Berawal dari Sebuah Pasar
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Berawal dari Sebuah Pasar

- detikTravel
Jumat, 26 Okt 2012 20:43 WIB
Indonesia, Riau, Pekanbaru -

Asal muasal Kota Pekanbaru tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Masjid Raya Sanapelan. Masjid yang terletak di Kelurahan Bandar, Kecamatan Sanapelan, itu diyakini merupakan wilayah cikal bakal Pekanbaru yang saat ini sudah demikian berkembang.

Di kompleks masjid itulah dimakamkan anggota keluarga Kerajaan Siak yang memerintah wilayah Riau pada abad ke-18. Masyarakat mengenal situs itu sebagai pekuburan Masjid Raya atau Kuburan Raja. Konon, Masjid Raya Sanapelan itu merupakan masjid tertua di Pekanbaru.

Setidaknya terdapat enam makam anggota keluarga Kerajaan Siak di kompleks masjid itu. Termasuk makam Sultan Siak IV Abdul Jalil Alamuddin Syah. Sultan berjuluk Marhum Bukit itu dikenal sebagai perintis berdirinya Kota Pekanbaru.

Di dalam bangunan makam seluas 200 meter persegi di kompleks masjid itu juga terdapat makam putra Sultan Siak IV, yaitu Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Mu'azamsyah yang berjuluk Marhum Pekan dan Syaid Syarif Usman Shabuddin (Marhum Barat). Terdapat pula makam cucu Sultan Siak IV, Tengku Pangeran Kesuma Dilaga.

Namun, berapa jumlah persis anggota keluarga Kerajaan Siak yang dimakamkan di tempat itu tidak diketahui. Yang jelas, sekitar 140 nisan dapat ditemukan di tempat itu.

"Kita tidak tahu ada berapa yang dikubur di kompleks ini tanpa nisan. Yang jelas, saat merenovasi area ini ditemukan banyak tulang-tulang manusia," jelas Dadang, penjaga makam di kompleks masjid itu.

Wilayah Sanapelan sendiri dulunya hanya sebuah ladang dan kemudian berkembang menjadi perkampungan. Pesatnya perkembangan wilayah Sanapelan mulai terjadi ketika Marhum Bukit memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Siak dari Mempura ke wilayah tersebut.

Ia kemudian membangun istana di Kampung Bukit yang berdekatan dengan Kampung Sanapelan. Istana tersebut diperkirakan terletak di sekitar Mesjid Raya sekarang. "Posisi istana tersebut diperkirakan berada di depan Kampung Dalam. Namun saat ini wujud istana tersebut sudah hilang karena terbuat dari kayu," ujar Dadang.

Untuk mengembangkan wilayah pusat pemerintahan, Marhum Bukit kemudian berinisiatif membuat pekan (pasar) di Senapelan. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan putranya, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Mu'azamsyah (Marhum Pekan), di sekitar pelabuhan Sungai Siak yang sekarang dikenal dengan Pelabuhan Pelindo.

Pada Selasa, 21 Rajab 1204 H atau 23 Juni 1784, empat datuk dari empat suku besar (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar, dan Kampar) sepakat mengubah nama Kampung Senapelan menjadi Pekan Baharu yang berarti pasar yang baru.

Selanjutnya tanggal itu diperingati sebagai hari lahir Kota Pekanbaru. Sejak saat itu, sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan wilayah itu mulai dikenal dengan sebutan Pekan Baharu atau dalam bahasa sehari-hari disebut Pekanbaru.
(gst/gst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads