Jika berjalan ke sebelah timur Sala Chalerm Krung Royal Theatre di Kota Bangkok, Thailand, Anda akan menemukan toko-toko tua berjejer sepanjang jalan. Tepatnya di Jalan Burapha, terdapat 80 toko yang menjual aneka senjata api serta aksesorinya!
Jalan ini merupakan pusat perdagangan senjata di Thailand. Legal? Tentu saja! Mayoritas toko telah beroperasi lebih dari 40 tahun, dan siapa pun bisa masuk ke dalam sana. Yang membeli senjatanya sudah tentu warga lokal, juga para ekspatriat yang bekerja di Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itulah, walaupun pusat perdagangannya berada di tengah Kota Bangkok, mayoritas pembelinya tinggal di pedesaan. Mereka sadar, senjata api tetaplah berbahaya.
Senjata api asal Amerika adalah yang paling terkenal, lebih laku dijual dibandingkan senjata api Eropa dan China. Bisa dikoleksi, aksesorinya mudah didapat, juga mudah dibeli dan mudah dijual kembali.
Di Thailand, senjata api adalah barang mewah. Sama halnya dengan mobil atau tas Hermes bagi wanita. Namun pada hakikatnya, Thailand bukanlah negara produksi senjata api. Semua senjata api adalah hasil impor dari luar negeri. Bisa ditebak, para pembelinya juga pasti dari kalangan menengah ke atas.
"Namun, tak banyak orang asing yang membeli senjata ini di Thailand karena harganya yang sangat mahal, dibandingkan Amerika Serikat dan negara lainnya," tutur Polpatr Tanomsup, Humas Internasional The Firearms Association of Thailand dalam situs cnngo.com, edisi Senin (2/1/2012) silam.
Lalu, apakah senjata api ini bisa jadi oleh-oleh bagi para turis?
Sayangnya tidak. Ada prosedur yang cukup panjang ketika Anda ingin membeli senjata api, mulai dari keterangan tempat tinggal hingga surat khusus dari tempat kerja. Intinya, Anda harus berdomisili di Thailand dan punya cukup uang untuk perawatan senjata api.
Tapi jangan kuatir, Anda bisa membeli pegangan senjata api berbahan kayu yang merupakan salah satu suvenir paling khas di Thailand. Selain itu, sarung senjata api berbahan dasar kulit juga dijual dengan harga cukup murah yaitu 1.000 Baht (sekitar Rp 30.000).
Selain kedua benda itu, Anda juga bisa membeli berbagai aksesori senjata api dan produk pembersih. Selama bukan bagian dari senjata api, Anda bisa membelinya sesuka hati!
(gst/gst)











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan