Wow Mojokerto Punya Pemandian Kuno Yang Ditemukan Oleh Tikus

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wow Mojokerto Punya Pemandian Kuno Yang Ditemukan Oleh Tikus

- detikTravel
Rabu, 13 Feb 2013 22:25 WIB
Indonesia, Jawa Timur, Mojokerto - Kami melakukan perjalanan menuju Kota Trowulan-Mojokerto dengan mengambil jalan pintas dari By Pass Krian Sidoarjo melewati Balungbendo, Ngoro dan By Pass Mojokerto.
Tanpa melewati jalur dalam Kota Mojokerto. Khawatir macet hingga memperpanjang waktu tempuh menuju Trowulan.
Masih beberapa desa lagi yang harus kami lalui dari By Pass Mojokerto sebelum sampai Trowulan yaitu Brangkal, Sooko dan Jati Pasar.
Kunjungan kami ke Candi Tikus beberapa bulan yang lalu bertepatan dengan musim kemarau. Meski panas terik matahari menyengat kulit dan suasana terasa tak nyaman.
Namun disisi lain kehadiran kami saat itu justru mendapat nilai lebih bila dibandingkan dengan berkunjung disaat musim hujan.
Kami bisa lebih mengetahui bagian dasar petirtaan putri-putri Majapahit ini secara detail.
Candi Tikus terletak di Desa Temon-Trowulan. Nama candi ini menggelitik pikiran kami. Karena penasaran dengan wujud candi yang sebenarnya. Seperti apa sih bentuknya ?
Tanpa buang-buang waktu kamipun bergegas menuju lokasi wisata Candi Tikus. Namun apa yang kami lihat ternyata di luar dugaan.
Kami membayangkan candi ini mirip seekor tikus. Namun kenyataannya lain sama sekali.
Candi Tikus ditemukan pertama kali pada tahun 1914. Ketika warga secara beramai-ramai menggali gundukan bukit yang diperkirakan sebagai sarang tikus.
Tiba-tiba cangkul salah seorang warga membentur benda keras. Penggalianpun terus dilakukan.
Ternyata benda keras tadi tidak lain merupakan bagian atas candi. Yang dikemudian hari dinamakan Candi Tikus.
Temuan warga ini selanjutnya dilaporkan kepada bupati Mojokerta waktu itu, yakni Kromodjojo Adinegoro.
Sampai sekarang sebagian petani dari dalam dan luar Kota Mojokerto masih meyakini kalau air yang berada di petirtaan Candi Tikus ini bisa dijadikan azimat yang ampuh untuk mengusir tikus.
Bentuk bangunan candi ini berupa bidang bujur sangkar dengan beberapa menara yang berada di atasnya.
Menara tertinggi melambangkan Gunung Semeru yang diyakini masyarakat Majapahit kala itu sebagai tempat bersemayamnya para dewa.
Sedangkan pancuran air yang berada di sekeliling bangunan utama candi melambangkan sumber segala kehidupan.
Bila musim hujan tiba seperti sekarang ini dapat dipastikan bagian dasar pemandian ini akan tergenang oleh air hujan.
Mengakibatkan air dalam pemandian berwarna keruh kehijauan akibat berkembangnya lumut.
Sayangnya pancuran dan sistem sirkulasi air yang berada di sekeliling bangunan utama Candi Tikus ini sudah tidak berfungsi lagi. Mungkin akibat ulah tangan yang tidak bertanggung jawab.
Pancuran air yang terbuat dari batu andesit itu kini hanya berfungsi sebagai ornamen petirtaan saja.
Hari menjelang sore. Kunjungan ke cand-candi Trowulan segera kami akhiri. Kami mampir sebentar di Kawasan Kauman dekat alun-alun kota.
Di sana banyak toko yang menjual jajanan khas kota ini. Onde-onde Bolin namanya.
Lumayan untuk mengganjal perut kami yang keroncongan sejak tadi. Sebagian lagi kami bawa pulang buat oleh-oleh keluarga di rumah.
(gst/gst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads