Awalnya, tujuan saya dan beberapa teman adalah Pantai Padang-Padang. Namun karena lokasi Dreamland Beach lebih dulu ketimbang Pantai Padang-Padang, akhirnya mobil yang kami tumpangi berbelok arah masuk kedalam pantai yang terletak dalam kawasan Pecatu Indah Resort ini.
Setelah bergumam dalam hati karena kesan pertama yang saya dapati setelah memasuki pintu masuk tidak sebanding dengan namanya, akan tetapi, sesaat kemudian mata saya terpesona oleh hamparan pasir putih dan deburan ombak yang tengah ditaklukan oleh peselancar. Wow.., It's Amazing!!
Sekilas, pantai ini terlihat sepi pengunjung. Berbeda dengan Pantai Kuta yang telah lama menjadi tujuan para wisatawan mancanegara dan domestik yang saat ini sudah penuh sesak. Dreamland Beach menawarkan keindahan serupa plus ditambah dengan bukit yang menutupi pantai dan beberapa bagian karang yang menjorok ke laut.
Dengan bermodalkan satu bungkus rujak buah yang saya beli dari pedagang di parkir mobil seharga Rp. 10.000, gugusan karang di pinggir pantai menjadi tujuan saya selanjutnya. Duduk sambil menikmati rujak buah dan menyaksikan aksi para peselancar di atas deburan ombak nampaknya menjadi pilihan saya sore itu untuk bersantai.
Sesekali kamera digital dengan tambahan lensa panjang saya arahkan ke para peselancar. Aksi mereka menunggu gulungan ombak, usaha mereka mengejar ombak yang datang sampai meliak-liuknya tubuh mereka memainkan papan selancar tak luput menjadi incaran saya.
Menjelang matahari terbenam, satu persatu aksi narsis para pengunjung terlihat. Bidikan kamera demi kamera mulai diarahkan ke aneka pose dengan latar belakang sunset yang menawan. Dalam hitungan menit, suasana kemudian berubah menjadi gelap seiring tenggelamnya matahari dan digantikan dengan dentuman musik yang berasal dari cafe/bar. Dan.., kehidupan malam akan segera dimulai di Dreamland Beach..
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'