Dengan menggunakan perahu kelotok dan melewati jalur sungai selama kurang lebih 4 jam, akhirnya kami sampai di lokasi konservasi Orangutan yang. pertama kali didirikan tahun 1971 di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang lebih dikenal dengan Camp Lakey. Camp Lakey sendiri didirikan oleh Dr.Birute Mary Galdikas seorang peneliti Orangutan asal Kanada dan suaminya Rod Brindamour. Sebagai apresiasi kepada dosennya Louis Lakey yang telah memberikannya tempat penelitian di TNTP ini, Dr.Birute menamakan tempat konservasi ini dengan nama Camp Lakey. Selain Camp Lakey sebenarnya ada beberapa lokasi konservasi Orangutan yang ada di Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki luas kurang lebih 400.000 hektare ini. Hanya saja dibanding Tanjung Harapan dan Pondok Tangui, Camp Lakey ini lebih awal didirikan.
Sesampainya di Camp Lakey, ternyata sudah banyak perahu kelotok lain yang berlabuh disana. Jelas saja banyak yang datang, ternyata waktu kedatangan kami bertepatan dengan 'feeding time' atau waktu pemberian makan Orangutan yang biasa di lakukan setiap pukul 14.00 WIB. Dan waktu ini adalah waktu yang tepat apabila kita ingin melihat lebih dekat beberapa Orangutan yang ada di Camp Lakey ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serunya kunjungan wisata kami kali ini juga terlihat dari antusias pengunjung lain yang mayoritas adalah wisatawan asing yang sangat terhibur ketika melihat kelakuan-kelakuan Orangutan yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan manusia. Berebut makanan, bergelantungan sambil membawa banyak makanan untuk melindungi makanannya bahkan ada juga yang berani mendekati pengunjung dan berusaha mengambil bag yang ada di punggungnya, semua pengunjung pun tertawa ketika Orangutan tersebut pintar membuka resleting bag, dan bisa membuka botol air mineral yang ada didalamnya lalu kemudian meminumnya. Wuiih..sebuah tontonan yang sangat alami dan bukan rekayasa.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok