Gedung Unik dengan Akar Pohon di Kota Tua
Senin, 10 Apr 2017 11:25 WIB
rizkichuk
Jakarta - Ada banyak bangunan bersejarah di Kota Tua yang menati revitalisasi. Salah satunya adalah gedung G. Kolff yang kini ditumbuhi akar pohon.Setelah sesi Workshop Menulis Ala detikTravel, rombongan d'Traveler menelusuri beberapa bangunan yang akan dan sedang direvitalisasi (difungsikan kembali) sesuai dengan peruntukkannya di masa dahulu. Salah satunya, G. Kolff yang dulunya merupakan toko buku dan penerbitan terbesar pada masa Hindia Belanda. Destinasi sejarah yang unik dan Instagramable ini masih termasuk bagian dari Gedung Cipta Niaga. Untuk mencapai ke sana, kami harus melewati sisi samping lalu menuju ke belakang. Dulunya adalah toko buku terbesar se-Asia Tenggara. Gedung ini akan difungsikan kembali sebagai Green Cafe. G K O L F F, ujar Bu Dina, sebagai pemandu rombongan d'Traveler. G.Kolff sekarang terlihat tua alias tidak terawat. Puing-puing besi tertumpuk di halaman depan, lapisan dinding yang rontok menyembulkan bata berwarna merah, sebagian dihiasi tumbuhan merambat, kolong pintu juga jendela terlihat kosong, dan yang paling menonjol adalah pohon rindang tepat berada di tengah pada bagian atas.Saya memasuki bangunan itu. Akar pohon tepat berada di pojokan bersinggungan dengan tangga melingkar ke lantai dua. Sangat unik sekali. Akar-akarnya melekat di tembok dengan ukuran yang cukup besar. Sebagian lain yang berukuran kecil menyatu dengan dinding bata juga lumut. Pada ruangan bagian kiri, ada bekas toilet dengan kloset duduk yang sudah kusam dan gelap. Sebelahnya lagi, ruangan dengan tangga yang lebih besar mengakses ke lantai atas pula. Terlihat ada sisa kayu penopang konstruksi atap. Saya berasumsi konsep bangunan ini bergaya minimalis. Pola ruangnya berukuran kecil namun bersekat-sekat. Beberapa d'Traveler mengamati kondisi ruangan dan mengambil foto di situ. Tidak berlama-lama, lalu bergegas meninggalkan bangunan berakar pohon itu. Dalam benak saya terbesit, revitalisasi G. Kolff akan seperti apa nantinya, apakah masih tetap mempertahankan nilai keasliannya? Dengan tidak mengubah bentuk serta melestarikan eksistensi pohon berakar yang mungkin tumbuh secara alami sejak bangunan itu ditinggalkan atau bahkan pernah dilupakan.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah