Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Agu 2018 10:47 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kisah Kota Kuno di India Tempat Syuting Serial TV Jodha Akbar

Neny Setiyowati
d'Traveler
Makam Sufi Salim di dalam bangunan marmer putih, cantik unik. Dibangun pada tahun 1580. Merupakan salah satu contoh terbaik dari arsitektur Mughal di India.
Makam Sufi Salim di dalam bangunan marmer putih, cantik unik. Dibangun pada tahun 1580. Merupakan salah satu contoh terbaik dari arsitektur Mughal di India.
Gerbang spektakuler setinggi 54 meter dinamakan Buland Darwaza. Adalah gerbang kemenangan untuk memperingati kemenangan Raja Akbar atas wilayah Gujarat. Dibangun pada tahun 1576. Merupakan gerbang tertinggi di dunia.
Gerbang spektakuler setinggi 54 meter dinamakan Buland Darwaza. Adalah gerbang kemenangan untuk memperingati kemenangan Raja Akbar atas wilayah Gujarat. Dibangun pada tahun 1576. Merupakan gerbang tertinggi di dunia.
Makam kerabat kerajaan di halaman di dalam kompleks Fatehpur Sikri. Dan bagian belakang dari Buland Darwaza.
Makam kerabat kerajaan di halaman di dalam kompleks Fatehpur Sikri. Dan bagian belakang dari Buland Darwaza.
Masjid Jama atau Masjid Jumat tampak begitu menakjubkan berbentuk persegi panjang. Adalah bangunan pertama yang dibangun di kompleks Fatehpur Sikri.
Masjid Jama atau Masjid Jumat tampak begitu menakjubkan berbentuk persegi panjang. Adalah bangunan pertama yang dibangun di kompleks Fatehpur Sikri.
Bagian dalam Masjid Jama dengan arsitektur unik mencerminkan 3 unsur agama Islam,Hindu dan Kristen.
Bagian dalam Masjid Jama dengan arsitektur unik mencerminkan 3 unsur agama Islam,Hindu dan Kristen.
detikTravel Community - Traveler masih ingat serial TV Jodha Akbar? Di Kota Fatehpur Sikri lah serial ini syuting. Inilah kisah kota kuno yang pernah jadi ibu kota Kerajaan Mughal.Serial TV Jodha Akbar menceritakan sebuah drama tentang kisah pernikahan politik antara Raja Akbar dengan seorang putri dari kerajaan Hindu yang terjadi pada abad ke 16. Atau mungkin kamu pernah nonton film Shah Rukh Khan yang berjudul Pardes, di sinilah lokasi syutingnya.Fatehpur Sikri adalah sebuah kota kuno berbenteng megah terletak sekitar 40 KM sebelah barat kota Agra, India. Kota ini pernah menjadi ibu kota kerajaan Mughal antara tahun 1571-1585.Di bawah pemerintahan Raja Akbar, yang pada saat itu mencapai kejayaannya, kekuasaannya membentang di India Utara. Tak ada raja lain yang bisa menandinginya.Meski akhirnya Akbar meninggalkannya karena ada perang di wilayah lain dan juga kurangnya pasokan air. Hingga pada tahun 1610 kotanya benar-benar ditinggalkan.Saya sendiri bukan penggemar film India, tapi saya pencinta sejarah. Hal inilah yang membuat saya mampir dulu ke Fatehpur Sikri sebelum ke Agra, yang saya capai dengan naik bus dari kota Jaipur. Tiket bus yang seharusnya 130 Rupee, saya bayar 260 Rupee, kena tipu preman bus.Perjalanan sekitar 4 jam melewati tanah gersang, kering, dan berdebu. Tidak ada penghijauan, karena sekarang adalah musim panas.  Tidak tanggung-tanggung, suhunya 44 derajat Celsius. Air mineral yang semula saya beli dingin berubah menjadi hangat.Sapi dan kambing terlihat makan plastik di tumpukan sampah di pinggir jalan. Orang-orang tampak bekerja keras di bawah terik matahari. Kehidupan di India seperti berhenti di 45 tahun lalu. Tak ada perubahan. Membuat saya lebih bersyukur, bagaimanapun juga hidup di Indonesia jauh lebih indah.Bus menurunkan saya di pinggir jalan raya besar. Benteng Fatehpur Sikri tampak berdiri kokoh dari kejauhan. Untuk mencapai kompleks Fatehpur Sikri masih sekitar 1,5 km lagi. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Tapi dengan udara yang teramat panas dan membawa koper, terasa juga beratnya.Beberapa auto rickshaw (sepert bajai) datang mendekat. Harga yang ditawarkan 100 Rupee. Padahal cuma 7 menit saja. Saya pun terus berjalan di tengah panasnya matahari seperti orang yang tengah melakukan nadzar. Hingga saya mendapat harga 10 Rupee berbagi dengan penumpang lain.Tidak sampai 5 menit sopir bajai menurunkan saya dan memberitahu arah menuju kompleks Fatehpur Sikri yang berada di atas bukit gersang. Hanya memerlukan pendakian 5 menit saja.Baru satu langkah seorang anak kecil menghampiri dengan sangat agresif. Mencoba menawarkan jasanya menjadi guide. Saya menolak takut ada jebakan. Dia terus memaksa sampai memberi harga 10 Rupee.Yang mengejutkan, dia menyerahkan saya ke seorang pria yang akan menjadi guidenya, jadi bukan anak itu. Saya tetap menolak, tapi dia sangat memaksa dan bilang kalau saya boleh membayar sesuka hati. Saya bilang kalau saya hanya akan membayar 50 Rupee, dia pun setuju.Kisah Fatehpur Sikri sangat menarik untuk disimak. Berawal ketika Raja Akbar datang berkunjung ke Desa Sikri untuk menemui seorang Sufi sakti bernama Sheikh Salim Chishti yang tinggal di sebuah goa guna mendapatkan doa agar memperoleh keturunan laki-laki.Konon sang Raja sengaja berjalan kaki dari Kota Agra. Sufi Salim bilang Akbar akan memiliki 3 putra. Dan benar, salah seorang permaisuri Raja yang beragama Hindu, yakni Jodha Bai atau Jodha Akbar melahirkan bayi laki-laki pada tahun 1569.Sebagai penghargaan terhadap Sufi, bayinya diberi nama Salim yang kelak akan menggantikan Raja Akbar bergelar Raja Jahangir yang tak lain adalah ayah dari Shan Jahan, Raja kelima di kerajaan Mughal yang juga sebagai pendiri Taj Mahal.Sesuai ramalan Sufi, 2 putra lainnya menyusul lahir. Sebagai ungkapan syukur Raja Akbar membangun istana besar di Sikri pada tahun 1571 dengan batu pasir merah di atas bukit berbatu, dengan panjang 3 KM dan lebar 1 KM, dikelilingi oleh 6 KM dinding di 3 sisi dan yang keempat dibatasi danau.Istana ini dinamai Fatehpur Sikri yang berarti kota kemenangan. Sebagai simbol kemenangan telah berhasil menguasai wilayah Gujarat.Dari segi arsitektur, struktur tanah dan pola berkesinambungan menandakan bahwa Fatehpuh Sikri dibangun untuk memberikan kenyamanan dan kemewahan bagi para penghuninya. Hal ini bisa langsung terlihat dari gerbang spektakuler setinggi 54 meter yang bernama Buland Darwaza yang harus dilewati untuk memasuki kompleks Fatehpur Sikri, yang dibangun 5 tahun kemudian.Setelah melewati gerbang akan terlihat bangunan marmer putih kecil tapi unik beratap bentuk kubah adalah makam dari Sufi Salim yang dibangun pada tahun 1580.Yang menarik di sini, adanya ritual mengikat benang merah 3 ikatan pada dinding layar marmer sambil berucap maksimal 3 keinginan, maka keinginan itu akan terwujud. Penasaran saya pun mencobanya.Untuk melakukan ritual ini ada donasi khusus. Namanya donasi seharusnya bisa seikhlasnya tapi ternyata tidak. Donasi tersebut dengan membeli kain untuk menutupi makam. Harga kainnya bervariasi yang paling murah adalah 2500 Rupee.Guide dan penjual kain menjelaskan bahwa uang tersebut akan didonasikan untuk sekolah anak-anak. Saya seperti tidak ikhlas melakukannya, saya urungkan untuk melakukan ritual ini.Guide memberi pilahan lain yakni dengan membeli bunga untuk ditabur dimakam seharga 100 Rupee. Sebenarnya cukup mahal untuk sebuah bunga tapi terkesan lebih masuk akal.Tidak tahu apakah turis lokal juga diwajibkan membeli kain atau bunga jika melakukan ritual ini karena orang yang jual kain dan bunga berada di belakang bangunan makam. Atau ini hanya bagian dari jiwa komersil dari warga setempat.Bangunan makam ditutupi oleh layar marmer halus di semua sisi. Terukir indah dengan pola yang berbeda-beda. Tidak terlihat dari luar tapi jelas dari dalam, bahkan bisa ambil gambar dari lubang ukiran tersebut.Terkenal sebagai salah satu contoh terbaik dari arsitektur Mughal. Makam Sufi Salim terletak di aula tengah.Selesai menabur bunga saya ikatkan benang merah pada salah satu dinding layar marmer yang sudah dipenuhi benang dan berucap 3 keinginan dalam hati. Keluar dari bangunan makam tampak sebuah masjid berbentuk persegi panjang begitu menakjubkan yang masih berfungsi hingga kini.Masjid ini merupakan bangunan pertama yang dibangun di kompleks ini. Membentang sepanjang 165 meter, disebut Masjid Jama juga dikenal dengan Masjid Jumat adalah salah satu masjid terbesar di India.Terdapat 3 Mihrab di setiap 7 bagian dinding, Mihrab pusat besar ditutupi oleh kubah, dihiasi dengan tatahan marmer putih dalam pola geometris.Memiliki 3 istri dengan 3 agama berbeda yakni Islam, Hindu dan Kristen membuat Raja Akbar mendesign masjidnya dengan 3 unsur agama tersebut. Meski di beberapa bagian tercermin arsitektur Iran yang indah.Tidak hanya makam Sufi Salim, kerabat kerajaan juga turut dimakamkan di halaman masjid yang tertutup nisan saja. Bangunan lain yang tak kalah menarik adalah istana untuk ketiga istrinya serta beberapa bangunan lain.Karena keindahan arsitektur dan kaya akan sejarah, UNESCO telah menetapkan kompleks Fatehpur Sikri sebagai situs warisan dunia pada tahun 1986. Sang guide memberikan performa maksimal, tidak hanya memberikan penjelasan tapi juga mengambilkan saya foto.Meski pada akhir tur dia membawa saya untuk membeli hasil ukiran marmer, lagi-lagi dibilang kalau uangnya akan didonasikan. Tapi perasaan saya mengatakan kalau ini hanya bagian dari komersil saja.Setelah meninggalkan Fatehpur Sikri, saya bertemu beberapa orang dengan pengalamannya di Fatehpur Sikri. Tempatnya memang menakjubkan tapi sayang terlalu komersil. Banyak guide jadi-jadian yang tidak takut untuk melakukan apapun untuk bisa menjadi guide, bahkan sampai menjatuhkan diri di mobil orang.Tapi ini semua bisa dimaklumi karena taraf hidup warga setempatnya tidak seindah Fatehpuh Sikri. Terlalu jauh bahkan. Banyak peminta-minta, anak-anak kecil sekalipun. Bahkan di lingkungan Masjid Jama.Tentunya hal ini akan membuat kita lebih bersyukur bahwa kita lebih beruntung karena kehidupan kita jauh lebih indah daripada mereka. Bila kamu tertarik untuk berkunjung, kamu harus tetap waspada. Jangan mudah tertipu. Dan bila kamu tertipu anggap saja kalau kamu sedang bersedekah. Bagaimanapun juga berbagi itu indah.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA