Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 18 Feb 2019 10:53 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Jakarta dan Pulau Kuburan Tahanan Belanda

Bayu Fitri Hutami
d'Traveler
Kampung Tugu dengan atraksi wisata festival mandi-mandi untuk merayakan tahun baru masehi. Kampung ini terkenal karena masih ada penduduk asli keturunan Portugis.
Kampung Tugu dengan atraksi wisata festival mandi-mandi untuk merayakan tahun baru masehi. Kampung ini terkenal karena masih ada penduduk asli keturunan Portugis.
Kawasan Kota Tua Jakarta, banyak menampilkan atraksi wisata menarik bagi pengunjung.
Kawasan Kota Tua Jakarta, banyak menampilkan atraksi wisata menarik bagi pengunjung.
Lapangan Banteng adalah kawasan terbuka yang asri dengan pepohonan dilengkapi amphitheatre untuk atraksi budaya.
Lapangan Banteng adalah kawasan terbuka yang asri dengan pepohonan dilengkapi amphitheatre untuk atraksi budaya.
Setu Babakan yang terletak di kawasan Jagakarsa Jakarta Selatan menjadi pusat kegiatan Budaya Betawi beserta atraksi dan kulinernya.
Setu Babakan yang terletak di kawasan Jagakarsa Jakarta Selatan menjadi pusat kegiatan Budaya Betawi beserta atraksi dan kulinernya.
Benteng Martello yang terletak dikepulauan Seribu Jakarta adalah benteng pertahanan peninggalan VOC pada abad 17. Tempat ini kini menjadi spot foto instagramable.
Benteng Martello yang terletak dikepulauan Seribu Jakarta adalah benteng pertahanan peninggalan VOC pada abad 17. Tempat ini kini menjadi spot foto instagramable.
detikTravel Community - Jakarta tak hanya berisi gedung-gedung tinggi. Ada beberapa spot wisata menarik yang bisa traveler datangi. Sebut saja Pulau Kelor yang artinya kuburan.Diakhir pekan awal tahun 2019, kami berempat berangkat dari Bandung dengan tujuan menjelajah lima destinasi keren yang ada di DKI Jakarta. Langkah awal dengan memesan tiket kereta api Argo Parahyangan yang kami pesan melalui aplikasi tiket.com. Tidak ada kendala ketika menjelajah aplikasi tiket.com karena aplikasi dibuat secara user friendly. Terlebih tiket.com sering memberikan diskon promo untuk pelanggan setianya. Langkah-langkahnya sangat mudah setelah mengisi jadwal perjalanan yang diinginkan, data penumpang dan jumlah tiket yang ingin dibeli segera kami dapat kode booking untuk pembayaran. Setelah selesai pembayaran, bukti pembayaran dan tiket kereta api dengan barcode langsung dikirimkan melalui email. Pokoknya dengan tiket.com #semuaadatiketnya.Pada hari yang ditentukan kami berkumpul di stasiun kereta api Bandung, dan pukul 06.30 kami pun menaiki kereta Argo Parahyangan menuju Jakarta. Setiba di stasiun Gambir Jakarta pukul 09.30, kami langsung check in ke Fave Hotel Tanah Abang yang kami pesan dari aplikasi tiket.com. Pertimbangan kami memilih Fave Hotel Tanah Abang karena lokasinya yang strategis dan tentu mendapatkan harga terbaik dari tiket.com. Setelah menaruh ransel dan rehat sejenak kami mulai bertualang menuju destinasi wisata yang kami rencanakan. Adapun hari yang kami habiskan untuk menjelajah lima destinasi keren di Jakarta dalam kurun waktu 4 hari. Destinasi pertama, dimulai dari Jakarta Utara terdapat Kampung Tugu. Terletak di kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Letak kampung tersebut sekitar empat kilometer dari Pelabuhan Tanjung Priok. Saat ini wilayah Kampung Tugu dikelilingi sejumlah bangunan Industri. Yang menarik disini masih terdapat keturunan Portugis sebagai penduduk yang pertama kali mendiami kampung Tugu. Setelah Batavia jatuh ketangan VOC tahun 1619, maka orang-orang Portugis yang merupakan tahanan VOC, memerdekakan diri dan mulai bermukim di kampung Tugu. Dahulu kampung Tugu jauh dari keramaian. Maka orang-orang Portugis sering menghibur diri dengan bermain alat musik. Ukulele, bass dan biola menjadi alat musik yang paling sering dimainkan. Karena mengeluarkan bunyi seperti; crong, crong, crong, maka oleh penduduk setempat musik tersebut dinamakan keroncong. Hingga saat ini masih ada beberapa keturunan orang Portugis yang masih tinggal di kampung Tugu. Tidak ada perbedaan fisik secara mencolok hanya postur orang keturunan Portugis lebih besar dan tinggi. Mereka pada umumnya mempunyai suara merdu serta pandai bernyanyi. Di kampung Tugu ada gereja Protestan tertua dari tahun 1748. Gereja ini masih dipergunakan untuk beribadah hingga saat ini. Ada satu tradisi untuk menyambut tahun baru di kampung Tugu. Yaitu tradisi mandi-mandi. Tradisi ini dilakukan 15 hari setelah tahun baru nasional tiba. Tradisi mandi-mandi mengandung arti menyucikan diri dengan saling memaafkan semua kesalahan di tahun yang sudah berlalu untuk menyambut tahun yang akan datang. Prosesi mandi-mandi terbuka untuk umum dengan mengoleskan bedak dingin kemuka hadirin atau siapa saja yang ada di sekitar lokasi mandi-mandi. Destinasi kedua, adalah Kawasan Kota Tua Jakarta Barat. Lokasinya jalan Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. Ini adalah bangunan tempat pemerintahan VOC Belanda pada saat menguasai Batavia. Saat ini difungsikan menjadi beberapa museum diantaranya; museum Kesejarahan Jakarta, museum Wayang dan museum Keramik. Gedung Museum Kesejarahan Jakarta nama lainnya Museum Fatahillah yang ternyata kembaran Istana Dam di Amsterdam Belanda. Dihalaman depan museum Fatahillah ada sebuah batu Amsterdam. Batu ini berupa kumpulan teghel asli dari kota Amsterdam yang diletakkan disini untuk mengenang keberadaan VOC Belanda selama memerintah di Batavia. Sebaliknya, di gedung istana Dam kota  Amsterdam terdapat pula kumpulan teghel dari Batavia yang diletakkan untuk mengenang tanah Batavia sebagai jajahan Belanda. Menurut kepercayaan, apabila ketika berkunjung ke museum Fatahillah kaki kita sudah menginjak batu tersebut, maka separuh diri kita sudah berada di kota Amsterdam. Ketika masuk ke dalam museum akan banyak dijumpai koleksi peninggalan pemerintahan Belanda. Mulai dari lukisan, mebel, patung, miniatur sampai ruang bawah tanah. Dari sudut jendela lantai dua, kita dapat saksikan pelataran tempat eksekusi beserta tiang gantungannya. Konon para pemberontak akan dieksekusi serta disaksikan para petinggi VOC dari lantai dua gedung ini. Di kawasan Fatahillah ini banyak atraksi wisata yang dapat kita lihat. Mulai dari atraksi pantomin manusia batu, atraksi musik perkusi, atraksi sepeda hias, sampai atraksi berbagai macam kuliner yang disajikan dalam bentuk yang berbeda.Destinasi ketiga, Lapangan Banteng Jakarta. Lokasinya di jalan Sawah Besar, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Dengan luas 5,2 hektar didalamnya terdapat patung Pembebasan Irian Barat. Dinamakan lapangan Banteng karena konon tempat ini jaman dahulu banyak satwa liar yang lalu lalang salah satunya adalah banteng. Sedangkan penamaan patung Pembebasan Irian Barat tidak lepas dari sejarah Trikora yaitu Tri Komando Rakyat untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda. Patung ini mengilustrasikan seseorang sudah bebas merdeka dari rantai dan borgol yang membelenggunya. Lapangan Banteng kini sudah direvitalisasi. Terdapat taman nan asri dengan pepohonan nan rindang serta amphiteater untuk seni dan pertunjukan budaya luar ruang. Selain itu terdapat atraksi air mancur menari setiap akhir pekan jam 19.00 WIB.Destinasi keempat, Setu Babakan Jagakarasa terletak di Jakarta Selatan. Lokasinya 5 km dari Ragunan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tempat ini ditetapkan sebagai pusat perkampungan budaya Betawi Jakarta. Awal mulanya berupa danau dan dipinggirnya sering ada pertunjukkan kesenian budaya khas Betawi. Saat ini dibangun sebuah gedung serbaguna dengan sarana amphiteater, model rumah Betawi dan museum Betawi. Atraksi budaya Betawi sering dilakukan di amphiteater seperti ondel-ondel, gambang kromo, tanjidor serta pencak silat. Atraksi lainnya adalah pembuatan batik Betawi dan makanan khas Betawi seperti kerak telor. Sepanjang pinggir danau, banyak kuliner langka Betawi dijajakan seperti; gabus pucung, dodol Betawi, bir pletok, sayur babanci dan masih banyak lagi.Destinasi kelima, Benteng Martello terletak di pulau Kelor Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Akses paling mudah jika berangkat dari Dermaga Muara Kamal. Dari dermaga, pulau Kelor bisa dicapai naik perahu motor selama 45 menit. Kepulauan seribu khususnya pulau Kelor menjadi destinasi wisata penduduk Jakarta dan sekitarnya bila akhir pekan tiba. Dinamakan Kelor karena luas areanya “hanya selebar daun kelor atau setara 28 hektar. Terdapat sisa Benteng pertahanan Martello peninggalan Belanda untuk menghadapi kepungan tentara Portugis abad ke 17. Benteng yang terbuat dari susunan batu merah ini sering digunakan sebagai spot foto bagi pengunjung. Benteng Martello dikelilingi delapan buah jendela besar yang dahulu menjadi tempat peluncuran meriam untuk menghalau datangnya musuh dari arah laut. Menurut petunjuk tertulis dipapan informasi, benteng Martello dibangun tahun 1850. Benteng ini sempat terkena letusan Gunung Krakatau sehingga terdapat beberapa bagian bangunan yang rusak. Selain sebagai benteng pertahanan, di pulau Kelor dijadikan tempat eksekusi tahanan Belanda. Mayatnya banyak yang dikubur di sini. Sehingga oleh pemerintah Hindia Belanda disebut pulau Kerkhof yang artinya kuburan. Oleh penduduk setempat nama tersebut dilafalkan menjadi Kelor. Kesan yang didapat jika berkunjung kesini serasa masuk ke lorong waktu masa lalu. Oiya, pada bulan tertentu biasanya terdapat atraksi wisata berupa pelepasan lampion dari pinggir pantai pulau Kelor.Bagaimana dtraveler, sudah siap untuk menjelajah lima destinasi keren DKI Jakarta? Tentunya bersama tiket.com. Mau kemana? Kemanapun tiket.com saja, yang pasti dengan tiket.com #semuaadatiketnya. 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA