Museum KAA, Tempat yang Bikin Bangga Menjadi Indonesia
Jumat, 19 Jan 2018 14:42 WIB
Elvina Herdiani
Jakarta - Berwisata ke Bandung, jangan lupa mampir ke museum yang satu ini. Museum KAA, yang membuat bangga menjadi Bangsa Indonesia.Bila traveler sedang berada di kawasan alun-alun Kota Bandung, jangan hanya mengagumi Mesjid Agung serta taman alun-alun dengan rumput sintetisnya, cukup dengan berjalan kaki dari sana, mampirlah ke Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) yang terletak di Jalan Asia Afrika no. 65, maka kita akan merasa sangat bangga menjadi orang Indonesia. Bagaimana tidak, hanya sepuluh tahun setelah merdeka, bangsa kita mampu mengadakan konferensi yang dihadiri oleh para kepala negara dari Benua Asia dan Afrika, keren kan?Di dalam museum kita bisa melihat puluhan foto yang menggambarkan peristiwa akbar ini, mulai dari foto-foto para kepala negara dan anggota delegasinya, suasana konferensi maupun sambutan masyarakat saat itu. Selain itu kita juga bisa menyaksikan barang-barang yang pernah digunakan saat konferensi tersebut seperti sofa maupun mesin tik zaman old. Tak ketinggalan di museum ini dipajang liputan surat kabar terbitan dalam negeri maupun luar negeri tentang konferensi tersebut. Yang tak kalah penting, kita bisa merasakan suasana konferensi saat berada di ruang sidangnya, jangan lupa selfie dengan deretan bendera negara peserta konferensi ya.Asyiknya lagi, bila kita berkunjung ke museum ini tidak dipungut biaya alias GRATIS dan museum ini tidak seperti kantor pemerintahan lain pada umumnya, tetap buka saat hari Sabtu dan Minggu karena tutupnya hari Senin. Pihak museum juga menyediakan pemandu bila kita datang dengan rombongan, tentu saja kita harus mengirim surat permohonan untuk berkunjung sebelumnya. Nah tunggu apalagi, bila berkesempatan ke Kota Bandung, berkunjunglah ke museum yang membanggakan ini.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah