hari pertama penyusuran pantai, debur ombak pantai selatan terdengar bagai nyanyian alam yang mendayu-dayu penuh dengan irama dan nada yang begitu syahdu..
petualangan baru saja dimulai, selama 8 hari ke depan berbagai medan pantai akan dilalui, selama itu juga fisik dan mental akan diuji.
perjalanan dimulai dari muara cilangkahan (sukabumi) sebagai titik awal penyusuran dan akan berakhir di tanjung alang-alang (ujung kulon), total perjalanan mencapai 150km memerlukan waktu sekitar 9 hari berjalan kaki. kira-kira seperti itulah perencanaan yang kami buat selama hampir 1tahun untuk melakukan perjalanan ini. dimulai dari persiapan skill, fisik, dana, perizinan dll. semuanya direncanakan sedemikian rupa, hingga akhirnya kami berada dihari ini, hari pertama penyusuran pantai (ekspedisi segara kidul V).
medan awal masih tampak biasa, dengan medan pantai berupa pasir hitam yang datar, dan hanya beberapa tidal flat (karang datar) yang memecah gelombang di kejauhan.
terik mentari membakar tubuh yang sudah mulai letih, hanya ada garis pantai di depan mata, tampak panjang dan berliku, entah kapan berakhirnya situasi seperti ini. sepertinya kaki sudah enggan untuk melangkah, ditambah dengan pergelangan kaki sebelah kiri yang mulai terasa nyeri, hal ini di akibatkan medan pantai yang miring, sehingga beban tubuh dan peralatan secara otomatis bertumpu pada satu kaki.
namun, semuanya terbayar dengan apa yang ada di depan mata. ombak pantai selatan yang terkenal dengan gelombang tinggi serta batu karang yang menghadang setiap terjangan ombak yang hendak mencapai tepian menjadi hiburan tersendiri.
birunya cakrawala berpadu dengan birunya lautan, menjadi sebuah kesatuan yang harmonis, serasi, seimbang dan penuh makna.
medan yang bervariasi setelah masuk ke kawasan taman nasional ujung kulon menawarkan berbagai petualangan, dimulai dari hutan bakau, hutan belantara, rawa, tebing serta perbukitan menjadi hiburan tersendiri ketika sudah bosan dengan suasana pantai. sesekali harus berenang menyebrang muara yang sangat lebar, serta mempunyai arus bawah yang cukup deras, mampu memacu adrenalin.
terkadang harus merayap pada sisi dinding karang, karena jalur di garis pantai tidak memungkinkan untuk di lalui, karena ombak yang sangat besar begitu kuat menghantam ke tepian.
ketika pasang pun kami terpaksa untuk mencari jalan keluar lain, memotong sudut kompas masuk ke dalam hutan yang cukup lebat. cukup sulit untuk melakukan orientasi atau membidik sudut kompas, karena yang terlihat hanya tanah datar serta hutan yang cukup lebat, tak jarang kami sempat beberapa kali kehilangan orientasi ketika melewati medan hutan rimba.
...
rasa letih kembali menggoda untuk bermalas-malasan, sementara fisik sudah mulai menurun drastis karena perjalanan yang begitu panjang serta menempuh medan yang cukup berat, namun ketika tiba waktu untuk istirahat, senja di ufuk barat menampakkan pesonanya, diiringi dengan tarian gelombang yang menghantam tegarnya karang yang sudah mulai terkikis karena gempuran gelombangnya, pemandangan yang menenangkan jiwa. mampu mengembalikan semangat raga yang mulai pudar.
perjalanan berakhir di tanjung alang-alang, dimana hanya ada pasir putih serta daerah yang gersang diantaranya, tidak ada sumber air tawar disekitarnya, mungkin masuk ke dalam hutan sejauh 3km dari garis pantai baru akan diketemukan air tawar. kilauan pasir putih yang terkena teriknya mentari mampu membuat pandangan menjadi kabur, kaca mata hitam menjadi solusinya. sementara kaki sudah terseok-seok menyelesaikan perjalanan ini. air kubangan berwarna merah dan mempunyai rasa payau pun akhirnya masuk perlahan melalui kerongkongan untuk menghilangkan rasa dahaga, menghindari serangan maut dehidrasi. cukup membuat kembali pulih tenaga, meskipun pada akhirnya hanya rasa haus yang kembali menghampiri karena payaunya air tidak mampu mengusir rasa dahaga..
perjalanan berakhir sesuai dengan perencanaan, ujung kulon. pesona nusantara di pulau jawa..
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi