Napak Tilas Savana Bromo
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Napak Tilas Savana Bromo

- detikTravel
Selasa, 08 Nov 2011 20:49 WIB
Indonesia, Jawa Timur, Malang - Akhirnya saya bisa sampai juga ke Gunung Bromo pada Agustus, 2011 lalu, yang bikin adventure-nya semakin berasa adalah ketika saya masih ada di jalur awal saat baru mau mulai menuju ke atas, ke tempat wisata Gunung Bromo. Saya agak lupa nama salah satu jalur alternatif yg saya lewati, seingat saya, mobil saya belok ke arah kanan dari arah Malang memasuki sebuah jalan alternatif menuju gunung Bromo.
Saya start naik pukul 8 malam, saya melewati perkampungan yang benar-benar gelap gulita dan jarak antara satu rumah dan lainnya lumayan berjauhan, kanan-kiri benar-benar gelap sehingga tidak terlihat apa-apa, sesekali saya melihat orang melintas atau bersepeda sendirian di malam gelap itu, berani sekali pikir saya...Saya tidak menemukan satupun toko atau keramaian, malah saya menemukan beberapa serigala yang melintas di pinggiran jalan gelap itu, benar-benar serigala..saya sampai takjub sendiri melihatnya, maklum di kota-kota besar mana ada pemandangan langka seperti itu...sejauh yang saya bisa lihat ternyata kanan dan kiri saya adalah rawa dan sawah. Semakin saya naik terus keatas semakin gelap. Ketika akhirnya saya menemukan penginapan murah dan bersih pada saya merasa agak bodoh karena menolaknya dan memutuskan untuk terus lanjut naik ke atas, ternyata perjalanan masih menempuh waktu +/- 2 jam dengan kondisi jalan yg semakin berliku dan hawa dingin yg luar biasa menusuk kulit dan kanan kiri saya ternyata jurang terjal, jadi ibaratnya saya sedang melintasi jalan aspal di tengah jurang tanpa ada pembatas jalan yg safe dan itu benar-benar malam yg sepi..wah itu cukup membuat saya berdoa sepanjang perjalanan :)
Seluruh penginapan yang ada ternyata full total, bukan oleh turis domestik tapi justru dipenuhi bule-bule jerman yang datang menggunakan mobil jemputan, akhirnya saya menyewa guest house yg ditawari oleh para calo warga disana seharga 300ribu rupiah, guest house saya di pinggir jalan di bawah hotel cemara indah, yg paling miris adalah keesokannya baru tau kalo harga sebenarnya cuma 75ribu per malam,,,cipoa banget ya itu calo, keki jg klo inget..tp ga masalah sih yg penting bisa tidur tapi jangan berharap bisa mandi, mau disediakan air bersih pun saya tidak akan mandi karena itu adalah udara terdingin yg pernah saya rasakan seumur hidup saya, brrrr,,,sempat dilewati hawa belerang yg menyengat yg sukses membuat saya batuk-batuk dan sesak napas, tapi untungnya itu cuma sebentar saja..ya anggaplah ucapan selamat datang ;P
Keesokan harinya sekitar pukul 8 pagi saya mulai jalan menelusuri gunung dan savana nya, savana itu gurun pasir yang amat luas yg harus kita lewati jika kita mau sampai ke gunung Bromo dan Batok, saya tempuh dengan berjalan kaki, itu sih gila bangettt, saya sukses mutung karena saya ga prepare apa2, cuma pake celana pendek plus jaket sandal jepit pula,,,puanassseee gila2an tapi ga terlalu berasa karena tersamarkan oleh hembusan udara di gunung yang tetap dingin..Sebenarnya bisa saja kita menyewa jeep seharga 300ribu untuk smpai ke seberang, tapi saya pikir itu akan sia-sia karena ga bisa menikmati gurun pasir tepatnya gurun debu vulkanik deh, benar2 tertutup debu vulkanik semua akibat letusan gunung bromo kira-kira setahun lalu, tanaman semua layu dan rusak, padahal sebelum Bromo meletus, pemandangan disana aduhai banget, tanaman segar dimana2...Oh iya di tengah2 gurun itu terdapat pura kecil, pura itu digunakan suku setempat yaitu suku Tengger untuk melaksanakan ritual adat mereka yaitu upacara kasadha yang rutin mereka lakukan setiap bulan suroh, upacara terbuka bebas bagi siapapun yg ingin melihatnya dan itu tentu menjadi sasaran para turis, sayangnya ketika kesana upacara itu baru akan dilaksanakan 2minggu kemudian, sayang sekali saya ga bisa lihat langsung deh...
Karena sudah lelah berjalan jauh di tengah gurun itu saya gak kuat lagi untuk menaiki gunung Bromo yg medannya sangat menanjak dan semua akses jalan tertutup pasir yang semakin siang semakin panas, saya cuma kuat naik setengah perjalanan kemudian saya turun lagi,,lain waktu saya pasti akan naik sampai ke puncak :D
Saya balik ke seberang menggunakan ojek motor, ada sih ojek kuda tapi muahal bo...badan saya,jaket, celana, rambut, kaki saya semuanya tertutup abu vulkanik akibat nekat jalan melewati savana ganas nan indah itu, tapi saya tidak menyesal karena itu pengalaman yg keren banget buat saya :D
Di perjalanan pulang sekitar pukul 13.00 siang barulah saya bisa melihat jalanan semalam yg saya lalui, ternyata memang benar-benar indah!!!, jurang2nya, pohon-pohon pakunya, pinus, dsb pemandangannya gak akan terbayar oleh apapun, really2 excited dehhhh....
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads