Pancuran 7

- detikTravel
Rabu, 25 Mei 2011 11:15 WIB
Jawa Tengah -

Ketika berpetualang di Purwokerto,memang Pancuran 7 yang terletak di Kawasan Baturraden tidak masuk dalam daftar kunjungan namun di dalam itinerary ada nama Goa Sarabadak,yang ternyata sedang ditutup untuk sementara waktu karena longsor.


Karena masih penasaran dengan tempat tersebut kami membeli tiket Wanawisata Baturraden,senilai Rp 12.500 per orang, setelah menempuh jalan yang berkelok kelok dengan pemandangan di kanan dan kiri hutan pinus dan hutan damar di lereng Gunung Slamet dengan jarak kurang lebih 4 Km, tibalah kami di gerbang pintu masuk Pancuran 7 dan Goa Sarabadak,saya bertanya ke penjaga loket dan djelaskan kalau letak Goa Sarabadak cuma sekitar 100 m dari Pancuran 7, Goa ini terkenal karena disini kita dapat menikmati kesegaran air hangat dan dingin dengan bebatuan warna keemasan yang menakjubkan. Sementara pancuran 7 sendiri terletak dibawah dilereng bukit,dan untuk menuju kesana dari pintu masuk kita harus turun bukit melalui tangga yang curam,kurang lebih sejauh 200 M.

Sampailah kami di Pancuran 7,Pancuran ini tingginya mungkin tidak lebih dari 1 meter dan bentuknya lebih seperti aliran air yang dibuat oleh manusia. Tapi ternyata bebatuan yang dialiri air panas itu asli bentukan alam dan dengan warnanya yang hijau oranye itu mengalir air yang panas.saat terkesima dengan bentukan alam yang indah itu tiba tiba saya ditawari oleh seorang pria paruh baya untuk pijat belerang,cukup dengan Rp 10.000 saja atau kalau mau menambah pijatan di tangan kita cukup menambah Rp 5000 saja,karena kaki sudah pegal ketika berjalan menuruni bukit. Akhirnya saya mencoba pijat belerang.Dengan duduk di atas kursi bambu,kulit tangan dan kaki yang diluluri belerang kemudian mulai dipijat oleh bapak itu, setelah kurang lebih 15 menit dipijat akhirnya kaki menjadi halus dan pegal-pegal yang kurasakan juga hilang.


Setelah dipijat kemudian saya menuruni jalan setapak dan melihat Goa Sarabadak yang memang benar benar masih ditutup, namun tidak jauh dari situ ada juga Goa Salirang,sayang karena sudah menjelang sore kami tidak sempat mengeksplor Goa ini.


kemudian kami kembali naik ke atas bukit menyusuri tangga tadi untuk menuju ke parkiran mobil,lain kali pengen mencoba kembali pijat belerang dan kembali berpetualang disini.
(gst/gst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads