Nimba Ilmu di Museum Alam dan Sains Tokyo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Nimba Ilmu di Museum Alam dan Sains Tokyo

fatma sari - detikTravel
Minggu, 12 Agu 2018 15:30 WIB
loading...
fatma sari
Salah satu fosil predator purba di Nature and Science Museum, Tokyo
Exhibit yang ramah anak dan interaktif
Para nobel laureate dipajang. Museum-museum di Indonesia juga bisa memajang para saintis dan inventor kita agar generasi muda bisa kian bangga dengan inovasi dan karya bangsa sendiri
National Science and Nature Museum, Tokyo berdiri sejak tahun 1877
Museum juga dilengkapi dengan restoran dengan kaca panjang menyuguhkan pemandangan ruang pamer museum
Nimba Ilmu di Museum Alam dan Sains Tokyo
Nimba Ilmu di Museum Alam dan Sains Tokyo
Nimba Ilmu di Museum Alam dan Sains Tokyo
Nimba Ilmu di Museum Alam dan Sains Tokyo
Nimba Ilmu di Museum Alam dan Sains Tokyo
Jakarta - National Science and Nature Museum merupakan salah satu museum yang ada di Ueno, Tokyo. Museum yang wajib dikunjungi bila main ke Tokyo!National Science and Nature Museum berada di Ueno, Tokyo. Museum yang wajib dikunjungi karena selain penataannya yang keren, tiket masuk yang tidak mahal (anak-anak dan pelajar gratis), koleksi yang bagus dan terawat dan yang paling penting-ramah anak.Museum Alam dan Sains/National Nature and Science Museum yang berlokasi di Ueno, Tokyo adalah salah satu museum ramah ibu dan anak yang recommended banget untuk dikunjungi bersama keluarga. Fasilitas anak pertama ada pada tiket masuk. Anak-anak hingga pelajar SMA gratis berlaku kepada semua anak baik pengunjung lokal maupun wisatawan tidak dibedakan.Museum ini cukup ramai dikunjungi bahkan pada hari kerja. Ketika saya berkunjung cukup banyak ibu-ibu dan balitanya yang datang. Tampaknya museum ini juga menjadi lokasi wajib untuk kunjungan sekolah terlihat dari banyak pelajar dari yang masih piyik sampai pelajar SMA datang ke museum dalam kelompok-kelompok kecil. Tampaknya sedang mengerjakan tugas sekolah.Setelah membeli tiket masuk seharga 620 Yen (Rp 81 ribu), memasukkan ransel dan payung ke loker, saya masuk ke 360 Theater. 360 Theater dibuka untuk umum sejak tahun 2006. Pengunjung berdiri di jembatan ditengah theater. Theater ini berbentuk bola dengan diameter 12,8 Meter dimana tampilan film terlihat disemua sisi, kiri, kanan, atas dan bawah.Wahana ini memberikan efek optikal 3D tanpa kacamata, kabarnya merupakan yang pertama di dunia. Meskipun narasi pada film yang ditayangkan 100% menggunakan bahasa Jepang, tapi film yang ditayangkan tetap informatif dan inspiratif, minimal menginspirasi untuk memiliki yang seperti ini di tanah air.Saat kami mengunjungi theater ini film yang diputar adalah The Journey of Humans dengan durasi 10 menit saja. Rekan traveler yang berminat berkunjung ke Tokyo, Jepang dalam waktu dekat perlu memasukkan museum ini dalam agenda perjalanan karena mulai September 2018 sampai dengan Maret 2019 theater ini akan ditutup untuk renovasi.Sensasi dikelilingi oleh efek visual dan suara 360 harus dirasakan langsung. Bangunan museum merupakan gedung 6 lantai, 3 lantai ke atas dan 3 level basement. Berdiri sejak tahun 1877, museum ini merupakan salah satu museum tertua di Jepang. Meskipun sudah berumur, bisa dikatakan gedung museum masih terawat dengan sangat baik.Lantai 3 museum merupakan ruang pamer hewan yang sudah diawetkan dan fasilitas bermain anak usia 4-6 tahun dengan tema alam. Buat traveller anak bisa bermain sambil belajar sepuasnya disini dengan didampingi orangtua tentunya. Lantai 2 diisi dengan perkembangan sains dan teknologi Jepang. Lantai 1 merupakan ruang pajang biodiversity (we are all part of the same ecosystem) dan sejarah bumi. Penggemar dinosaurus akan menikmati basement 1 dan basement 2 yang merupakan ruang pajang era prasejarah dengan koleksi fossil yang akan membawa traveller ke era jurassic park dan peradaban manusia. Basement yang jadi favorit saya adalah basement 3 yang merupakan ruang pajang teknologi dan mesin (how our world works).Γ‚ Memasuki basement 3 traveller diajak menyimak area pajang para inventor, saintis hingga penulis Jepang serta profil peneliti Jepang yang juga penerima Nobel.Kesan yang pertama saya dapatkan adalah, penataan yang sedemikian rupa akan membuat anak-anak bangga dengan karya bangsanya. Setelah area pajang para nobel laureate dilanjutkan dengan ruang pajang teknik yang interaktif, anak-anak bebas menikmati sambil belajar. Hal-hal yang sepertinya sulit digambarkan dengan sederhana dan menarik.Dari tabel periodik hingga satuan mol (satuan pengukuran dalam sistem Satuan Internasional/SI untuk jumlah zat) digambarkan agar mudah dipahami anak-anak. Tentunya dirancang untuk membangun ketertarikan anak-anak dengan sains sejak dini. Museum ini juga difasilitasi dengan restoran dengan jendela kaca panjang yang bisa melihat langsung ke ruang pamer. Rekomendasi menu untuk anak tentunya paket kids meal yang terdiri dari spaghetti, takoyaki, croquette, patty steak, puding dan secangkir juice jeruk. Dari beberapa museum yang saya kunjungi, museum ini salah satu yang terbaik. Semoga Indonesia bisa lebih banyak memiliki museum bagus yang menarik seperti ini dan semoga jangan hanya di Jakarta saja. National Nature and Science Museum, buka setiap hari (kecuali hari Senin) dari pukul 09.00 sampai 17.00 pada hari kerja dan pukul 09.00 sampai jam 20.00 pada akhir pekan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads