Moment Penting Di Taman Nasional Tanjung Puting
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

M.Yusuf Simatupang|11021|KALTENG & KALSEL|48

Moment Penting Di Taman Nasional Tanjung Puting

- detikTravel
Rabu, 25 Mei 2011 13:15 WIB
Kalimantan Tengah - 14 Oktober 2010 merupakan hari ke-4 kami Petualang Tim 20 menelusuri keindahan Kalteng dan Kalsel. Dan yang kali ini kami kunjungi adalah destinasi terpenting dalam petualangan kami ke daerah yang sangat kaya akan alam hutan ini. Karena sesuai dengan itenarary yang ada, kami akan mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting untuk mengenal lebih dekat tentang Orangutan yang menjadi pemikat banyak wisatawan untuk datang ke Kalimantan ini.

Dengan menggunakan perahu kelotok dan melewati jalur sungai selama kurang lebih 4 jam, akhirnya kami sampai di lokasi konservasi Orangutan yang. pertama kali didirikan tahun 1971 di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang lebih dikenal dengan Camp Lakey. Camp Lakey sendiri didirikan oleh Dr.Birute Mary Galdikas seorang peneliti Orangutan asal Kanada dan suaminya Rod Brindamour. Sebagai apresiasi kepada dosennya Louis Lakey yang telah memberikannya tempat penelitian di TNTP ini, Dr.Birute menamakan tempat konservasi ini dengan nama Camp Lakey. Selain Camp Lakey sebenarnya ada beberapa lokasi konservasi Orangutan yang ada di Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki luas kurang lebih 400.000 hektare ini. Hanya saja dibanding Tanjung Harapan dan Pondok Tangui, Camp Lakey ini lebih awal didirikan.

Sesampainya di Camp Lakey, ternyata sudah banyak perahu kelotok lain yang berlabuh disana. Jelas saja banyak yang datang, ternyata waktu kedatangan kami bertepatan dengan 'feeding time' atau waktu pemberian makan Orangutan yang biasa di lakukan setiap pukul 14.00 WIB. Dan waktu ini adalah waktu yang tepat apabila kita ingin melihat lebih dekat beberapa Orangutan yang ada di Camp Lakey ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kami pun mempercepat langkah kami agar tidak kehilangan moment penting ini. Ditengah perjalanan kami menuju lokasi feeding kami mendengar sahutan Ranger atau penjaga Taman Nasional ini untuk memanggil para Orangutan. Seperti di film Tarzan, Orangutan pun berdatangan setelah mendengar sahutan itu. Ops, tapi langkah kami seketika berhenti, karena Orangutan yang bernama 'Unyuk' dan bayinya mendahului langkah kami untuk menuju lokasi feeding tersebut. Kamipun menguntit si 'Unyuk' untuk menuju lokasi feeding, hingga akhirnya kami sampai dilokasi feeding dan melihat banyak sekali teman-temannya Unyuk yang sudah duluan tiba. Wuiiih..serunya!!!

Serunya kunjungan wisata kami kali ini juga terlihat dari antusias pengunjung lain yang mayoritas adalah wisatawan asing yang sangat terhibur ketika melihat kelakuan-kelakuan Orangutan yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan manusia. Berebut makanan, bergelantungan sambil membawa banyak makanan untuk melindungi makanannya bahkan ada juga yang berani mendekati pengunjung dan berusaha mengambil bag yang ada di punggungnya, semua pengunjung pun tertawa ketika Orangutan tersebut pintar membuka resleting bag, dan bisa membuka botol air mineral yang ada didalamnya lalu kemudian meminumnya. Wuiih..sebuah tontonan yang sangat alami dan bukan rekayasa.
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads