Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 19 Agu 2020 17:43 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Sejarah Segi Tiga Emas Thailand, Si Penghasil Opium

Lena Ellitan
d'Traveler
Bersiap menelusur kawasan segi tiga emas melalui aliran sungan Riak dan Mekong.
Bersiap menelusur kawasan segi tiga emas melalui aliran sungan Riak dan Mekong.
Perahu motor yang digunakan pengunjung menelusuri sungai Riak dan Mekong.
Perahu motor yang digunakan pengunjung menelusuri sungai Riak dan Mekong.
Pemandangan di sisi Laos, yang di kenal dengan Don Sao.
Pemandangan di sisi Laos, yang di kenal dengan Don Sao.
Pemandangan di sisi Burma atau yang sekarang dikenal Myanmar.
Pemandangan di sisi Burma atau yang sekarang dikenal Myanmar.
Pemandangan di sisi Thailand dengan landmark patung Buddha raksasa.
Pemandangan di sisi Thailand dengan landmark patung Buddha raksasa.
detikTravel Community - Cerita ini tentang Golden Triangle Thailand. Kawasannya berada di kawasan hutan yang rimbun, pegunungan yang diselimuti kabut, desa-desa, suku-suku, bukit, dan pemandangan sawah yang tenang.Semua itu menandai Segitiga Emas, titik di Thailand utara yang menyatu dengan Laos dan Myanmar. Aliran sungai Ruak dan sungai Mekong bergabung di sana.Di samping bentang alamnya yang damai dan tak tersentuh sebelumnya, mungkin baru baru satu dekade terakhir menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Menurut sejarahnya, Golden Triangle atau Segitiga Emas mulai dikenal ketenaran pada tahun 1920-an sebagai salah satu produsen opium yang paling produktif di dunia.Dalam upaya untuk memberantas perdagangan narkoba, pemerintah Thailand membuat penanaman opium ilegal pada tahun 1959 dan menggantinya dengan program substitusi tanaman bagi para petani.Pemandangan indah akan menarik kunjungan wisatawan baik untuk menikmati alam atau mendapatkan pengalaman baru. Di sisi Thailand, Segitiga Emas, merupakan benteng budaya Lanna yang berlaku selama beberapa abad dan disebut tanah sejuta sawah, yang mengisyaratkan pesona indah yang menanti.Gerbangnya adalah kota Chiang Rai di mana merupakan kota yang tenang di tepi sungai Kok. Ini menjadi ibu kota pertama kerajaan Lanna pada 1262, di bawah Raja Meng Rai, dan dihiasi dengan landmark seperti Wat Rong Khun (Kuil Putih). Segitiga Emas dipenuhi dengan desa-desa terpencil yang dihuni oleh kelompok etnis Hmong, Shan, Yao, Karen, Lahu dan Lisu. Taman Seni dan Budaya Mae Fah Luang dekat dengan kota Chiang Rai.Perbatasan Myanmar dinamakan gerbang Mae Sai. Saya berharap di kisah saya yang lain saya dapat berbagi pengalaman tentang Mae Sai, Wat Rong Kun, Myong Hill Tribe dan hal-hal menarik di Thailand bagian Utara.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA