Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Jan 2018 13:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kepulauan di Aceh Singkil Ini Katanya Seperti Maldive, Tapi...

Ini adalah mess Marinir yang sebenarnya tidak disewakan kepada wisatawan manapun. Namun berhubung libur panjang dan penginapan penuh saya pun merayu pemilik kapal agar bisa menginap di sini saja dan diberi izin
Ini adalah mess Marinir yang sebenarnya tidak disewakan kepada wisatawan manapun. Namun berhubung libur panjang dan penginapan penuh saya pun merayu pemilik kapal agar bisa menginap di sini saja dan diberi izin
Dermaga pelabuhan kapal feri yang ada di Pulau Balai. Setiap kapal yang hendak ke Pulau Nias maupun Simeulue biasanya selalu transit di sini. Bisa kalian lihat badai di kejauhan sana dan cukup kontras dengan warna pantinya yang berwarna hijau tosc
Dermaga pelabuhan kapal feri yang ada di Pulau Balai. Setiap kapal yang hendak ke Pulau Nias maupun Simeulue biasanya selalu transit di sini. Bisa kalian lihat badai di kejauhan sana dan cukup kontras dengan warna pantinya yang berwarna hijau tosc
Satu-satunya jembatan yang ada di Pulau Balai dan sampai kini belum selesai pembangunannya. Padahal dari sini lumayan indah pemandangan yang bisa kita saksikan
Satu-satunya jembatan yang ada di Pulau Balai dan sampai kini belum selesai pembangunannya. Padahal dari sini lumayan indah pemandangan yang bisa kita saksikan
Salah satu pantai yang ada di Pulau Banyak, airnya sangat bening bukan?
Salah satu pantai yang ada di Pulau Banyak, airnya sangat bening bukan?
Bermain-main di tengah cuaca yang cukup bersahabat di salah satu pantai yang ada di Pulau Banyak
Bermain-main di tengah cuaca yang cukup bersahabat di salah satu pantai yang ada di Pulau Banyak
detikTravel Community - Traveler penasaran tentang pulau nan cantik ini. Katanya pantai di sini adalah Maldivesnya Indonesia lho.Perjalanan dari Medan ke Aceh Singkil kurang lebih 8 jam dan bisa lebih cepat atau bahkan lebih lama. Akan lebih baik jika dalam perjalanan nantinya menggunakan jasa transportasi rental mobil plat hitam dan harganya juga tak begitu jauh di bandingkan dengan angkutan umum, sekitar Rp 130-140 ribu. Namun, jika ingin menikmati suasana perjalanan, gunakanlah bus dari PO Himpak dengan harga tiket sebsar Rp 110 per orang.Tak terasa sampai di Subulusalam dan jam keberangkatan kapal penyeberangan ke pulau akan berangkat pada pukul 08.00 WIB. Ada sedikit duka yang kami alami dalam penyebrangan kali ini, ternyata Badai Dahlia menghadang perjalanan laut kami dari yang seharusnya hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam saja ternyata harus sampai 6 jam terombang ambing di lautan. Harga tiket per orang ke Pulau Balai adalah kurang lebih sebsar Rp 30 ribu dan itu adalah kapal kayu milik warga bukan feri.Petualangan kami dimulai dan itupun sudah di wanti-wanti oleh pak marinir agar tidak terlalu jauh berkeliling. Kami berangkat tepat pukul 09.00 WIB. Pulau yang pertama dikunjungi adalah Pulau Panjang, salah pulau yang terdekat dengan pulau tempat kami menginap (Pulau Balai). Ada beberapa pulau yang dikunjungi yaitu Pulau Rangit tempat mercusuar berada, Pulau Asok, Pulau Biawak dan lain-lain.Pulau Banyak layak untuk tempat snorkeling dengan karangnya masih terjaga. Namun sayang, ada banyak sampah yang ditemui di setiap pulau yang kami kunjungi membuat nilainya sedikit berkurang di mata setiap pengunjung. Sampahnya lumayan banyak, perlu adanya tindakan dari pemerintah setempat untuk menggerakkan pembebasan pulau dari sampah-sampah yang bertebaran.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA