Nongkrong Ala Anak Muda Thailand, ke Asiatique Saja!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Nongkrong Ala Anak Muda Thailand, ke Asiatique Saja!

Darwance Law - detikTravel
Jumat, 31 Mar 2017 15:33 WIB
loading...
Darwance Law
Salah satu outlet fasion di Asiatique Bangkok
Sekelompok pengunjung sedang asyik bercengkrama di Asiatique
Sungai Chao Phraya dengan gedung-gedung yang menjulang
Bianglala raksasa ala Asiatique
Nongkrong Ala Anak Muda Thailand, ke Asiatique Saja!
Nongkrong Ala Anak Muda Thailand, ke Asiatique Saja!
Nongkrong Ala Anak Muda Thailand, ke Asiatique Saja!
Nongkrong Ala Anak Muda Thailand, ke Asiatique Saja!
Jakarta - Liburan ke Thailand, kamu bisa coba gaya nongkrong ala anak muda gaul Bangkok. Tempat yang harus kamu tuju, tentu saja di Asiatique!Thailand merupakan salah satu negara paling makmur di kawasan Asia Tenggara. Salah satu simbol paling nyata adalah megahnya negara ini yang tercermin pada gedung-gedung yang tinggi menjulang di kota-kota utama negara ini, terutama di Bangkok.Mall yang bertebaran di kota ini merupakan bentuk lain bukti nyata itu. Selain MBK yang sudah tersohor, ada mall unik yang layak untuk didatangi. Ialah Asiatique, mall berkonsep terbuka yang terletak di sisi Sungai Chao Phraya."Selanjutnya, kita akan menuju destinasi terakhir, yakni Asiatique," terang Oom Pacha seraya menghempas dengan kencang pintu mobil bagian depan.Petang mulai datang. Lalu lintas di beberapa ruas jalan raya tak jauh dari MBK Bangkok yang baru saja kam datangi itu kian riuh. Tuk-tuk, kendaraan yang menjadi identitas transportasi Thailand itu lalu lalang, beradu dengan beragam rupa kendaraan masa kini di antara gedung-gedung yang menjulang tinggi.Dengan sisa tenaga yang kami miliki setelah menjelajah Thailand dari Pattaya, saya dan adik tetap antusias menikmati jengkal demi jengkal perpaduan Bangkok yang metropolis dengan beberapa bangunan artistik masa silam itu."Di Asiatique nanti, adik-adik juga bisa membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang. Harganya memang sedikit agak mahal, apalagi bila dibandingkan dengan yang ada di Wat Arun kemarin," sela Oom Pacha di antara laju mobil yang kadang pelan kadang melaju kencang.Negara Thailand adalah negara kedua yang saya datangi setelah Malaysia. Dua-duanya karena hadiah dari detikTravel, berkat mengkombinasikan kegemaran jalan-jalan, menulis dan dunia fotografi. Setiap berada di negara orang, setiap kali itu pula saya selalu membandingkan apa yang saya lihat dengan kondisi yang ada di Indonesia, termasuk manakala saya melewati ruas demi ruas jalan yang ada di Bangkok.Saat itu pula, pikiran saya langsung terbelah dua, di Bangkok dan di Jakarta. Saya lantas membandingkan antara Bangkok dan Jakarta. Soal tata kota, Bangkok memang lebih juara, tapi saya tetap bangga dengan Jakarta.Hampir setelah jam berlalu. Di luar, saya menyaksikan jalanan yang mulai tak lagi lengang macam sebelumnya, tetapi sesak oleh para pejalan kaki. Mobil yang kami tumpangi pun merangkak semakin pelan, seolah hendak berhenti.Sesekali, terdengar Oom Pacha kembali bercerita entah soal apa, yang pasti berujung pada kebanggannya akan lalu lintas di negara mereka. Ceritanya, sabar adalah kunci utama dalam berlalu lintas di Thailand, sehingga tak heran bila sepanjang hari sulit mendengarkan suara klakson menjerii di sana."Nah, kita sudah sampai," sambung Oom Pacha beberapa menit kemudian.Ya, ramainya pejalan kaki yang kami saksikan sedari tadi rupanya petanda bahwa kami mulai memasuki kawasan dimana Asiatique berada. Sebagaimana cerita Oom Pacha sebelumnya, tempat ini memang ramai tak hanya oleh muda-muda di Thailand, tetapi dari anak juga orang tua.Melihat tempat ini, saya langsung ingat Paris Van Java Mall yang ada di Bandung. Bedanya, Asiatique terletak di tepi sebuah sungai dengan segala pesona yang dimiliki. Soal konsep, Asiatique tak jauh beda dengan Paris Van Java Mall di Bandung.Setelah melewati pemeriksaan dengan metal detector, saya dan adik melangkah pelan memasuki Asiatique yang unik, disambut beberapa karya seni yang sontak mengingatkan saya pada ikon-ikon artistis yang dipasang di sepanjang Jalan Malioboro di Yogyakarta.Setelahnya, yang terlihat adalah outlet-outlet fashion merk-merk terkemuka, tak terkecuali kaos bertuliskan segala hal tentang Thailand. Semakin dalam, semakin banyak keunikan yang kami temui di sini, termasuk Juliet Love Garden yang menjadi simbol cinta sejati. Soal ini, akan saya ceritakan di lain waktu.Seperti yang saya ceritakan di awal, Asiatique merupakan sebuah arena layaknya pusat perbelanjaan dengan konsep terbuka, dengan sebuah sisi menghadap langsung ke Sungai Chao Prhaya yang ramai oleh lalu lalang perahu wisata.Inilah ciri khas Asiatique yang membedakannya dengan mall-mall lain yang ada di Thailand. Sebagaimana mall pada lazimnya, dalam Asiatique juga berdiri beragam outlet, termasuk tempat makan. Sisinya yang menghadap sungai adalah daya tarik tersendiri. Inilah spot terbaik untuk menikmati senja.Selain dikenal sebagai tempat nongrong, Asiatique tentu saja cocok dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata belanja. Segala hal tentang Thailand bisa dijumpai dengan mudah di tempat ini.Itu sebabnya, bila hendak mendatangi tempat ini, persiapkan uang belanja semampu yang kita punya. Dengan demikian, oleh-oleh pun siap dibawa pulang. So, salam jalan-jalan terus!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads