(gst/gst)
GAJAH-GAJAH DI WAY KAMBAS LAMPUNG
- detikTravel
Sabtu, 01 Des 2012 10:44 WIB
Indonesia, Lampung, Sukadana - Apakah Anda pernah berkunjung ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung? Tempat wisata ini wajib dikunjungi bagi Anda yang berada di luar Lampung. Karena Lampung kan terkenal dengan gajahnya. Tapi jangan salah, banyak juga warga Lampung yang belum pernah mengunjungi Way Kambas, termasuk aku. Minggu, 23 September 2012 lalu, aku berkesempatan mengunjungi salah satu tempat khas Lampung yang cukup populer di Indonesia maupun di mancanegara. Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera. Way Kambas memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera, gajah Sumatera, harimau Sumatera, tapir, anjing hutan, siamang. Selain itu ada 406 jenis burung diantaranya bebek hutan, bangau sandang lawe, bangau tong-tong, sempidan biru, kuau, pecuk ular. Disini juga dapat ditemui berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta. Berdasarkan data yang kuhimpun, di taman itu ada 66 gajah yang sudah jinak, dan ada 200-an lagi yang masih liar. Letaknya ada di Lampung Timur, dengan beberapa alternatif jalan untuk menuju ke sana. Bandarlampung - Metro - Way Jepara (112 Km), menggunakan mobil + 2 jam. Bandara Raden Inten 2 (Branti) - Metro - Way Jepara (100 Km), menggunakan mobil + 1.30 jam. Pelabuhan Bakauheni - Panjang - Sribawono - Way Jepara (170 Km), menggunakan mobil + 3 jam. Dermaga Labuan Meringgai (kapal motor) dilanjutkan dengan kendaraan darat ke Way Jepara + 45 menit. Ongkos masuk ke Way Kambas tidak perlu mengocek kantong terlalu dalam, cukup Rp. 2.500 per orang, Rp. 6.000 / mobil dan ditambah sumbangan Rp. 5.000 untuk satu kali parkir. Harga yang kelewat murah untuk masuk cagar alam yang luasnya 125.621,3 hektar ini. Dari gerbang Way Kambas, belok ke kanan, kita akan jumpai pusat pelatihan gajah sekitar. Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah yang letaknya 9 km dari pintu gerbang Way Kambas, dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya. Menjadi kepuasan tersendiri jika menaiki binatang berbelalai panjang ini. Untuk paket pertama jalan keliling halaman ini Rp. 10.000, atau paket yang lebih lama jalan sekitar 30 menit keliling lokasi Rp. 75.000, per orang untuk turis local. Dan harga lain untuk turis manca Rp. 150.000. Untuk atraksi gajah, tidak terjadi tiap minggu. Durasinnya tidak lama, hanya sekitar 30 - 45 menit, dengan membayar Rp. 10.000 per orang. Siang itu, aku terus menyusuri sudut demi sudut taman ini, kudapati kantor Perhutani, disana aku mengobrol dengan petugas jaga, tidak ada brosur atau famlet yang bisa diminta. Minim informasi sunguh. Aku juga dapati beberapa kolam tempat mandi dan minum gajah. Ada barak para petugas, dekat calon bangunan rumah sakit gajah. Lalu lapangan luas tempat tidur gajah. Kalau malam, gajah-gajah itu akan digiring ke lapangan ini. Dirantai pada tonggak-tonggak dengan setumpuk dedaunan di dekatnya. Bagi Anda yang ingin mencari souvenir, disini juga ada yang menjual berbagai macam souvenir seperti boneka gajah dengan Rp. 17.500 dengan tulisan di sisi badannya. Juga ada kaos, gantungan kunci dan stiker. Tidak banyak variasi, tapi cukuplah untuk kenang-kenangan pernah mengunjungi tempat ini. Ketika dalam perjalanan pulang, khusunya pada sore hari, masih mendapat bonus melihat monyet dan babi hutan yang ternyata masih sangat banyak di hutan-hutan lindung itu. Sesekali mereka merapat berkeliaran di jalanan, membuat kami heboh menuding dan melemparkan pisang-pisang yang kami beli di gerbang Way Kambas saat masuk lokasi ini. Oh ya jangan kaget, di gerbang ketika kita memasuki taman nasioanal ini, banyak pedagang pisang yang menawarkan pisang. Mereka menawaran kepada kita bukan untuk dikonsumsi kita dalam perjalan, melainkan untuk para gajah dan monyet-monyet di area taman ini, wah..wah⦠Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi Way Kambas?
(gst/gst)
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib