Menikmati Rujak Cingur Dan Dawet Di Pasar Blauran Surabaya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menikmati Rujak Cingur Dan Dawet Di Pasar Blauran Surabaya

- detikTravel
Kamis, 24 Jan 2013 20:47 WIB
Indonesia, Jawa Timur, Surabaya -

Berjalan-jalan keliling Kota Surabaya di hari libur merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Selasa Siang itu cuaca Surabaya sedang terang-terangnya, matahari menunjukkan sinarnya yang menyengat kulit.

Kami menuju Pasar Blauran Surabaya karena anak kami minta dibelikan buku paket pelajaran yang beberapa hari lalu hilang entah kemana.

Pikir kami, disamping membelikan buku pelajaran anak sekalian berbelanja kebutuhan lain termasuk menikmati makanan tradisional khas Jawa Timur di pasar ini.

Pasar Blauran terletak di Jalan Blauran Surabaya. Bagi pengunjung yang datang dari luar kota bisa saja menyempatkan diri singgah di pasar ini.

Perjalanan dapat dilakukan dengan naik angkutan umum dari stasiun kota Joyoboyo naik lyn D, jurusan Joyoboyo – Pasar Turi dengan tarif 3 ribu rupiah. Angkutan kota ini lewat tepat di depan pasar Blauran.

Seperti layaknya pasar atau mall lainnya di Kota Surabaya. Di pasar ini juga dijual beraneka macam kebutuhan warga Surabaya.

Di bagian atas dari pasar yang berlantai dua ini menjadi tempat bagi pedagang-pedagang barang sandang.

Beraneka jenis pakaian dengan perlengkapannya di pajang di stan-stan lantai dua ini.

Sementara itu lantai bawah dijadikan tempat untuk menjual buku-buku paket pelajaran, alat-alat elektronik, alat tulis kantor, toko perhiasan, jam dinding dan tangan, suvenir, lukisan dan sentra makan tradisional khas Jawa timur.

Pengunjung ramai berbelanja terutama saat liburan dan tanggal muda tiba. Mereka asyik melihat-lihat sambil memilih barang kebutuhan yang cocok untuk dibeli.

Untuk melepas lelah biasanya para pengunjung pasar ini mampir sejenak di stan makanan tradisional. Mereka minum atau bahkan mencicipi makanan khas tradisional yang tersedia di sentra makanan ini.

Untuk mengisi perut yang lapar kami memilih menu favorit stan makanan Blauran. Ya kami coba rujak cingur.

Rujak cingur menjadi makanan khas di Kota Surabaya. Cingur adalah istilah Bahasa Jawa untuk menyebut hidung sapi.Tentunya hidung sapi yang sudah diolah dan dimasak terlebih dulu.

Bahan-bahan yang tersaji di dalam rujak cingur ialah irisan rapi buah-buahan segar seperti nanas, bengkoang mangga, muda, krai, mentimun, juga kulupan kangkung.

Kadang-kadang ditambahkan potongan lontong sebagai pengganti nasi. Lontong sebenarnya juga terbuat dari nasi yang dibungkus daun pisang. Dibentuk silinder. Direbus terlebih dulu sampai tanak.

Bumbu dan lombok diracik sedemikian rupa ditambah petis spesial. Potongan cingur ditambahkan pada bahan-bahan tadi lalu diaduk-aduk (diuleg), jadilah rujak cingur yang siap disajikan.
Cingur menjadi pembeda dari rujak-rujak lainnya di Jawa Timur. Di Kota Banyuwangi, Jawa Timur ada kuliner yang bernama rujak soto.

Jenis makanan ini tidak lain menggabungkan rujak dengan kuah soto. Sepintas terasa aneh, tetapi boleh dicoba rasanya mantap.

Salah satu kuliner yang juga melegenda di Pasar Blauran Surabaya ini ialah dawet.

Dulu semasa kami kecil, orang tua kami bila mengajak bepergian biasanya menyempatkan diri mampir di Pasar Blauran meski hanya mencicipi nikmatnya dawet di sini.

Dawet Blauran terkenal sejak kakek-nenek kami. Dawet ini terbuat dari tepung beras dengan pewarna alami dari daun suji (pandan).

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari minuman ini. Di daerah lain seperti Banjarnegara, Jawa Tengah juga ada dawet yang khas daerah itu. Hanya saja tidak ada pelengkap seperti ketan hitam, mutiara dan biji salak.

Minuman dawet akan terasa lebih nikmat bila disajikan dalam keadaan dingin. Biasanya ditambahkan es batu di dalamnya.

Selain itu biji salak, ketan hitam, mutiara, bubur halus dan Gula Jawa menambah nikmat minuman ini.

Hari menjelang sore, mendung terlihat jelas, tanpa menunggu hujan kami bergegas meninggalkan tempat ini.

Paling tidak dengan rujak cingur dan es dawet stamina kami menjadi bertambah selama perjalanan pulang.
(gst/gst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads