Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Mar 2020 18:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Qianmen, Gerbang Beijing yang Punya Banyak Keunikan

Rita Pawestri
d'Traveler
Gerbang ikonik Qianmen di tengah Kota Beijing
Gerbang ikonik Qianmen di tengah Kota Beijing
Tram yang akan mengantar pengunjung berkeliling
Tram yang akan mengantar pengunjung berkeliling
Arsitektur toko berpadu antara arsitektur bergaya Eropa dan China
Arsitektur toko berpadu antara arsitektur bergaya Eropa dan China
Patung bercerita kisah tempo dulu mengenai pembutan produk yang dijual di toko
Patung bercerita kisah tempo dulu mengenai pembutan produk yang dijual di toko
Toko sate buah, salah satu produk khas China yang dijajakan di Qianmen
Toko sate buah, salah satu produk khas China yang dijajakan di Qianmen
detikTravel Community - Beijing, China terkenal dengan destinasi belanjanya di Wangfujing. Namun, tidak ada salahnya Anda mampir ke Qianmen dan di sana Anda malah bisa wisata sejarah.Dalam bahasa Mandarin, Qian artinya depan. Men berarti gerbang. Ya, ini adalah gerbang depan menuju Beijing. Gerbangnya sendiri merupakan sebuah bangunan besar yang lebih mirip benteng.Usianya lebih dari 5 abad. Dulu, namanya Zhengyangmen. Ini memang sebuah tempat belanja bagi orang lokal, khususnya produk fashion, daging, dan perhiasan.Setelah direnovasi, tempat ini dibuka untuk umum, tepatnya setahun menjelang Olimpiade 2018. Tempat ini menjadi tempat asik untuk berbelanja seperti fashion, cinderamata, maupun kuliner. Tidak hanya produk khas China tetapi ada juga barang-barang bermerek.Jalan sepanjang kurang dari 1 km ini juga asik untuk menikmati budaya China. Bahkan sekedar berfoto pun tempat ini menyediakan spot-spot yang instagrammable. Meski kental bergaya lokal, tetapi nampak juga bangunan arsitektur bergaya Eropa.Hal unik yang bisa dijumpai di sini adalah adanya patung-patung yang dipajang di depan toko. Bukan patung biasa, karena patung-patung tersebut menceritakan kisah kegiatan tempo dulu sesuai produk yang dijajakan tokonya.Misalnya, ada toko yang menjajakan sate buah, mengukur kain baju, atau bahkan kegiatan membuat arak. Lalu, di depan tokonya ada patung pembuatannya.Tidak ada kendaraan yang diperkenankan masuk, karena tempat ini memang didedikasikan bagi pejalan kaki. Bila lelah berjalan, pengunjung dapat menaiki tram. Sebuah tram tua berjalan lalu lalang di bagian tengah jalan melayani penumpang. Namanya ding-ding, sesuai bunyi lonceng yang dikeluarkannya.Bila ingin menikmati wisata kuliner, pengunjung bisa menikmati berbagai makanan khas China, baik makanan pinggir jalan ataupun di restaurant. Salah satu restoran terkenal yang didirikan sejak 18, Yitiaolong dan menyajikan makanan halal dengan menu domba. 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA