Eksotisme Komodo di Pulau Komodo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Eksotisme Komodo di Pulau Komodo

- detikTravel
Selasa, 14 Feb 2012 11:52 WIB
Indonesia, Nusa Tenggara Timur, Labuan Bajo - Komodo adalah sebuah pulau yang terletak Flore Nusa Tenggara Timur. Waktu yang ditempuh menuju pulau komodo adalah 3 jam dari pelabuhan Labuan Bajo. Pelabuhan yang menjadi pintu masuk masyrakat pulau flores dari Bali dan Nusa Tenggara.
Setibanya kami dipulau yang kini menjadi Taman Nasional ini, di sambut oleh Komodo dengan ukuran besar, sedikit takut karena berdasarkan info yang diterima Komodo termasuk hewan berdarah dingin. . Alhamdulillah kami membawa seorang rangger (sebutan bagi – pawang komodo) untuk sekedar mengusir komodo agar kami beserta rombongan dapat masuk untuk melihat dan berkeliling pulau komodo. Tak lama waktu yang dibutuhkan sang rangger untuk mengusir komodo. akhirnya kami dapat masuk juga ke lokasi. Sayang 1 rekan kami, tidak bisa melanjutkan ikut ke dalam pulau karena sedang mengalami datang bulan. Memang ada peraturannya wanita yang sedang haid tidak boleh masuk ke kawasan Pulau Komodo, karena indra penciuman komodo yang tajam dengan darah yang menyebabkannya.
Sesaat memasuki pulau yang hanya dihuni oleh orang-orang yang mendapat tugas dari Kementerian Kehutanan untuk menjaga pulau komodo, tampak gersang karena hanya berupa lumpu-lumpur yang telah mengering dan dikelilingi oleh hutan bakau yang berfungsi menjaga abrasi. Kami mesti berhati-hati serta selalu waspada karena sewaktu-waktu komodo ada disekitar kami. Nah, komodo merupakan hewan dengan tingkat kamuflase yang tinggi. jika tidak berhati-hati wah-wah bisa gawat.

Tibalah kami di posko tempat pengunjung berkumpul untuk menerima pengarahan dari para ranger sebelum menjelajah seantero pulau.

sang ranger menjelaskan luas wilayah pulau komodo, bagaimana jika kita bertemu komodo, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama menjelajah, menggunakan lotion anti nyamuk (karena didaerah ini berupa hutan). memang sy sempat juga menangkap nyamuk yang ukurannya lumayan besar. sang ranger menerangkan sambil menunjukan sebuah alat untuk menjauhkan komodo dari para peserta jika pada saat perjalanan bertemu dengan komodo.
siapkan kayu yang biasa untuk mengusir komodo, gunakan lotion dan tidak ketinggalan air mineral mengingat medan yang dilewati berupa bukit-bukit. perjalanan pun dimulai.
kami melewati sebuah rumah kayu yang difungsikan sebagai dapur. disini banyak sekali ditemukan dengan mudah komodo-komodo yang menanti diberikan makan. namun dari penjelasan sang ranger, komodo-komodo disini tidak diberikan makan mereka harus mencari makanannya sendiri. Komodo dikenal juga sebagai Hewan Cannibal. Tidak jarang ditemukan komodo-komodo bertarung saling memangsa. siapa kuat dia yang memang.

sepanjang perjalanan sang ranger bercerita bagaimana komodo menghidupi dirinya dengan makanan. Komodo yang dikenal sebagai hewan berdarah dingin, memiliki cara yang unik dalam mancari mangsa. Komodo mendekati mangsa dan dengan gigitan kecil or jilatan maka sang mangsa akan mati dalam waktu 2-3 hari. Karena dalam liur komodo mengandung ribuan bakteri yang sangat ganas. bagaimana dengan manusia? pernah ada penjaga terkena gigitan komodo, alhamdulillah ada yang mengetahui langsung saja diberikan antibiotik dengan segera. kata sang ranger.
15 menit perjalanan tibalah kami disebuah bukit yang mencapai kira2 20 meter. istirahat sejenak sambil menemani sang prof ahli komodo dan Asst putri komodo.

Sambil berbincang-bincang dengan Prof. beliau mengatakan kalian yang muda2 nikmatilah dan jagalah alam. nice Advise. lalu saya pun melanjutkan perjalan ke atas bukit. sebelum saya dan rombongan sampai diatas atas dibukit, kami menemukan kembali seekor komodo yang berada dibawah pohon dan diam disemak-semak, sontak kami dan rombongan kaget dan menjauh dari komodo. Alhamdulillah sang ranger cepat tanggap untuk segera mensterilkan wilayah. Subhanalloh, pemandangan yang luar biasa. lokasi ini sering digunakan oleh stasiun TV mengambil gambar dan juga Photografer mengabadikan hasil karya fotonya.

bukan bermaksud narsis atau eksis atau menjadi bintang iklan, gambar ini cuman nunjukin betapa indahnya pemandangan dari atas bukit pulau komodo. well
kita lanjut perjalanan menelurusi bukit lalu turun menuju sebuah tempat dimana para komodo menyimpan telurnya. sepanjang perjalanan sang ranger bercerita tentang bagaimana komodo menyimpan telurnya dan menjaganya dari serangan. Komodo yang juga merupakan hewan kamuflase, membuat beberapa lubang untuk menyimpan telurnya sampai nantinya lahir bayi-bayi komodo. saat melihat kelokasi ada sekitar 5 lubang. 3 dibagian depan dan 2 dibagian belakang. Sang ranger pun tidak bisa memberikan informasi terkait keberadaan dimana telur itu berada. ” saya gak tau yang ada telurnya yang mana, karena kalo kita bongkar sarangnya bakal kena undang-undangnya” ujarnya.

kami melanjutkan perjalanan untuk kembali ke pos dimana kami memulai perjalanan. ditengah-tengah perjalan kami menemukan seekor bayi komodo yang berukuran kurang dari 10 cm. biarpun terlihat mungil namun perlu hati-hati. Suatu pengalaman yang tak terlupakan bisa mendatangi pulau ini. setelah saya dan peserta lain selesai berkeliling kami melanjutkan perjalanan terkahir dengan menikmati keindahan pantai yang terletak di pulau bidadari yaitu snorklingggg…..

sampai jumpa dicerita-cerita berikutnya.
(gst/gst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads