Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Agu 2018 10:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Orom Sasadu, Upacara Makan Bersama Roh Leluhur

Wina
d'Traveler
Para Tokoh Pemuka Adat
Para Tokoh Pemuka Adat
Nasi Cala, Alias Nasi Kembar
Nasi Cala, Alias Nasi Kembar
Pemukul Tifa, Musik Tradisional Pengiring Acara
Pemukul Tifa, Musik Tradisional Pengiring Acara
Peserta Wanita di Orom Sasadu
Peserta Wanita di Orom Sasadu
Sasadu atau Sabua, Rumah Adat untuk Berkumpul
Sasadu atau Sabua, Rumah Adat untuk Berkumpul
detikTravel Community - Di Jailolo, Maluku Utara terdapat upacara Orom Sasadu. Upacara ini merupakan makan bersama untuk menghormati leluhur.Remember your roots. Pernah denger quotes anonymous ini? Berlaku banget buat acara adat Orom Sasadu dari Halmahera Barat, Maluku Utara. Orom berarti makan, Sasadu (Sabua) berarti sebuah tempat berkumpul/rumah adat. Jadi Orom Sasadu artinya berkumpul untuk makan bersama. Makan-makan unik ini diadakan di Desa Gamtala yang diusulkan oleh Suku Sahu, suku asli Halmahera Barat. Orom Sasadu ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur karena udah diberikan nikmat kehidupan oleh Yang Maha Kuasa dan sebagai rasa hormat kepada para leluhur.Tamu-tamunya sendiri pemimpin, tokoh masyarakat sekitar dan orang-orang pemegang adat. Makanan yang disuguhkan nggak jauh-jauh dari olahan ikan. Mengingat wilayahnya deket perairan dan mata pencaharian masyarakatnya kebanyakan di laut.Yang bikin menunya khas adalah nasinya pake nasi cala, alias nasi kembar. Nasi yang dibungkus pake 2 sisi daun pisang dan digulung ke tengah-tengah batang daun sehingga bersatu, lalu dimasak pake bambu. Mengingat dulunya wilayah timur Indonesia terkenal huru-hara SARA, nasi kembar ini punya filosofi perdamaian yang melambangkan persatuan Suku Sahu Talai dan Sahu Padisuwa. Mantap.Biasanya Orom Sasadu diadakan 7 hari 7 malam non-stop. Layaknya film laga yang makin lama makin gereget jalan ceritanya, Orom Sasadu ini makin malem makin meriah. Nggak cuma diiringi musik tradisional (non-stop) dan tari-tarian.Waktu ke sana, acaranya dimulai malam hari sekitar jam 9. Turut hadir di acara ini, berarti sama saja sudah menghormati leluhur. Kenapa? Karena percaya nggak percaya, leluhur Suku Sahu juga ikut kita makan bareng di Orom Sasadu. Waktu doa pembukaan, MC-nya juga bawa doa-doa untuk leluhur pake bahasa daerah. Kalau datang ke daerah Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat di sekitar bulan Mei, pengunjung bisa melihat dan bergabung langsung ke Orom Sasadu.Sebisa mungkin harus pakai baju yang sopan dan tertutup ya. Disaranin untuk yang cewek pake kain tradisional atau sarung, yang cowok pake topi adat khas Maluku Utara. Barang-barang ini bisa didapat di Tourist Information Center, Festival Teluk Jailolo (FTJ). Oh ya Orom Sasadu ini salah satu rundown di event tahunan Kemenpar, Festival Teluk Jailolo, yang diadakan rutin sejak tahun 2008.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA