Sombori, Si Seksi dari Sulawesi Tengah
ALAMSYAH ALAMSYAH - detikTravel
Jumat, 13 Jan 2017 14:58 WIB
Jakarta - Disebut-sebut sebagai Raja Ampat di Sulawesi. Sombori pun muncul dengan memikat banyak traveler. Ini dia si seksi dari Sulteng, Sombori.Trip kali ini adalah pengalaman pertama saya ke sombori. Jadi sangat exited karena sudah lama ditunggu dan tidak sabar melihat sendiri keindahan sombori. selama ini saya hanya melihat dari foto dan mendengar cerita teman-teman yang pernah kesana. Pagi-pagi jam 7 kami sudah berkumpul di pantai Biru Kendari, perjalanan ke sombori menggunakan kapal selama 4,5 Jam dari kendari.Sombori adalah nama kawasan konservasi dengan luas 41.342 Ha. Kawasan ini dijadikan sebagai tempat wisata bahari dengan nama Taman Wisata Sombori yang masuk wilayah Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah.Jam 12 siang, kami sudah mulai memasuki wilayah Sombori dengan tujuan pertama ke pulau Koko. Pulau kecil dengan pasir putih dengan pohon kelapa, cocok untuk beristirahat dari panas matahari yang menyengat dan foto dengan latar laut jernih dan tebing batu yang menjulang. Kami menikmati makan siang di sana.Setelah puas di pulau Koko, kami menuju Bukit Sombori yang lokasinya tidak jauh dari Pulau Koko. Untuk naik ke atas bukit Sombori ternyata tidak mudah. Saking susahnya perlu dibantu menggunakan tangga untuk memanjat ke atas. Bukitnya tidak tinggi, tapi jalur mendakinya yang sulit dan berbahaya karena batu-batuan yang tajam dan rawan longsor. Setelah sampai puncak, semua kesulitan dan penderitaan terbayar lunas. Pemandangan yang luar biasa indah dengan latar gugusan pulau-pulau dan laut jernih yang biru menghilangkan semua rasa letih. Pemandangan ini terlihat mirip dengan pemandangan di Raja empat yang terkenal. Katanya, di sinilah puncak keindahan yang menjadi ikon untuk foto wajib ketika ke Sombori.Hari mulai sore, setelah puas berfoto kami segera turun dari bukit Sombori dan menuju ke tempat penginapan. Kami menginap di Balai Desa Wosu, ternyata tempatnya juga sangat menarik dan unik.Selain balai desanya bagus dan luas, yang paling keren dan membedakan dari balai desa pada umum adalah bagian depannya yang berada menjorok ke dalam laut yang jernih dengan karang-karang yang masih terjaga dibawahnya. Jadi setiap orang jika ingin mandi atau snorkeling bisa langsung turun lewat tangga yang sudah disediakan atau tinggal loncat langsung ke laut biru yang luas dan jernih. Melihat pemandangan yang tidak biasa ini, walaupun hari mulai gelap tidak menghalangi kami untuk langsung berlomba terjun ke dalam laut, bahkan sebelum kapalnya sandar di Balai Desa.Desa Wosu adalah desa kecil dengan penduduk 50 KK (202 jiwa). Karena Desa ini terletak di pulau yang jauh dari keramaian, sangat terasa keramahan dan keterasingan di sini.Kami menikmati interaksi dengan penduduk lokal dan mereka menyediakan makan malam buat rombongan kami. Listrik menjadi barang yang mahal dan hanya tersedia antara jam 6 sore sampai jam 11 malam. Ketika malam datang, kami berebut untuk mencharger telepon genggam dan kamera masing-masing. Walaupun telepon genggam tidak bisa digunakan karena tidak ada satupun sinyal telepon selular di Sombori.Selain listrik, kami juga kesulitan dengan air tawar dan toilet yang terbatas. Semua keterbatasan tersebut tidak menghalangi Kami menikmati malam dengan duduk bercerita di beranda depan balai desa sambil menikmati pemandangan laut dan bintang-bintang di kejauhan.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah