Seporsi Semanggi Surabaya yang disajikan dalam pincuk, sajian daun pisang khas Surabaya, saya dapatkan dengan harga lima ribu rupiah saja. Beberapa pengunjung Car Free Day yang sudah mulai mengantri menunggu giliran mendapatkan pincukpun semakin membuat Bu Siti yang lahir dan besar di Surabaya ini semakin semangat menawarkan dagangannya. βayo semangginya-semangginya, aseli Surabaya loh!!β.
Walaupun masih ada Bu Siti-Bu Siti yang lain yang masih tetap menjajahkan kuliner khas Surabaya meski digempur makanan-makanan modern yang dengan cepat mendapatkan hati masyarakat perkotaan, bukan tidak mungkin lama-kelamaan bisa punah juga. Saya harap dengan memposting tulisan ini, dapat membantu mengingatkan kita akan warisan leluhur yang sudah sepantasnya kita jaga agar anak cucu kita tetap dapat menikmatinya. "Jangan Punah Semanggi Surabaya".
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya