Untuk mencapai kawasan gunung Ijen memang tidak mudah, selain letaknya yang tidak selalu dilalui angkutan umum, jalanan menuju kawasan gunung Ijen pun masih dalam perbaikan.Saran saya bila anda hendak ke Kawasan Ijen adalah menggunakan kendaraan pribadi atau mencoba hitch-hike seperti yang saya lakukan bersama seorang rekan dari Polandia.
Keindahan kawah ijen sungguh luar biasa, saya belum pernah melihat keindahan seperti ini sebelumnya,terlebih bila anda mendaki ke kawah Ijen pada sore hari, Mentari sore dengan gagah akan menyambut anda, memanjakan mata anda, menciptakan ke-elokan yang mengagumkan
Ditengah segala keindahan tersebut ada sedikit hal yg mengganggu, Sebuah pemandangan yg sungguh menggugah nilai kemanusiaan. Melihat para pekerja tambang yg membawa turun belerang seberat 60-70 km dengan alat panggul mereka yg sangat sederhana, tak terbayang betapa berat hidup mereka. Bukankah saat ini teknologi pertambangan sudah sedemikian maju sehingga menurut saya hal ini tak perlu lagi terjadi. sungguh memilukan. dengan penerapan teknologi para penambang yang sebelumnya bekerja menjadi pembawa material sulfur bisa dibina menjadi pengerajin souvenir atau bahkan menjadi tur guide bagi para wisatawan yang hendak mendaki gunung Ijen.
Selain bisa meningkatkan volume produksi sulfur, penerapan teknologi bisa menjadi statement pada wisatawan asing bahwa INDONESIA adalah negara yg mampu menempatkan pariwisata dengan teknologi secara harmonis
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong