Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Apr 2020 19:17 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Tak Seceria Tahun Lalu, Musim Semi di Utrecht Terasa Sunyi

Pemukiman warga yang sepi, karena himbauan pemerintah sebisa mungkin diam di rumah
Pemukiman warga yang sepi, karena himbauan pemerintah sebisa mungkin diam di rumah
Jalan tol antar kota yang tampak lengang
Jalan tol antar kota yang tampak lengang
Kami masih diperkenankan keluar rumah tapi tetap menjalankan aturan yang ada
Kami masih diperkenankan keluar rumah tapi tetap menjalankan aturan yang ada
Di pasar tradisional pun diberlakukan aturan jaga jarak 1,5 meter
Di pasar tradisional pun diberlakukan aturan jaga jarak 1,5 meter
Menikmati datangnya musim semi dengan berjalan-jalan sekitar taman kota dekat rumah
Menikmati datangnya musim semi dengan berjalan-jalan sekitar taman kota dekat rumah
detikTravel Community - Saat ini, pandemi corona tengah melanda dunia, membuat sebagian penduduk bumi sebisa mungkin berdiam di rumah masing-masing. Musim semi pun terasa sunyi.Musim Semi yang datang tahun ini, kami sambut tidak seceria tahun-tahun sebelumnya. Wabah Corona menjadikan suasana musim semi kali ini ada dalam suasana duka dan kekhawatiran. Bersyukur kami di Belanda masih diperbolehkan menikmati taman-taman Kota sekitar rumah.Para diaspora atau WNI yang bermukim di kota Utrecht Belanda pun berusaha mengikuti aturan dan himbauan pemerintah setempat. Meski Belanda belum menerapkan aturan lockdown, namun tempat- tempat keramaian dan kerumunan sudah sulit dijumpai.Kami masih diperbolehkan beraktifitas di luar rumah, terutama untuk urusan-urusan yang penting, diantaranya berbelanja kebutuhan pokok.Aturan untuk jaga jarak sekitar 1,5 meter diterapkan untuk semua kegiatan ketika keluar rumah. Jadi jangan heran bila melihat antrian di pintu masuk supermarket, pasar, apotik ataupun toko roti.Kami pun tidak diperkenankan mengajak orang lain dalam satu mobil bila bukan satu alamat rumah. Berinteraksi dengan orang berusia lanjut pun hanya lewat sarana komunikasi visual dan verbal. Hal ini dikarenakan mereka lebih beresiko terkena virus Covid 19 atau Corona.Seperangkat aturan yang diterapkan itu tentu saja dibarengi dengan sanksi bagi yang melanggarnya. Denda untuk orang dewasa yang melanggar mulai dari 250 (sekitar 3,5 jt), dan remaja mulai dari 95 (sekitar 1,5 juta)Musim semi yang tiba selang beberapa hari yang lalu, tampaknya akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kami tidak bisa menikmati hamparan perkebunan bunga tulip yang indah, taman-taman rekreasi, bioskop, dan museum masih ditutup, kegiatan-kegiatan di alam terbuka, segala bentuk pameran dan pertunjukan seni dll pun belum diijinkan. Hanya taman-taman kota sekitar rumah yang masih bebas kami kunjungi, untuk sekedar bersepeda atau berjalan-jalan maupun jogging, tapi tentu saja harus tetap jaga jarak.Biasanya, bila matahari bersinar, kami bersepeda mengitari Taman Kota Maxima dekat rumah atau sekedar menyibukkan diri dengan tanaman-tanaman di halaman belakang rumah kami.Memang banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan saat dirumahkan seperti sekarang ini, namun ketika hasrat sosial manusia untuk silaturahmi ragawi dan melakukan kontak sosial langsung dibatasi, membuat hidup sedikit hampa dan sunyi.Manusia memang membutuhkan ruang kebersamaan alami yang hidup disertai jiwa nan bebas, bukan sekedar sekat gambar dan suara teknologi.Semoga wabah ini cepat teratasi, dan kita semua kembali beraktifitas seperti sediakala dengan penuh rasa syukur.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA