Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Jul 2016 14:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menjelajahi Pulau Komodo, Seru Banget!

Sri Endahni
d'Traveler
Manta di Manta Point
Manta di Manta Point
Senja di Gili Lawa Darat
Senja di Gili Lawa Darat
Lumba-lumba dalam perjalanan menuju Pulau Kalong
Lumba-lumba dalam perjalanan menuju Pulau Kalong
Kalong di Pulau Kalong
Kalong di Pulau Kalong
Komodo di Pulau Komodo ditemani Bapak Ranger.
Komodo di Pulau Komodo ditemani Bapak Ranger.
detikTravel Community - Pulau Komodo di NTT dan pulau-pulau di sekitarnya punya bentangan alam eksotis. Dari bukit, pantai, laut sampai bertemu naga purba!Dimulai dari Pelabuhan Labuan Bajo, perjalanan Sailing Komodo dimulai dengan menggunakan boat berisi 10 orang. Rute pertama yang dituju adalah Pulau Kanawa, tetapi karena waktu itu Pulau Kanawa ditutup untuk umum, maka perjalanan dilanjutkan ke Manta Point.Waktu kunjungan kemarin adalah Bulan Mei, dan beruntungnya kami adalah berjumpa dengan beberapa Manta yang berenang-renang dengan cantiknya begitu sampai di sana. Setelah dari Manta Poin, perjalanan dilanjutkan ke Gili Lawa. Sebuah pulau yang eksotis, cantik, dan mempesona. Berpadu dengan warna keemasan sinar matahari sore semakin menambah pesonanya. Untuk mendapatkan view yang lebih cantik, maka trekking sekitar 30 menit pun harus dilakukan agar jarak pandang ke perairan dan pulau-pulau sekitar lebih luas.Dan memang, sesuatu yang berharga itu harus dicapai melalui perjuangan. Pemandangan yang didapat dari atas bukit sungguh membuat takjub. Ditambah dengan adegan matahari tenggelam yang semakin membuat syahdu suasana. Menjelang gelap kami turun dan kembali ke boat untuk bersih-bersih. Malam pertama kami menginap di perairan Gili Lawa.Hari kedua pagi perjalanan dilanjutkan ke Pulau Padar. Pulau kedua yang menjadi ikon di Kepulauan Komodo. Di Pulau Padarpun kami harus trekking sekitar 40 menit dengan trek yang lebih terjal dibandingkan trek Gili Lawa Darat. Tetepi, pemandangan yang didapat sesampainya di atas adalah sangat luar biasa. Memang, jalan menuju surga itu tidak mudah.Puas menjelajahi Pulau Padar, perjalanan dilanjutkan menuju Pink Beach. Sebuah pantai dengan pasir yang berwarna merah. Menurut cerita, dulu Pink Beach warna merahnya lebih terang, tapi karena ulah tangan-tangan usil yang suka membawa pasirnya yang merah sebagai souvenir, maka sedikit demi sedikit pasir merahnya berkurang dan warnanya tidak semerah dulu. Di Pink Beach kita bisa trekking juga untuk mendapatkan pemandangan yang mirip dengan Gili Lawa. Sekitar 5-10 menit saja. Cukup mudah dan landai.Sore hari setelah dari Pink Beach kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Kalong untuk menyaksikan kalong-kalong liar beterbangan keluar sarang mencari makan. Dalam perjalanan menuju Pulau Kalong, tak disangka kami bertemu dengan kawanan lumba-lumba. Ya, banyak sekali lumba-lumba di sekeliling boat. Mereka berenang dan melompat dangan cantik sekali. Tuhan memang baik. Terimakasih Tuhan. Perjalanan sore hari menjelang sunset ditemani oleh kawanan lumba-lumba nan lucu.Sesampai di Pulau Kalong, dengan sabar kami para kalong keluar sarang. Ditemani matahari senja yang hampir tenggelam, merona jingga kuning keemasan. Cantik sekali. Suasana yang romantis sebenernya. Dan tak lama kemudian, muncul ratusan atau bahkan mungkin ribuan kalong yang berisik dari sarangnya. Luar biasa. Mereka terbang di atas air laut berwarna kuning keemasan oleh sinar matahari. Berteriak-teriak riuh dan ramai. Malam telah merambah saat kami meninggalkan Pulau Kalong menuju Pulau Komodo untuk bermalam. Malam kedua atau malam terakhir dari total trip 3D2N kami habiskan untuk bertukar photo di boat. Pagi hari menjelang, kami sudah tak sabar untuk segera bertemu Sang Naga dihabitat aslinya. Untuk menjelajahi Pulau Komodo, terlebih dahulu setiap pengunjung harus melapor ke pihak Taman Nasional. Untuk keselamatan, sebelum memulai trekking, kami diberikan penjelasan mengenai rute dan hal-hal apa saja yang boleh serta tidak boleh dilakukan selama penjelajahan. Setiap 5 orang pengunjung akan didampingi oleh 1 orang Ranger yang akan mengawal dan menjaga kita dari Komodo-Komodo liar di pulau.Di Pulau Komodo sendiri tidak banyak Komodo yang kami temukan. Hanya ada sekitar 4 ekor saja. Itupun sudah terkesan jinak sekali. Baiklah, tidak apa-apa. Setelah selesai menjelajahi Pulau Komodo dengan rute medium yaitu sekitar 1 jam perjalanan, kami menyempatkan diri untuk membeli souvenir yang dijual disitu. Ada banyak macamnya. Mutiara, madu, baju, pahatan, gantungan kunci, dan banyak lagi lainnya.Perjalanan dilanjutkan ke pulau yang didiami Komodo terbanyak, yaitu Pulau Rinca. Jumlah Komodo yang ada di Pulau Rinca lebih banyak dibanding yang ada di Pulau Komodo dan tentu saja lebih liar. Karena itu Ranger-Ranger di sini harus ekstra waspada menjaga pengunjung. Penjelajahan di Pulau Rinca lebih lama dibandingkan penjelajahan di Pulau Komodo. Di pulau ini, kami menjumpai banyak sekali Komodo liar. Mulai dari yang kecil atau bayi, sampai Komodo dewasa bahkan tua. Kami diajak pula melihat sarang Komodo serta diberikan penjelasan detail mengenai para Komodo oleh bapak-bapak Ranger yang baik hati serta menyenangkan di sana.Dan trip Sailing Komodo harus berakhir. Setelah penjelajahan ke Pulau Rinca, kami harus kembali ke Labuan Bajo untuk melanjutkan perjalanan Overland Flores. Mengunjungi desa-desa tradisional di Nusa Tenggara Timur dan Kawah Kelimutu di Ende. Sampai jumpa di trip berikutnya.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA