Pancaran Ketenangan dari Bukit Doa Mahawu
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pancaran Ketenangan dari Bukit Doa Mahawu

Brigida Emi Lilia - detikTravel
Selasa, 23 Apr 2019 15:29 WIB
loading...
Brigida Emi Lilia
Jalan salib yang terdapat di bukit doa dengan jalan yang tidak terlalu mendaki dan sudah dibuat senyaman mungkin bagi pengunjung segala usia.
Salah satu perhentian pada jalan salib.
Lorong yang menghubungkan perhentian jalan salib terakhir dengan Gua Maria.
Suasana di sekitar Bukit Doa dengan bangunan kapel di latar belakang.
Amphitheater yang dapat digunakan untuk kegiatan rohani maupun seni budaya dapat menampung sekitar 1.000 orang
Pancaran Ketenangan dari Bukit Doa Mahawu
Pancaran Ketenangan dari Bukit Doa Mahawu
Pancaran Ketenangan dari Bukit Doa Mahawu
Pancaran Ketenangan dari Bukit Doa Mahawu
Pancaran Ketenangan dari Bukit Doa Mahawu
Jakarta - Manado bukan cuma perihal wisata kuliner dan surga bawah laut. Di atas bukitnya juga ada wisata religi bagi wisatawan yang ingin ketenangan, Bukit Doa Mahawu.Berlokasi di Kakaskasen, bukit dengan suasana pegunungan yang sejuk menjadi pilihan pas untuk berwisata rohani. Latar belakang Gunung Lokon yang megah dan pemandangan hijau di sekitarnya langsung membawa pengunjung pada rasa syukur atas ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.Memasuki kawasan Bukit Doa Mahawu setelah membayar tiket yang bisa ditukarkan dengan minuman, pengunjungpun dihadapkan pada perbukitan yang menghijau. Jalan beraspal yang mengarah ke bagian atas mengantar pengunjung ke bangunan kayu yang merupakan penginapan dengan kamar-kamar besar dengan tempat tidur susun.Pada bagian lain terdapat bangunan kantor dan aula serta ruang makan. Di sini pengunjung bisa menukarkan tiket dengan teh atau kopi sambil beristirahat menikmati suasana.Saat perjalanan di lanjutkan, jalan aspal akan membawa ke tempat parkir. Di bagian bawah tempat parkir terdapat kapel besar dengan bentuk bangunan khas, Gua Maria, kantin dan amphitheater. Setelah memarkir kendaraan kami pun menyusuri jalan menuju ke kapel.Pepohonan yang di rindang di kiri kanan jalan menjadi peneduh saat matahari bersinar terik. Kami berjalan menuju kapel dan pemandangan Gunung Lokon yang megah langsung terlihat di depan mata. Indah sekali. Kapel di sini sering digunakan untuk pernikahan atau ibadah misa. Tak jauh dari kapel terdapat amphitheater yang berkapasitas 1.000 orang . Di sini selain acara keagamaan juga dapat digunakan untuk kegiatan seni dan budaya.Di dekat amphitheater terdapat kantin dan tempat doa yang lebih kecil lagi, dengan bangku dan lapangan terbuka yang cukup luas. Dari situ jika pengunjung berjalan mengikuti jalan aspal menurun akan menemukan Gua Maria berukuran cukup besar. Patung Bunda Maria yang terbuat dari tembaga nampak di antara rimbunnya pepohonan. Mata air yang terdapat di situ sesekali menetes membasahi patung.Di depan gua terdapat kolam dengan jembatan di bagian tengahnya, di ujung jembatan terdapat lorong yang ternyata adalah akhir dari jalan salib. Ya, jalan salib ternyata bermula dari bagian lain dan berakhir di dekat Gua Maria.Suasana tenang dan menyejukkan sangat terasa di tempat ini terlebih dengan hijaunya alam di sekitarnya sungguh membuat tempat ini tepat sebagai tempat berdoa.Setelah beberapa saat di tempat ini, kami kembali ke tempat parkir dan menyusuri bagian lain dari bukit ini. Di salah astu bagian terdapat menara dengan litasan flying fox yang cukup panjang. Ternyata di tempat yang hening ini juga terdapat sarana outbond dan rekreasi. Tempatnya memang agak jauh dari Gua Maria dan kapel. mungkin memang dimaksudkan agar suasana tenang bagi yang tengah berwisata religi tetap terjaga.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads