Pada 21 September 1999 lalu, Taiwan diguncang gempa hebat berkekuatan 7,3 SR. Gempa ini menyebabkan kematian dan kerugian material terbesar sepanjang sejarah Taiwan.
Akibat gempa, puluhan rumah dan bangunan lainnya runtuh. Tetapi di kawasan Wu-Feng, ada sebuah bangunan yang ternyata tidak semuanya runtuh, yaitu Sekolah Kuang-Fu. Untuk mengenang tragedi gempa bumi tersebut, Sekolah Kuang-Fu telah dijadikan museum gempa bumi di Taiwan.
Museum Gempa Bumi Wu-Feng pertama kali dibuka pada tanggal 13 Februari 2001. Museum ini juga lebih dikenal dengan sebutan museum mengenang gempa bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski resmi dibuka pada tahun 2001, seluruh konstruksi bangunan museum ini baru selesai sebagai museum pada tahun 2007. Seluruh bangunan yang telah jadi tersebut meliputi galeri, aula pencegahan bencana dan aula rekam rekonstruksi.
Ruang galeri di Museum Gempa Bumi Taiwan terbagi ada dua bagian, yaitu galeri pendidikan dan galeri foto. Di ruang galeri pendidikan, wisatawan bisa melihat foto tampilan pasca gempa dan setelah perbaikan.
Galeri kedua adalah galeri foto. Di galeri foto, pengunjung disajikan foto kegiatan siswa Sekolah Kuang-Fu dalam bentuk audiovisual. Melalui galeri foto ini, turis diajak seolah-olah berada di Taiwan saat gempa terjadi, dan ikut merasakan kesedihan yang dialami masyarakat Taiwan.
Ruangan lain yang juga harus Anda masuki saat berkunjung ke Museum Gempa Bumi Taiwan adalah aula rekayasa gempa. Aula ini merupakan area pameran yang menyediakan alat peraga anti gempa. Pengunjung bisa melihat rumah yang dibangun secara modern dan didesain secara khusus agar bisa meminimalkan efek gempa. Aula ini juga merupakan sarana pendidikan bagi wisatawan yang datang.
Ruangan yang tak kalah penting untuk dimasuki adalah ruangan pencegahan gempa. Di sini, turis diajarkan bagaimana memberikan perlindungan dan penyelamatan saat gempa terjadi.
Nah, yang paling menarik adalah area rekonstruksi. Area ini menyajikan upaya dan proses rekonstruksi yang dilakukan seluruh warga Taiwan setelah gempa besar tersebut terjadi.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?