Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 25 Nov 2020 17:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pengalaman Pertama Mendaki Gunung Pangrango via Cibodas

Syahril Anwar
d'Traveler
Kemegahan Gunung Gede Pangrango
Kemegahan Gunung Gede Pangrango
Keindahan Alam di Sekitar Pendakian Gunung Gede Pangrango
Keindahan Alam di Sekitar Pendakian Gunung Gede Pangrango
Bersiap sebelum memasuki pintu gerbang alam liar
Bersiap sebelum memasuki pintu gerbang alam liar
Selamat datang di Pendakian menembus batas
Selamat datang di Pendakian menembus batas
Tanjakan pertama di tengah keindahan alam Gunung Gede Pangrango
Tanjakan pertama di tengah keindahan alam Gunung Gede Pangrango
detikTravel Community - Ini pengalaman pertamaku mendaku Gunung Pangrango via Cibodas. Saya sendiri adalah pegawai swasta dan belum pernah mendaki sebelumnya.Sebagai seorang suami, ayah dan pekerja kantoran berumur 38 tahun, mungkin sudah terlambat jika melakukan ini sebagai seorang pemula. Beberapa kali muncul ajakan-ajakan untuk mendaki, tapi selalu gagal, seperti tidak ada niatan sedikitpun.Seiring waktu berjalan, niat itu muncul sedikit demi sedikit ketika saya sering menonton kanal pendakian di salah satu media sosial, baik yang bersifat dokumenter ataupun mistis.Sampai akhirnya tibalah saya dengan kedua teman saya di basecamp Gunung Pangrango via cibodas. Sebenarnya gagasan pendakian ini berasal dari teman-teman saya yang berbeda, akhirnya gagasan itupun hanya berakhir semu.Sebelumnya, kami mendaki dengan melalui pendaftaran secara online. Ya! Dimulailah pendakian kami.Di Pos I, setelah cek kesehatan dan mendapatkan pengarahan berupa hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan dan dibawa, dan lain-lain. Perjalanan dimulai, kami sangat bersemangat dengan satu tujuan puncak. Cuaca di saat itupun sangat mendukung langit berawan dan sejuk.Setelah melewati Pos II, tibalah di jalur pendakian yang sesungguhnya, tangga berbatu tiada henti. Sambil tidak hanya membawa diri untuk mendaki, tapi juga menggendong tas carrier 60L bermuatan penuh.Shelter (tempat berteduh) demi shelter dan di antaranya, seringkali saya meminta break beberapa menit. Semakin saya sadari kalau tubuh ini sudah tidak muda lagi.Saya adalah seorang yang berolahraga secara rutin, tapi sayang kebanyakan yang saya latih hanyalah bagian upper body saja. Semua jerih payah dan keringat hasil latihan saya seakan tidak ada gunanya saat pendakian kemarin.Banyak kali kami berpapasan dengan pendaki-pendaki lainnya yang mengarah turun sambil menyemangati kami, lumayan memberikan semangat, sambil berkata dalam hati kapankah penderitaan ini berakhir.Satu hal yang paling saya rasakan di proses pendakian ini adalah status, usia, jenis kelamin, jabatan semuanya sudah dilepaskan sejak dari basecamp. Kita semua adalah orang-orang yang bertujuan untuk menang dalam proses menuju puncak, dan saling bekerjasama sebagai satu tim.Singkat cerita, tibalah kita di Pos Kandang Batu setelah menempuh waktu perjalanan kurang lebih 7 jam mendaki. Ya cukup lambat, maklum rata-rata kami bertiga adalah pemula, hanya satu teman kami sebagai guide dan leader yang pernah punya pengalaman mendaki, itu pun juga baru satu kali.Kita putuskan untuk bangun tenda di pos ini, karena saat itu sudah pukul 2 siang dan kita sangat Lelah juga kelaparan.Singkat cerita malampun tiba, pukul 6 sore terasa seperti pukul 8 malam, dan cuaca saat itu tidak hanya hujan deras tapi juga begitu dingin, sampai-sampai airpun masuk ke dalam tenda kami karena ada kesalahan teknis dalam pembangunan tenda dan kurangnya perlengkapan, maklum pemula.Semakin malam temperatur berubah menjadi semakin dingin, kita bisa rasakan dinginnya yang menembus beberapa helai pakaian dan sleeping bag tebal kami, mungkin sekitar 6-8'C saat itu. Namun tanpa terasa, dinginnya malam itu mampu kita lalui penuh canda tawa sampai akhirnya kita tertidur.Pagi yang dinanti-nantikanpun tiba. Suasana yang pada malam hari terkesan begitu mencekam, ternyata begitu indah. Pohon-pohon yang menjulang tinggi mengelilingi kami seakan pohon-pohon itu melindungi kami dari angin dingin yang tajam.Sambil menggunakan produk kaos dari Acculture Nation, cukup bisa membuat tubuh saya menahan rasa dingin yang menusuk, mungkin saat itu temperaturnya dikisaran 14-18'C.Setelah berdiskusi dengan para pendaki lain, ternyata masih membutuhkan waktu sekitar 5 jam dari pos kami menuju puncak. Itupun waktu yang dilalui oleh pendaki professional, tapi bagi kami mungkin dibutuhkan sekitar 6-7 jam, dan all round trip kembali ke pos ini lagi akan membutuhkan waktu 13 jam.Kami sangat menyesali hal ini, karena izin pendakian kami secara resmi hanya diperbolehkan bermalam satu hari saja selama di gunung dan gerbang di pos kaki gunung tutup pada pukul 18.00 untuk keperluan laporan kembali. Jadi kami urungkan niat kami dan kami putuskan di siang hari kami turun gunung.Meskipun begitu, kami bersyukur karena punya pengalaman ini, pengalaman pertama dan sudah pasti bukan yang terakhir. Jika Tuhan mengizinkan, kami pastikan akan ada pengalaman-pengalaman pendakian seru di kemudian hari.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA