Chinese Garden adalah salah satu taman kota di Negeri Singa itu. Letaknya di pinggir keramaian Singapura. Anda bisa mencapainya dengan MRT dan turun di Stasiun MRT Chinese Garden. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki membelah lapangan rumput sejauh 400 meter.
Jalan tembus dari stasiun MRT ini sebenarnya adalah gerbang belakang dari Chinese Garden. Namun sambutannya tidak kalah ciamik. Saat detikTravel berkunjung Sabtu (14/1/2012) lalu, ada jembatan merah yang menjadi simbol keberuntungan, dan Pagoda setinggi 7 lantai yang indah menjulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjutkan langkah kaki Anda dan berjumpalah dengan danau cantik yang dikelilingi sejumlah bangunan berarsitektur oriental. Semua hiruk pikuk Singapura pun luruh di Chinese Garden. Yang ada hanyalah ketenangan dan suasana asri.
Di sekitar danau ada Stone Boat House, bangunan menyerupai perahu besar. Ada juga Tea House Pavilion, tempat minum teh di pinggir danau bersuasana romantis. Di belakang danau, ada Garden Courtyard, salah satu bangunan utama di Chinese Garden. Garden Courtyard adalah bangunan pertama yang Anda temui jika masuk dari gerbang utama.
Chinese Garden masih memiliki tempat-tempat cantik lainnya. Jangan lewatkan Pagoda kembar di sisi utara, Bonsai Garden, Museum Kura-kura di tengah taman dan Japanese Garden di sisi selatan taman.
Dengan segala keindahan ini, Anda dapat menikmatinya tanpa harus merogoh uang. Chinese Garden gratis untuk Anda nikmati, kecuali Bonsai Garden dan Museum Kura-kura. Bonus tambahannya, menjelang Imlek ini aneka lampion berbentuk hewan menghiasi berbagai sudut taman. Akan ada perayaan setelah Hari Imlek, pengunjung akan dipungut biaya khusus untuk acara tersebut.
Jika Anda bosan dengan Orchard, Bugis dan Mustafa, sudah tahu dong kemana harus mencari suasana baru di Singapura. Chinese Garden-lah tempatnya.
(gst/gst)










































