Rela Trekking Demi View di Pulau Cantik Labuan Bajo Ini
Sabtu, 27 Okt 2018 14:45 WIB
Melati Sihotang
Jakarta - Pulau Kelor di Labuan Bajo merupakan salah satu yang paling Instagramable. Jangan lupa juga trekking ke atas bukit untuk melihat kecantikannya.Ini kisah saya tentang pulau pertama yang saya sambangi ketika Live On Board (LOB) di Labuan Bajo. Namanya pulau Kelor. Mirip ya dengan nama pulau kelor yang ada di Kepulauan Seribu.Untuk mencapai tempat ini dari pelabuhan di Labuan Bajo memakan waktu sekitar tiga jam. Tenang, selama perjalanan kita akan disuguhi perbukitan dan lautan cantik khas daerah timur.Menghabiskan waktu di kapal, saya dan beberapa teman berfoto-foto ala sosialita, karena sayang banget melewatkan viw kece dari alam sekitar.Asik berfoto, tidak terasa kami pun tiba di lokasi. Dari kejauhan sudah tampak pasir putih kontras dengan air hijau tosca yang benderang.Di pantai yang gak terlalu luas tersebut, terdapat pedagang suvenir khas labuan bajo, salah satunya patung kayu berbentuk komodo. Tak sabar untuk melihat view dari atas, saya pun bergegas mendaki.Ya untuk melihat view Pulau Kelor secara menyeluruh, kita harus trekking terlebih dahulu. Waktu itu saya beralaskan sendal, dan memakai kaos kaki yang seketika kotor karena debu tanah.Bukitnya tidak terlalu tinggi namun cukup curam dan agak licin, karena terdiri dari tanah berpasir dan sedikit bebatuan. Terlebih di salah satu sisi bukit, bagian bawahnya langsung menghadap ke lautan, jadi harus extra hati-hati agar selamat sampai puncak bukit.Untuk yang mudah haus disarankan bawa minum sih, karena lumayan bikin dahaga, mengingat udara pantai yang pasti panas.Setelah perjuangan yang cukup berat, akhirnya saya pun tiba di puncak. Dari atas terbentang pemandangan indah mempesona.Hamparan air hijau biru lautan, di latari bukit gagah di belakangnya serta beberapa kapal yang sedang bersandar menambah keepikan pulau kelor yang dinikmati dari ketinggian.Seketika saya ingin mengganti nama Pulau Kelor ini menjadi 'pulau cantik' karena penampakan pulau ini memang sangat cantik. Sayangnya nama Pulau Kelor memang sangat mencerminkan tentang karakteristik khas pulau ini, yaitu banyak pohon kelor di sini. Jadi ya sudah memang harus gitu namanya.Matahari pun semakin meninggi, karena memang sudah mendekati pukul 12.00 Waktu setempat, maka setelah mengambil beberapa foto dan video saya dan rombongan pun beranjak turun.Sama seperti naik, maka kita pun tetap kudu extra hati-hati ketika turun. Bahkan saya beberapa kali harus selonjoran untuk turun, karena gak ada pegangan apapun di jalur trek.Tidak seperti di atas bukit yang tidak ada pohonnya, maka di bawah kita bisa berteduh di bawah pohon kelor. Sesaat menikmati kesegaran air dan kelembutan pasirnya, saya dan teman-teman pun kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.











































Komentar Terbanyak
Jembatan Cirahong Bersolek, Cagar Budaya Peninggalan 1893 Kembali Dipercantik
Wisatawan Jepang Jadi Wisatawan Paling Sopan di Dunia, AS Paling Royal
Rumah Trump Dijaga Ketat, FAA Batasi Penerbangan di Langit Palm Beach