10 Destinasi Wisata Kuliner di Bandung yang Wajib Anda Coba

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

10 Destinasi Wisata Kuliner di Bandung yang Wajib Anda Coba

Mustofa Alkasya - detikTravel
Senin, 11 Mar 2019 10:50 WIB
loading...
Mustofa Alkasya
Es Krim Rasa
Farmhouse Susu Lembang
Ibu Imas, warteg ala Sunda
Jando, sate lemak Bandung
Seporsi Es Krim Rasa yang menggoda
10 Destinasi Wisata Kuliner di Bandung yang Wajib Anda Coba
10 Destinasi Wisata Kuliner di Bandung yang Wajib Anda Coba
10 Destinasi Wisata Kuliner di Bandung yang Wajib Anda Coba
10 Destinasi Wisata Kuliner di Bandung yang Wajib Anda Coba
10 Destinasi Wisata Kuliner di Bandung yang Wajib Anda Coba
Jakarta - Bandung juga merupakan surga kuliner yang tak terbantahkan. Inilah 10 destinasinya.1. Aroma Koffie Fabriek BandungDi Bandung, legenda kopi tersemat kepada Aroma Koffie Fabriek Bandoeng. Bagaimana tidak? Pabrik kopi yang telah berdiri sejak tahun 1930 ini setiap harinya selalu dikerumuni para penggemar kopi dari seluruh penjuru Indonesia. Para pencinta kopi tersebut rela antre lebih dari 30 menit bahkan berjam-jam pada akhir pekan demi ingin mencicipi nikmatnya kopi legendaris ini.Semua itu terbayar dengan aroma yang khas, dan tentu saja kenikmatan kopi yang tak tertandingi. Kedai yang berdiri di jajaran ruko di Jalan Banceuy No. 51, Braga, Kota Bandung, ini dalam websitenya bahkan menyebut tidak membuka cabang, tidak membuka toko daring, dan tidak melakukan jasa antar, untuk membuat stigma bahwa toko tersebut orisinil dan tiada duanya2. BancakanDi Kota Bandung ada destinasi wisata kuliner prasmanan ala Sunda yang sangat kondang, namanya Nasi Bancakan. Warung zadul yang terletak di Jalan Trunojoyo Nomor 62, Citarum, Kota Bandung, ini menawarkan beragam menu masakan khas Sunda.Menu yang bisa dipilih sendiri oleh pengunjung di antaranya: nasi merah, nasi timbel, nasi liwet, berbagai sayuran dan urap, lauk dari pepes ikan sampai olahan ayam, hingga berbagai menu rumahan lainnya. Hal yang menarik adalah sambal yang disediakan lebih dari llima macam, mulai dari sambal ijo, sampai sambal terasi. Semua boleh diisi ulang sepuasnya. Keunikan lainnya adalah semua piring dan gelas yang digunakan menggunakan piring zadul yang terbuat dari seng, atau ada yang mengatakanc piring gelas penjara.3. Cuanki SerayuCuanki konon berasal dari akronim cari uang jalan kaki. Menurut legenda lokal, sejak dahulu kala penjual cuanki harus berjalan kaki dalam menjajakan dagangannya. Meski di zaman milenial sekarang ini banyak kita temui penjaja cuanki yang menjual dagangannya menggunakan sepeda, sepeda motor, bahkan membuka lapak/kedai yang menetap.Seperti Cuanki Serayu ini. Warung yang berada di Jalan Serayu No. 2, Cihapit, Kota Bandung, ini tak pernah sepi pengunjung, baik di hari biasa apalagi di akhir pekan. Antrean panjang seperti menjadi pemandangan biasa. Bahkan di akhir pekan (Sabtu dan Minggu), antrean bisa mengular sampai menutupi jalan.4. Donat Madu Cihanjuang, Manisnya Pasti TerkenangSalah satu donat yang terkenal di Kota Bandung adalah Donat Madu Cihanjuang. Cihanjuang telah lama menjadi kata kunci dan rujukan bagi pencinta donat di Bandung dan sekitarnya. Donat Madu Cihanjuang terletak di Jalan Cikutra No. 100 Bandung.Jajanan yang satu ini ada sejak 2010, dimulai dari lapak di Jalan Cihanjuang, Cimahi, menyebar dan menggurita sampai lebih dari 90 outlet di Bandung dan sekitarnya, bahkan di luar Kota Bandung. Dengan rasa yang khas dan topping yang unik, donat ini dibanderol dengan harga Rp5.500,00 per biji, sebuah harga yang sebanding dengan rasanya. Mau coba? Hati-hati ketagihan.5. Es Krim RasaJika Anda hendak menyelami sejarah Bandung sembari menikmati citarasa kuliner zadul, es krim Rasa wajib masuk daftar kunjungan. Restoran ala zaman Belanda ini terletak di Jalan Tamblong, Kota Bandung. Es Krim Rasa bernama asli Hazen Shop & Cafe yang dibangun tahun 1936 ini kemudian berpindah kepemilikan dan berganti nama menjadi Rasa Bakery & Cafe.Tempat yang terkenal akan es krimnya ini menawarkan beragam pilihan. Dari mulai penganan ringan hingga makanan berat tersebut dapat dinikmati dari kisaran harga Rp 30.000 sampai dengan Rp 50.000 per porsi.6. FarmhouseBandung sudah lama menjadi destinasi wisata, baik wisata alam maupun wisata swafoto. Salah satu objek yang menjadi andalan berswafoto ria adalah Farmhouse. Destinasi yang terletak di Lembang ini menyajikan tempat-tempat yang ikonik dan eye cathing untuk berfoto, baik sendirian maupun beramai-ramai dengan kerabat dan sahabat.Selain menjadi tujuan selfie, Farmhouse juga dilengkapi dengan jajaran kuliner yang siap memanjakan lidah Anda. Salah satunya adalah nasi goreng dengan campuran susu kambing dan berbagai olahan beragam susu khas dataran tinggi Lembang.Objek wisata yang tepatnya beralamat di Jalan Raya Lembang Nomor 108, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung, ini tak pernah sepi pengunjung. Wisatawan yang biasanya rombongan bus dari luar kota, selalu berbondong-bondong datangdan pergi, keluar-masuk Farmhouse. Mereka berebut dan antre swafoto di titik-titik favorit, salah satunya adalah rumah Hobbit yang terkenal via layar lebar. Di Farmhouse juga terdapat mini zoo yang akan menjadi tempat bermain yang asyik bagi buah hati para pengunjung.7. Gorengan CendanaGorengan ini bukan sembarang gorengan. Gorengan yang berdiri sejak 1977 ini telah menjadi ikon dalam dunia kuliner proletariat di Kota Bandung. Lapak yang berjualan sejak pukul 15.00 sampai 20.00 WIB ini menyajikan berbagai jenis camilan berbahan dasar tepung.Di gerobak yang berada di ruas Jalan Bengawan, Bandung, tepatnya di perempatan lampu lalu lintas Taman Pramuka ini dijual beberapa makanan yang akrab menjadi teman minum teh atau kopi, antara lain pisang goreng, tahu isi (gehu), comro, tempe goreng atau mendoan, bala-bala, gorengan kacang hijau, dan molen.Citarasa yang ditawarkan gorengan ini tidak seperti gorengan lainnya. Harganya pun sangat bersahabat di kantong. Hal-hal inilah yang menjadi alasan kuat penggemar gorengan rela antre demi gorengan yang lezat memanjakan lidah ini. Bahkan pada saat ngabuburit pada Bulan Ramadhan, di depan gorengan Cendana dipastikan antrean memanjang, sampai-sampai berakibat macet.8. Batagor H. IsanKuliner baso tahu goreng alias batagor memang tidak lepas dari hidangan khas Kota Kembang. Salah satu batagor yang masih eksis dari zaman baheula adalah H. Isan. Di samping batagor-batagor lain yang menawarkan rasa prima namun dengan harga yang lumayan mahal.Batagor H. Isan melenggang dengan rasa dan harga yang terjangkau. Dibanderol dengan harga Rp 15.000 per porsi. Batagor H. Isan menawarkan beragam komposisi menu. Selain batagor dengan bumbu kacang, Anda dapat menikmati batagor kuah, mie bakso dan yamin, plus potongan kelezatan yang tiada tara.Warung batagor yang berdiri sejak tahun 1970-an ini tersebar di berbagai titik di Bandung. Dari sudut di Jalan PHH. Mustofa, Cikutra, sampai di setiap sudut kota Bandung yang strategis, Anda akan menemukan batagor H. Isan. Cukup buka aplikasi navigasi lalu meluncurlah ke salah satunya. Dan besiaplah menyeruput kuah batagor nan gurih di Bandung sehabis diguyur hujan.9. Warteg ala Sunda Ibu Imas Berkeliling di Kota Bandung membuat perut cepat berontak. Di kala lapar dahaga melanda, Warung Ibu Imas adalah pilihan tepat. Kedai yang berada di Jalan Balong Gede dekat dengan Alun-Alun Bandung ini selalu ramai diserbu konsumen, terutama di waktu makan siang dan makan malam.Beragam pilihan menu a la Sunda dapat anda nikmati di sini. Dari mulai sayuran, daging, pepes, dan tak lupa lalapan juga sambal khas Ibu Imas menunggu anda cicipi. Satu hal yang spesial di warteg ala Sunda ini adalah karedok leunca pedas menggoda.Ada menu rahasia yang hanya pegawai dan Anda saja yang tahu. Pesanlah sop kikil yang tidak ada di menu. Segera semangkuk panas terhidang di depan Anda dengan bawang goreng dan potongan kikil lembut siap Anda lumat. Jangan khawatir kehabisan karena dari sekian banyak Warung Ibu Imas di sepanjang jalan Balong Gede, ada satu warung yang buka 24 jam!10. Sate Lemak, JandoJando di dalam bahasa Sunda berarti lemak. Kata ini melekat bukan tanpa makna. Sate jando yang membuka lapak di Jalan Diponegoro ini memang penuh dengan lemak di setiap lilitan daging sapi pilihan. Sate yang hanya buka pada siang hari di sekitaran Gasibu Bandung ini selalu dipadati penikmat kuliner panggangan daging.Walaupun terletak di pinggir jalan, tepatnya di belakang Gedung Sate Bandung, tidak mengurangi antusias para pembeli. Suatu keasyikan tersendiri ketika kita makan bercengkrama di pinggir jalan, berkursikan plastik sambil larak-lirik sama mojang Bandung yang cantik nan geulis pisan. Awas, bumbu sate perpaduan bumbu pecel dan jeruk nipis di sate jando tumpah di celana!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads