Megahnya Masjid yang Ada di Uang Rp 50
Senin, 05 Mar 2018 10:30 WIB
Rudi Chandra
Jakarta - Di uang kertas Rp 50 terdapat gambar sebuah masjid. Masjid Raya Al-Mashun namanya, berada di Kota Medan, Sumatera Utara.Masjid Raya Al-Mashun yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan dikenal sebagai salah satu masjid tua dan bersejarah di Sumatera Utara. Masjid ini juga pernah menjadi salah satu gambar di uang rupiah, tepatnya pada pecahan Rp. 50 terbitan 1957.Masjid Raya Al-Mashun yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan dikenal sebagai salah satu masjid tua dan bersejarah di Sumatera Utara. Bahkan masjid ini juga menjadi salah satu objek wisata yang wajid dikunjungi wisawatan jika sedang berlibur di Kota Medan.Masjid peninggalan Kesultanan Melayu Deli yang dibangun pada tahun 1906 ini memang terkenal dengan keindahan arsitekturnya yang memadukan gaya gaya arsitektur khas Timur Tengah, India dan Spanyol sehingga terlihat begitu megah.Namun keistimewaan masjid ini tidak hanya terbatas pada itu saja, karena ternyata masjid ini juga pernah menjadi salah satu gambar di uang rupiah, tepatnya pada pecahan Rp. 50 terbitan 1957 dengan gambar depan berupa gambar buaya.Saya sendiri tidak sengaja menemukan fakta ini ketika sedang mencari uang-uang kuno Indonesia. Berangkat dari hal itu, saya pun merencanakan pencarian sudut pengambilan foto Masjid Raya Al-Mashun yang ada di uang tersebut.Ternyata gambar Masjid Raya Al-Mashun yang ada di uang Rp. 50 emisi 1957 tersebut diambil dari Taman Sri Deli yang ada di seberang masjid. Taman ini juga salah satu peninggalan dari Kesultanan Melayu Deli dan dulunya merupakan tempat bersantainya permaisyuri dan putra-putri sultan.Dari taman ini memang terlihat Masjid Raya Al-Mashun yang berdiri megah persis seperti yang ada di gambar uang Rp. 50. Pemandangannya pun cukup indah, bahkan terkadang bayangan Masjid Raya Al-Mashun terpantul di permukaan kolam Taman Sri Deli jika cuacanya sedang cerah.Hanya sayangnya keberadaan pepohonan yang berada di antara Masjid Raya Al-Mashun dengan Taman Sri Deli sedikit menghalangi pemandangannya. Sebenarnya hal ini membuat dilema, karena jika tidak ada pepohonan tersebut pemandangannya akan lebih jelas namun pasti terasa gersang. Tetapi jika pepohonan tersebut ada, pemandangannya sedikit terhalangi.Meski begitu, saya cukup puas bisa melihat keindahan Masjid Raya Al-Mashun dari sudut yang berbeda. Satu sudut yang dulunya menjadi penghias uang Rp. 50 emisi 1957. Selain itu saya juga bisa menikmati kesegaran dari Taman Sri Deli ini. Sungguh satu hari yang sempurna.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru