Masjid di Semarang Ini Punya Arsitektur Lintas Benua
Jumat, 29 Des 2017 11:25 WIB
Jetrani Reza Dias
Jakarta - Selain megah, Masjid Agung Jawa Tengah juga memiliki arsitektur yang unik. Ada perpaduan antara budaya lokal Jawa hingga Timur Tengah dan Romawi.Terletak di Jalan Gajah Raya No 128 Sambirejo, Gayamsari, Semarang, secara arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah memiliki keunikan dengan memadukan arsitektur Timur Tengah dan Roma tanpa melupakan ciri khas bangunan Jawa. Atap limasan mencerminkan gaya arsitektur khas Jawa, sedangkan di bagian ujungnya berupa kubah berdiameter sekitar 20 meter yang dikelilingi 4 menara masing-masing setinggi 62 meter sebagai ciri khas bentuk bangunan masjid.Bangunan lain yang menjadi penanda keunikan masjid adalah sebuah menara berbentuk kubus di bagian dasarnya. Sedangkan di bagian atas berbentuk lingkaran yang mengerucut pada bagian atasnya. Gaya Timur Tengah terlihat dari kubahnya. Sedangkan pengaruh Yunani terlihat pada 25 pilar yang terletak di plaza utama. Pilar-pilar berwarna ungu yang dipadu dengan kaligrafi menyerupai bangunan Colosseum di Roma. Masjid Agung Jawa Tengah juga dilengkapi dengan 6 payung hidrolik raksasa yang bisa membuka dan menutup secara otomatis yang mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi di Madinah.Di sisi sebelah depan selatan masjid terdapat Menara 99, karena memang tingginya 99 meter sebagai representasi dari Asma Al-Husna atau 99 nama atau sifat Tuhan. Lantai 1 menara ini difungsikan sebagai stasiun Radio DAIS MAJT, lantai 2 nya merupakan Museum Perkembangan Islam di Jawa Tengah. Museum dua lantai ini menyimpan koleksi yang beragam, mulai dari dokumentasi sistem pendidikan pesantren, naskah kuno, kumpulan kitab, miniatur masjid, contoh ornamen masjid, hingga Al Quran raksasa yang ditulis menggunakan tangan.Lantai 19 yang merupakan lantai paling atas sebagai gardu pandang yang dapat digunakan untuk melihat keindahan kota Semarang dari ketinggian dengan membayar Rp 7.000/orang. Saat mengitari puncak menara, terdapat deretan teropong yang disediakan oleh pengelola masjid. Teropong tersebut bisa digunakan jika pengunjung memasukkan koin 1.000 rupiah untuk menggunakan teropong selama 1,5 menit.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah