dari fajar ia terus mengayuh jukungnya dari sungai gampa hingga sungai pasar lama dan kembali lagi ke sungai gampa memenuhi kebutuhan warga yg setiap hari menanti kehadiran jukungnyaβ¦
pengasilannya tak seberapa jika dibanding otot2 tangan yg terus bekerja dan terik mentari kala siang menyapa wajah air dan membuat silau matanyaβ¦dari fajar hingga menjelang sore baru ia pulang..wajahnya coklat terbakar matahariβ¦rupiah yg dikumpulkannya ia gunakan untuk membiayayi anaknya yg kini sudah duduk di bangku sekolah menengah atasβ¦anak lelakinya pun diajarkan kegigihanβ¦mengayuh jukung setiap pagiβ¦mengalahkan rasa malu krn harus naik jukung pergi ke sekolah yg letaknya di Kota Banjarmasin yg remajanya terkenal memiliki gengsi tinggiβ¦ya..ya..ya..anak lelaki dan ibunya si penjaja berjukung itu pun masih tinggal di wilayah administrasi Kota Banjarmasinβ¦bukan daerah pedalaman sprti yg kita pikirkanβ¦
sebuah ironi pembangunanβ¦sungai gampaβ¦desa tertinggal di wilayah kecamatan banjarmasin utara yg notabena adalah pusat konsentrasi penduduk dan bisnis propertiβ¦tapi justru desa ini yg memberikan warna berbeda dr kota kumuh ini bagikuβ¦keasliannyaβ¦inilah sisa sisa budaya sungai dari kotaku..yg dipandang oleh pembangunan sebagai bentuk βketertinggalanβ. di desa itu ada sebuah sekolah dasar yg murid2nya sangat antusias belajarβ¦setiap pagi murid2 itu menyambut gembira para guru yg selalu terlambat datang mengajar karna sulitnya lokasi sekolah tersebut di laluiβ¦jika dr jalan raya utama mungkin hanya sejauh tiga kilo meter tp waktu tempuhnya bisa mencapai lebih dari setengah jam krn jaland darat yg hanya berupa jalan setapak yg becek dan berlubang lubangβ¦penduduk desa ini lebih memiliih menggunakan jalur sungai yg lebih efisien..begitu pula para guru yg sebagian besar berasal dari daerah di luar desa iniβ¦
Aku hanyut dalam sambutan megah murid-murid Skolah Dasar Ngeri Banua anyar 9 Sungai Sampaβ¦.begitu antusias mereka belajarβ¦berjuta semangat kehidupan aku temukan di tempat iniβ¦semangat untuk maju dan mendapatkan penghidupan yg layak seperti tetangga mereka lainnya yg masih berada dalam satu kelurahan, Banua Anyarβ¦
ini potret negerikuβ¦ini kehidupan kotaku..kota kumuh yg masih menyisakan beribu pengaharapan banyak warga yg merindukan kilau seribu sungainyaβ¦
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'