Kami tiba di pulau pada pukul 10.00 setelah menempuh 3 jam perjalanan. Kami menginap di sebuah rumah sederhana milik seorang penduduk. Sambil menunggu makan siang, kami beristirahat kemudian berjalan-jalan sebentar di sekitar pulau. Setelah makan siang, barulah kami berangkat ke pantai bergegas untuk snorkling. Kami menempuh waktu sekitar 45 menit ke lokasi snorkling. Setelah tiba di lokasi, rasa tidak sabar selalu menghampiri kami untuk melihat keindahan bawah laut. Maka, segeralah kami 'nyemplung' ke dalam air. Tak Kuasa melihat indah nya dunia bawah laut di Pulau Tidung membuat kami selalu ingin mengabadikannya.
Pada saat snorkling, teman-teman dan saya merasa disengat sesuatu, ternnyata itu adalah ubur-ubur kecil. Namun ubur-ubur itu tidaklah bahaya, melainkan sangat lucu. Setelah 2 jam snorkling, kami memutuskan utuk singgah di Pulau Payung Sambil menikmati buah kelapa.
Hari sudah mulai sore, saat nya kami kembali ke rumah. Pada saat di perjalanan, indahnya sang mentari terbenam terlihat dari perahu kami. Pertanda malam akan segera tiba..
Seampainya di rumah, kami bersiap-siap untuk bakar-bakar ikan di pinggir pantai. Suasana malam di Pulau ini terasa sempurna ketika beberapa penduduk datang untuk berjoin dengan kami. Penduduk Pulau Tidung sangatlah ramah dan murah senyum.
Hari mulai berganti, tiba saatnya matahari kembali membangunkan kami. Agenda kami pada hari ini adalah berkunjung ke Pulau Tidung kecil. Kami berangkat pukul 6 pagi dengan bersepeda. Setibanya disana kami berjalan-jalan di sekitar pantai. Suasana pantai yang tenang dan bersih membuat kami terus inigin mengabadikannya. Kami berjalan menyusuri jembatan tua menuju Pulau Tidung Kecil.
Kami berjalan menyusuri bibir pantai, kami menemukan banyak sekali bintang laut. Kami melihat dua wisatawan asing sedang berkunjung. Ingin sekali kami mengabadikan foto dengan mereka, sayangnya baterai kamera kami sudah habis. Kami kembali ke Pulau Tidung Besar. Di pulau ini ada sebuah jembata yanng kira-kira tingginya 4-5 meter. Seorang teman saya berkata "kurang lengkap rasanya ke Pulau Tidung, kalau belum lompat dari jembatan ini". Awalnya saya merasa takut, tapi karena seorang teman mencoba duluan, saya jadi ikut lompat 'deh'. Awalnya, saya hanya melompat biasa. Rasanya sangat mengerikan dan menghibur. Kedua dan ketiga saya bersalto dari atas, dan rasanya sangat seruuuuu!
Setelah puas kami bermain di pantai, kami kembali ke rumah dan bersiap-siap untuk pulang. Kenangan di Pulau Tidung bersama teman-teman, selalu membuat saya ingin kembali kesana. Walau Tidung hanyalah pulau kecil yang sederhana, segalanya akan terasa mengagumkan ketika saya menemukan ketenangan dan keindahan pantai..
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5