Dimulai perjalanan darat kami dari kota Banjarmasin pukul 16.00 WITA menuju kota Balikpapan - Samarinda. Sesampai di samarinda pukul 09.00 WITA dilanjutkan menuju kota berau tentunya menuju pelabuhan tanjung batu menggunakan mobil sewa selama 1 hari 1 malam. Memang jelas dikatakan ini perjalanan yang sangat melelahkan tapi hal itu terbayarkan dengan indahnya hutan dan pegunungan di bumi kalimantan selatan dan kalimantan timur. Tiba di pelabuhan Tanjung Batu pukul 20.00 WITA kami akan menyeberang menggunakan speedboat menuju Pulau Derawan kurang lebih sekitar 1 jam, dan inilah tempat yang telah dinanti-nanti dalam benak saya setelah menempuh perjalanan darat yang sangat jauh. Walaupun setibanya diwaktu malam hari, namun angin segar pulau derawan sudah terasa dengan ketenangannya yang sangat berbeda dari kesibukan kota. kami pun langsung menuju homestay yang sudah kami sewa dari rumah penduduk sekitar dan langsung membersihkan diri dan beristirahat untuk persiapan besok harinya.
hari pertama di pulau derawan setelah sarapan pagi kami mulai dengan berkeliling menyusuri pulau-pulau yang berada di sekitar pulau derawan yaitu Pulau Kakaban, Pulau Maratua, dan Pulau Sangalaki, serta ada beberapa tempat yang disebut Pulau Gusung atau Pulau Pasir yang muncul pada saat air laut surut saja. Sedikit bercerita di pulau-pulau tersebut ada kesan yang tentu sangat sayang untuk dilewatkan. Dimulai dari pulau maratua, di pulau ini tidak kalah indahnya dengan air laut yang sangat jernih serta terumbu karangnya. kami pun melakukan kegiatan berfoto ria dan snorkling. disini kami menemukan banyak penyu berenang di didasar lautnya seperti pasar bagi para penyu saja yang berenang kesana kemari. setelah sekitar 2 jam di pulau maratua kami melanjutkan ke Pulau Kakaban. Pulau Kakaban memang agak berbeda dari pulau sekitarnya yang merupakan pulau atol yang terbentuk dari ribuan tahun lamanya yang memiliki danau air payau di dalam pulaunya. tidak ada penduduk yang tinggal disini, melainkan hanya tumbuh-tumbuhan flora yang eksotis dan fauna seperti burung dan serangga kecil, dan tidak ketinggalan penghuni yang paling eksotis yang berada di dalam danaunya yaitu ubur-ubur. eeittss tidak perlu takut untuk berenang di danaunya ini, karena ubur-ubur di pulau kakaban ini aman alias tidak menyengat dan sangat bersahabat. betapa menyenangkannya bisa berenang bersama kelompok ubur-ubur. hari mejelang tengah siang hari kami pun berlanjut menuju Pulau Sangalaki, disini air lautnya sangat tenang dan jernih. Pulau Sangalaki merupakan pulau sebagai tempat penyelamatan penyu. disini kami sempatkan untuk berkunjung melihat tempat penetasan telur penyu dan anak-anak penyu yang disebut tukik. setelah dari Pulau Sangalaki kami berlanjut ke gusung atau Pulau tumpukan pasir, di gusung ini jangan harap untuk mencari tempat teduh karena pulau ini hanya terdiri dari tumpukan pasir saja dan hanya muncul pada saat air laut surut. Menjelang sore kami pun kembali ke homestay tempat kami menginap dan melakukan bersih-bersih serta beristirahat.
pada hari kedua, pagi-pagi sekali kami menuju dermaga untuk melihat sunrise ( matahari terbit ) setelahnya melihat keindahan sunrise di pulau Derawan, kami lanjutkan berkeliling pulau dengan berjalan kaki karena tidak begitu begitu luas. di Pulau Derawan ada beberapa tempat bersejarah yakni makam bernisan kepala kuda dan juga ada terdapat sumur tua. setelah berjalan berkeliling pulau derawan kami lanjutkan berenang (snorkling) di dekat dermaga, serta memancing penyu mendekat dengan menggunakan daun pisang, betapa senangnya bisa berenang bersama penyu. terik matahari pun semakin panas kami pun pulang menuju homestay untuk makan siang dan kami lanjutkan di sore hari untuk menunggu sunset (matahari terbenam) di dermaga. hingga malam kami hanya ngobrol-ngobrol dan bermain kartu.
hari ketiga kami memburu wisata kulinernya khas derawan yaitu Tehe-Tehe dan Kima-kima. Tehe-Tehe merupakan hewan laut yang berbentuk bulat seperti bulu babi dengan warna agak kemerahan yang dimasak dengan dibersihkan durinya dan diisi dengan nasi didalamnya. sedangkan kima-kima merupakan sejenis kerang yang besar yang bagian dagingnya dimasak untuk campuran masakan apa saja kebetulan kami dimasakin penduduk sekitar dengan kima-kima tumis pedas, tentunya enak banget. dan tak ketinggalan kami sempatkan untuk bermain banana boat yang pasti sangat seru. hingga malam hari kami isi dengan acara nongkrong di warung sekitar rumah penduduk sambil berbincang-bincang.
hari terakhir, pagi sekali kami harus pulang dengan menuju pelabuhan kota Tarakan dengan jarak tempuh 3 jam menggunakan speedboat. setibanya pukul 10.00 WITA kami langsung menuju bandara untuk pulang ke Banjarmasin (11.45 WITA) melalui transit bandara sepinggan Balikpapan. dan liburan ini menjadi sangat berkesan dan membuat saya terkesima karna telah menikmati keindahan yang begitu sangat menakjubkan.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar